<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Fadlillah Malin Sutan Kayo's Weblog</title>
	<atom:link href="http://fadlillah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fadlillah.wordpress.com</link>
	<description>Dengan nama Tuhan yang mahapengasih dan mahapenyayang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Sep 2009 09:01:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='fadlillah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/e3826714c5ca2b1cc3e7e0174ac642a8?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Fadlillah Malin Sutan Kayo's Weblog</title>
		<link>http://fadlillah.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>RPKPS Telaah Puisi</title>
		<link>http://fadlillah.wordpress.com/2009/09/07/rpkps-telaah-puisi/</link>
		<comments>http://fadlillah.wordpress.com/2009/09/07/rpkps-telaah-puisi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 09:01:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadlillah Malin Sutan Kayo</dc:creator>
				<category><![CDATA[01-Telaah Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlillah.wordpress.com/2009/09/07/rpkps-telaah-puisi/</guid>
		<description><![CDATA[      RPKPS 
    TelaaH PuisI
                                           [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlillah.wordpress.com&blog=2135759&post=106&subd=fadlillah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>      RPKPS </p>
<p>    TelaaH PuisI</p>
<p>                                                                       Chairil Anwar</p>
<p>Dosen Drs. Fadlillah, M.Si.</p>
<p>Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra<br />
Universitas Andalas, 2009</p>
<p>Sajak  Sapardi Djoko Damono</p>
<p>AKU INGIN</p>
<p>Aku ingin mencintaimu dengan sederhana<br />
dengan kata yang tak sempat diucapkan<br />
kayu kepada api yang menjadikannya abu<br />
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana<br />
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan<br />
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada </p>
<p>RPKPS<br />
Rencana Program dan Kegiatan Pembelajaran Semester<br />
Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra<br />
Universitas Andalas 2009</p>
<p>1.	NAMA MATA KULIAH	Telaah Puisi<br />
	Kode	SIA   219<br />
	SKS	4<br />
	Semester	III<br />
	Mail Kuliah	telaahpuisi2009@yahoo.com</p>
<p>2. SINOPSIS	Telaah puisi dirasakan semakin penting dalam memahami perkembangan peradaban postmodern disamping menelaah karya sastra secar khusus. Dengan dasar kemampuan menelaah puisi, diharapkan dapat dipahami persoalan: gegar budaya, konflik, dan benturan peradaban, pluralisme, dan multikultural, &#8211; terutama persoalan kemanusiaan  politik, ekonomi, budaya, filsafat dan sastra.<br />
Kemampuan menelaah puisi lebih banyak mengasah dunia rasa, akal budi (common sense), hati nurani dan wilayah kecerdasan emosional. Pengetahuan ini lebih menitikberatkan kepada kedalaman intelektual pada sisi kecerdasan emosional<br />
Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu memahami konsep telaah ilmiah,  telaah kreatif, telaah postmodern dan telaah dalam pandangan budaya sendiri. Telaah puisi secara umum akan bermanfaat untuk memahami karya sastra secara akademis. Di samping itu telaah puisi berguna untuk menggali ilmu pengetahuan, kebudayaan, hikmah dan filsafat  pada karya sastra.  </p>
<p>3.  KOMPETENSI	Setelah menyelesaikan proses pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu (a) memahami konsep-konsep dasar telaah puisi dan (b) mampu menelaah  puisi Indonesia. Metode kerja telaah  meliputi (a) hakekat telaah puisi (b) metode dan teori telaah puisi (b) aplikasi telaah puisi. Puisi yang dibahas adalah puisi-puisi penyair Indonesia, baik yang tradisional maupun yang modern.</p>
<p>4. Materi perkuliahan<br />
	Materi	Topik	Materi<br />
(Sub-sub topik)<br />
01	I       x1	Pendahuluan	¬Tinjauan mata kuliah RPKPS,<br />
02	II      x2	Obyek: Pengertian Puisi	Pengertian, Azas dasar, Fungsi, Kedudukan<br />
03	III     x2	Bahasa Kiasan	Pengertian, Azas dasar, Fungsi, Kedudukan<br />
04	IV    x2	Telaah Puisi	Pengertian, Azas dasar, Fungsi, Kedudukan<br />
05	V     x2	Telaah Struktural (telaah ilmiah)	Pengertian, Azas dasar, Fungsi, Kedudukan<br />
06	VI    x2	Telaah Strata Norma (telaah fenomenologi)	Pengertian, Azas dasar, Fungsi, Kedudukan<br />
07	       X2	Telaah Semiotik Struktural	Pengertian, Azas dasar, Fungsi, Kedudukan<br />
08	VII   x1	Review	Review<br />
09	VIII  x1	Ujian Tengah Semester	Pengertian, Azas dasar, Fungsi, Kedudukan<br />
10	IX    x3	Telaah atas telaah puisi akademis	Telaah A. Teeuw R.DJ.Pradopo Umar Junus<br />
11	X     x3	Telaah atas telaah puisi kreatif	Telaah Sutarji CB Hartoyo Andang Jaya Subagio Sastrowardoyo<br />
12	XI    x2	Telaah Kosmologi Kato  (Words Cosmologi)	Pengertian,  Azas Dasar; Ontologi, Epistemologi, Aksiologi Cara Kerja ; Metodologi<br />
13	XII    x2	Bahasa (Kata)	Pengertian, Azas Dasar ; Kata Sebagai Alam Fungsi Kekuatan (Power) Kedudukan ; Martabat<br />
14	XIII  x2	Budaya (Kata)	Pengertian, Azas dasar ; Akhlak dan Spritual<br />
15	XIV  x2	Estetika (Kata)	Pengertian, Azas Dasar ; Rasa dan Musik, Fungsi ; Kehidupan<br />
16	XV   x2	Filosofi (Kata)	Pengertian ,Azas Dasar ; Metafisika, Religiusitas Fungsi ; Wisdom (Kebijaksanaan), Kedudukan; Kearifan<br />
17	XVI  x1	Kuliah Penutup	Review</p>
<p>5. Rencana Program dan Kegiatan Pembelajaran Semester<br />
(1)<br />
Minggu  ke<br />
	(2)<br />
Kemampuan Akhir yang Diharapkan (Kompetensi)<br />
	(3)<br />
Bahan Kajian<br />
	(4)<br />
Bentuk Pembelajaran<br />
	(5)<br />
Kriteria Penilaian (Indikator) (Atribut)<br />
	(6)<br />
Bobot Nilai (70%)</p>
<p>1	Mahasiswa paham maksud RPKPS pembelajaran Telaah Puisi	Pendahuluan<br />
Silabus<br />
Kontrak Perkuliahan	ceramah<br />
diskusi	Keaktifan	10%<br />
2	Mahasiswa paham Obyek Telaah: 	Pengertian Puisi	Presentasi dan diskusi	Keaktifan 	10%<br />
4	Mahasiswa mampu  mengidentifikasi Bahasa Kiasan	Dasar dan Pembagian Bahasa Kiasan	Presentasi dan diskusi	Keaktifan dan kekayaan wawasan	10%<br />
6	Mahasiswa memahami metode Telaah Puisi	Teknik Aplikasi Telaah Puisi	Presentasi dan diskusi	Keaktifan dan kekayaan wawasan	10%<br />
8	Mahasiswa mampu  mengidentifikasi Telaah Struktural (telaah ilmiah)	Dasar dan Pembagian Telaah Struktural (Telaah Ilmiah)	Presentasi dan diskusi	Keaktifan dan kekayaan wawasan	10%<br />
10	Mahasiswa mampu melakukan Telaah Strata Norma (telaah fenomenologi)	Teknik Aplikasi Telaah Strata Norma	Presentasi dan diskusi	Keaktifan dan kekayaan wawasan	10%<br />
12	Mahasiswa mampu  melakukan Telaah Semiotik Struktural	Dasar dan Pembagian Telaah Semiotik Struktural	Presentasi dan diskusi	Keaktifan dan kekayaan wawasan	10%<br />
14	Mahasiswa mampu meringkas inti perkuliahan	Rekapitulasi	Presentasi dan diskusi	Keaktifan dan kekayaan wawasan	10%<br />
16	Mhs mampu menjawab soal-soal yang diberikan	Uts	ujian tulis	Kebenaran, ketepatan, dan kelengkapan jawaban atas soal-soal yang diberikan	10%<br />
18	Mahasiswa mampu  mengidentifikasi Telaah atas telaah puisi akademis	Dasar dan Pembagian Telaah Atas Telaah Puisi Akademis	Presentasi dan diskusi	Keaktifan dan kekayaan wawasan	10%<br />
20	Mahasiswa mampu  mengidentifikasi Telaah atas telaah puisi kreatif	Teknik Aplikasi Telaah Atas Telaah Puisi Kreatif	Presentasi dan diskusi	Keaktifan dan kekayaan wawasan	10%<br />
22	Mahasiswa mampu  mengidentifikasi Telaah Kosmologi Kato (Words Cosmologi)	Dasar dan Pembagian Telaah Kosmologi Kato (Words Cosmologi)	Presentasi dan diskusi	Keaktifan dan kekayaan wawasan	10%<br />
24	Mahasiswa memahami  aplikasi Bahasa (Kata)	Teknik Aplikasi Bahasa (Kata)	Presentasi dan diskusi	Keaktifan dan kekayaan wawasan	10%<br />
26	Mahasiswa mampu  mengidentifikasi Budaya (Kata)	Dasar dan Pembagian Budaya (Kata)	Presentasi dan diskusi	Keaktifan dan kekayaan wawasan	10%<br />
28	Mahasiswa memahami  aplikasi Estetika (Kata)	Teknik Aplikasi Estetika (Kata)	Presentasi dan diskusi	Keaktifan dan kekayaan wawasan	10%<br />
30	Mahasiswa memahami  aplikasi Filosofi (Kata)	Teknik Aplikasi Filosofi (Kata)	Presentasi dan diskusi	Keaktifan dan kekayaan wawasan	10%<br />
32	Mahasiswa mampu meringkas inti perkuliahan	Rekapitulasi	Presentasi dan diskusi	Keaktifan dan kekayaan wawasan	10%</p>
<p>6. Jumlah Jam dan Pembagiannya<br />
Kegiatan Perkuliahan (4 sks x 32 Minggu) = 64 jam<br />
	a.	Diskusi 	22 Jam (11 x Pertemuan)<br />
	b.	Presentasi kelompok	22 Jam (11 x Pertemuan)<br />
	c.	Kuliah 	30 Jam (15 x Petermuan)<br />
	d.	Ujian Tengah Semester	2 Jam (1 x Petermuan)</p>
<p>7.Jawal Kegiatan Mingguan<br />
	Minggu	Kegiatan di dalam Kelas	Kegiatan di luar kelas<br />
	2	Ceramah<br />
diskusi	Membuat biodata<br />
	4	Presentasi dan diskusi	Membaca, membuat; makalah laporan bacaan, power point, kartu bacaan, kotak kartu.<br />
	6	Presentasi dan diskusi	Membaca, membuat makalah laporan bacaan, power point, kartu bacaan.<br />
	8	Presentasi dan diskusi	Membaca, membuat makalah laporan bacaan, power point, kartu bacaan.<br />
	10	Presentasi dan diskusi	Membaca, membuat makalah laporan bacaan, power point, kartu bacaan.<br />
	12	Presentasi dan diskusi	Membaca, membuat makalah laporan bacaan, power point, kartu bacaan.<br />
	14	Presentasi dan diskusi	Membaca, membuat makalah laporan bacaan, power point, kartu bacaan.<br />
	16	Review	Review<br />
	18	Ujian Tulis	Evaluasi<br />
	20	Presentasi dan diskusi	Membaca, membuat makalah laporan bacaan, power point, kartu bacaan.<br />
	22	Presentasi dan diskusi	Membaca, membuat makalah laporan bacaan, power point, kartu bacaan.<br />
	24	Presentasi dan diskusi	Membaca, membuat makalah laporan bacaan, power point, kartu bacaan.<br />
	26	Presentasi dan diskusi	Membaca, membuat makalah laporan bacaan, power point, kartu bacaan.<br />
	28	Presentasi dan diskusi	Membaca, membuat makalah laporan bacaan, power point, kartu bacaan.<br />
	30	Presentasi dan diskusi	Membaca, membuat makalah laporan bacaan, power point, kartu bacaan.<br />
	32	Review	Review</p>
<p>8. Penilaian<br />
	Dalam menentukan nilai akhir akan digunakan pembobotan sebagai berikut:<br />
	1	Tugas 	60%	10%	1.	Makalah (laporan bacaan)<br />
				10%	2.	Power point<br />
				10%	3.	Keaktifan dalam diskusi<br />
				10%	4.	Kartu bacaan (kotak)<br />
				10%	5.	Kehadiran<br />
				10%	6.	Akhlak (moral)<br />
	3	Ujian Tengah Semester 	20%	Ujian Tengah Semester<br />
	4	Ujian Akhir Semester 	20%	Ujian Akhir Semester<br />
		Semua nilai berdasarkan kepada moral, etika atau akhlak. Apabila  mahasiswa bermoral atau berakhlak buruk (nilai 0) maka nilai akan lansung kurang menjadi 50% dari nilai yang diperolehnya.</p>
<p>GRADE	SKOR<br />
A +	90  &#8211;   100<br />
A 	85  &#8211;   &lt;90<br />
A –	80  &#8211;   &lt;85<br />
B +	75  &#8211;   &lt;80<br />
B	70  &#8211;   &lt;75<br />
B –	65  &#8211;   &lt;70<br />
C +	60  &#8211;   &lt;65<br />
C	55  &#8211;   &lt;60<br />
C –	50  &#8211;   &lt;55<br />
D	40  &#8211;   &lt;50<br />
E	  0  &#8211;   &lt;40</p>
<p>9. Bahan, Sumber Informasi dan Referensi</p>
<p>	Buku pertama :<br />
	01	Prodopo, Rachmat Djoko. 1990. Pengkajian Puisi: Analisis Strata  Norma dan Analisis Struktural dan Semiotik. Yogyakarta;  Gajah Mada University Press.<br />
	02	Waluyo, Herman J. 1991. Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga</p>
<p>	Buku kedua :<br />
	01	Wellek, Rene &amp; Austin Warren, 1989, Teori Kesusastraan. Terj; Melani Budianta, Jakarta; Gramedia.<br />
	02	Semi, Atar. 1988. Anatomi Sastra. Padang: Angkasa Raya<br />
	03	Teeuw, A.  1983. Mambaca dan Menilai Sastra. Jakarta: Gramedia<br />
	04	Teeuw, A. 1983. Tergantung Pada Kata. Jakarta: Pustaka Jaya.<br />
	05	Luxemburg, Jan van. dkk. 1994. Pengantar Ilmu Sastra. terj. Dick Hartoko. Jakarta: Gramedia<br />
	06	Esten, Mursal. 1987. Sepuluh Petunjuk dalam Memahami dan Membaca Puisi. Padang; Angkasa Raya<br />
	07	Anwar, Chairil. 1994. Aku Binatang Jalang.  Edisi Pamusuk Eneste, Jakarta: Gramedia.<br />
	08	Darma, Budi. 1984. Solilokui Kumpulan Esai. Jakarta: Gramedia<br />
	09	Eneste, Pamusuk. 1986. Pengadilan Puisi. Jakarta; Gunung Agung.<br />
	10	Eneste, Pamusuk. ed. 1983-1984, Proses Kreatif Mengapa  dan Bagaimana Saya Mengarang, I dan II. Jakarta; Gramedia<br />
	11	Esten, Mursal. 1995. Memahami Puisi. Bandung: Angkasa.<br />
	12	Jassin, H.B. 1983. Sastra Indonesia Sebagai Warga Sastra Dunia. Jakarta: Gramedia.<br />
	13	Jassin, H.B. 1985. Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai I-III. Jakarta: Gramedia.<br />
	14	Jassin, H.B. 1978. Chairil Anwar Pelopor Angkatan 45. Jakarta: Gunung Agung<br />
	15	Junus, Umar. 1981. Perkembangan Puisi Indonesia dan Melayu Modern. Jakarta: Bhratara Karya Aksara.<br />
	16	Mohamad, Goenawan. 1972. Potret Seorang Penyair Muda sebagai Si Malin Kundang. Jakarta: Pustaka Jaya<br />
	17	Mohamad, Goenawan. 1993. Kesusastraan dan Kekuasaan. Jakarta: Pustaka Firdaus.<br />
	18	Nadjib, Emha Ainun. 1984.  Sastra yang Membebaskan Sikap Terhadap Struktur dan Anutan Seni Modern Indonesia. Yogyakarta:Bagian Pernerbitan PLP2M. Natawidjaja, P. Suparman. 1986. Apresiasi Stilistika. Jakarta: Intermasa.<br />
	19	Sastrowardoyo, Subagio. 1997. Sosok Pribadi dalam Sajak. Jakarta: Balai Pustaka.<br />
	20	Situmorang, B.P. 1983. Puisi Teori Apresiasi Bentuk dan Struktur. Ende: Nusa Indah.<br />
	21	Sudjiman, Panuti. ed. 1993. Kamus Istilah Sastra. Jakarta: Gramedia.<br />
	22	Suryadi, Linus AG. 1987. Tonggak Antologi Puisi Indonesia Modern, 1-4. Jakarta; Gramedia<br />
	23	Tirtawirya, Putu Arya. 1983. Apresiasi Puisi dan Prosa. Ende &#8211; Flores; Nusa Indah<br />
	24	Toda, Dami N. 1984. Hamba-Hamba Kebudayaan. Jakarta: Sinar Harapan</p>
<p>	Untuk catatan; Bila mahasiswa tidak menemukan buku ini di pustaka, maka dapat dihubungi dosen. </p>
<p>10. Perencanaan Monitoring dan Umpan Balik<br />
	1	Pemberian kuis pada setiap perpindahan materi<br />
	2	Evaluasi pengajaran pada pertengahan semester</p>
<p>Formulir Monitoring Pembelajaran<br />
Pada Tengah Semester</p>
<p>No.	Butir  Evaluasi	A	B	C	D	E<br />
1.	Dosen memaparkan tujuan perkuliahan dan jadwal kegiatan mingguan pada awal perkuliahan<br />
2.	Dosen selalu datang tepat waktu<br />
3.	Pokok bahasan (topik) dan substansi dapat diselesaikan sesuai alokasi waktu<br />
4.	Apakah metode belajar  dihadirkan dosen  jelas dan menarik<br />
5.	Dosen memberi kesempatan diskusi 					</p>
<p>Pada Akhir Semester<br />
No.	Butir  Evaluasi	A	B	C	D	E<br />
1.	Metode materi kuliah variatif (ceramah, slide, studi kasus)<br />
2.	Tugas yang diberikan dosen mendukung tujuan pembelajaran<br />
3.	Pustaka acuan (referensi) apakah  tersedia<br />
4.	Apakah rencana kuliah sesuai sasaran					</p>
<p>GRADE	SKOR<br />
E	Sangat kurang	     81</p>
<p>11. Strategi Perkuliahan<br />
	01	Perkuliahan menggunakan metode 75% diskusi dan 25% metode ceramah. Dengan 75% metode diskusi diharapkan mahasiswa menjadi aktif.<br />
	02	Ceramah dari dosen hanya 40 menit pada 15 kali pertemuan untuk materi dan fasilitasi materi diskusi.<br />
	03	Pertemuan pertama merupakan kuliah pengantar (ceramah dari dosen) yang membicarakan aturan, rancangan, materi perkuliahan.<br />
	04	Pertemuan kedua adalah kuliah (ceramah dari dosen) secara umum tentang pengertian dasar materi perkuliahan.<br />
	05	Mahasiswa wajib membuat email untuk mengirimkan tugas kepada dosen, begitu juga dosen.<br />
	06	Mahasiswa wajib membuat biodata, bagi yang tidak membuat email pribadi dan tidak memberikan biodata, tidak berhak mengikuti kuliah pada hari ketiga dan seterusnya (termasuk yang tidak lengkap).<br />
	07	Pertemuan ketiga dan selanjutnya adalah dengan metode diskusi kelompok dan presentasi personal mahasiswa. Diskusi ditutup dengan rangkuman.<br />
	08	Mahasiswa diberi tugas membuat (1) makalah laporan bacaan, (2) kartu  kutipan serta (3) power pointnya dan print out; secara terstruktur untuk bahan diskusi dalam kelas. Seminggu  sebelumnya sudah diberikan bahan.<br />
		(1) Makalah laporan bacaan, (2) kartu kutipan serta (3) power point diberikan kepada dosen lewat email telaahpuisi2009@yahoo.com dan telaahpuisi2009@gmail.com, sehari sebelum kuliah, paling lambat jam tiga sore. File power point  juga harus dibawa untuk presentasi waktu kuliah.<br />
	09	Wajib membuat Print out dari power point (tidak diberikan kepada dosen tetapi untuk pegangan mahasiswa), gunanya jika listrik mati atau tidak ada alat, maka dipergunakan power point yang sudah diprint untuk diskusi. Print out dan file dari power point akan diperiksa pada setiap kali pertemuan, bagi yang tidak punya tidak berhak mengikuti kuliah.<br />
	10	Mahasiswa presentasi mengunakan power point dan masing-masing dapat giliran melakukan presentasi (dengan secara acak).<br />
	11	Setiap mahasiswa memberikan pendapat dan bertanya.<br />
	12	Ujian semester diadakan setelah 16 kali pertemuan.<br />
	13	Perkuliahan penutup adalah dengan metode ceramah / kuliah umum (dari dosen), yang merangkum semua materi perkuliahan.<br />
	14	Seluruh pengumuman dan tugas kuliah diumumkan di blog dosen: http://fadlillah.wordpress.com<br />
	15	Mail Kuliah:  telaahpuisi2009@yahoo.com<br />
		          telaahpuisi2009@gmail.com</p>
<p>13. Dosen	Drs. Fadlillah, M.Si.	Nip. 132 230 519</p>
<p>	Diketahui	Dosen<br />
Ketua Jurusan	Mata Kuliah Teori Sastra I<br />
Sastra Indonesia FSUA	Sastra Indonesia FSUA</p>
<p>Dra. Hj Armini Arbain, M.Hum.	Drs. Fadlillah, M.Si.<br />
Nip. 131 802 828	Nip. 132 230 519</p>
Posted in 01-Telaah Puisi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlillah.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlillah.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlillah.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlillah.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlillah.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlillah.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlillah.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlillah.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlillah.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlillah.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlillah.wordpress.com&blog=2135759&post=106&subd=fadlillah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlillah.wordpress.com/2009/09/07/rpkps-telaah-puisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0244c362224626b2538656cf0bafc452?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fadlillah Malin Sutan Kayo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kliping: Kejayaan Leiden, &#8220;Past Perfect Tense?&#8221;</title>
		<link>http://fadlillah.wordpress.com/2008/06/22/kliping-kejayaan-leiden-past-perfect-tense/</link>
		<comments>http://fadlillah.wordpress.com/2008/06/22/kliping-kejayaan-leiden-past-perfect-tense/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 10:55:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadlillah Malin Sutan Kayo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Minangkabau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlillah.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Dari Kompas, 16 Juni 2008.
Kejayaan Leiden, &#8220;Past Perfect Tense?&#8221;
Senin, 16 Juni 2008 &#124; 00:20 WIB

I Supriyanto
Sejak tahun lalu, Fakultas Sastra Universitas Leiden—dipelopori sang dekan—sibuk melakukan reorganisasi fakultas.
Mungkin lebih baik menyebut pembongkaran daripada reorganisasi karena titik tolaknya mengurangi jumlah anggota staf pengajar/peneliti.
Mengapa? Alasannya, katanya, jumlah mahasiswa yang terdaftar kian berkurang, padahal universitas harus membuat keuntungan dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlillah.wordpress.com&blog=2135759&post=61&subd=fadlillah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a title="Kejayaan Leiden, &quot;Past Perfect Tense?&quot;" href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/16/00201712/kejayaan.leiden.past.perfect.tense">Dari Kompas, 16 Juni 2008.</a></p>
<div>Kejayaan Leiden, &#8220;Past Perfect Tense?&#8221;</div>
<div class="txtartikelcetak"><span class="tglct">Senin, 16 Juni 2008 | 00:20 WIB</span></p>
<div id="article_body">
<p align="center"><strong>I Supriyanto</strong></p>
<p>Sejak tahun lalu, Fakultas Sastra Universitas Leiden—dipelopori sang dekan—sibuk melakukan reorganisasi fakultas.</p>
<p>Mungkin lebih baik menyebut pembongkaran daripada reorganisasi karena titik tolaknya mengurangi jumlah anggota staf pengajar/peneliti.</p>
<p>Mengapa? Alasannya, katanya, jumlah mahasiswa yang terdaftar kian berkurang, padahal universitas harus membuat keuntungan dalam bentuk euro. Universitas tak ubahnya perusahaan.</p>
<p>Tidak lama sebelum diluncurkan rencana pembongkaran itu, di fakultas telah terjadi suatu kecongklangan kebijakan. Direktur pengelola Fakultas Sastra telah banyak menggunakan dana untuk membiayai terbentuknya komisi ini, komisi itu, bagian ini, bagian itu, padahal dana yang digunakan untuk pendidikan/penelitian kian kecil.</p>
<p>Salah satu korban terbesar pembongkaran ini adalah jurusan-jurusan yang jumlah mahasiswanya lebih kecil dibandingkan dengan jumlah staf, antara lain Jurusan Bahasa dan Budaya Indonesia. Setiap tahun di jurusan ini ada sekitar 10 mahasiswa yang mendaftarkan diri. Dan semakin jauh jenjang studi, semakin kecil jumlah mahasiswanya karena tidak semua mahasiswa mampu atau mau menyelesaikan studi hingga master. Jumlah stafnya ada 6,5 fte (fulltime-equivalent), terdiri dari 11 orang (ada staf yang hanya dipekerjakan, misalnya, untuk 0,2 fte), dan semua memiliki expertise masing-masing dan amat bervariasi. Mereka antara lain terdiri dari ahli agama Hindu, Islam, linguistik, bahasa daerah, dan linguistik Austronesia, dari Jawa Kuno dan Melayu Klasik sampai bahasa Minang, dari Majapahit sampai sejarah Indonesia modern, dari filologi dan epigrafi sampai leksikografi.</p>
<p><strong>Memperkecil</strong></p>
<p>Fakultas Sastra, dalam sosok sang dekan, ingin ”menyulap” jumlah tenaga fulltime 6,5 itu menjadi 3,1 fte. Ini berarti, jumlah expertise-nya menjadi lebih kecil. Kenyataan yang membuat jurusan mempunyai nama di mata dunia antara lain adalah karena adanya expertise yang beragam itu, selain tersedianya bahan-bahan koleksi yang tak ternilai harganya di perpustakaan Universitas Leiden dan KITLV.</p>
<p>Lebih memprihatinkan lagi, ”nasib” guru besar khusus bahasa Jawa. Bahasa Jawa diajarkan sejak tahun pertama dan merupakan mata kuliah wajib. Ini satu-satunya guru besar bahasa Jawa di seluruh dunia! Menurut rencana, meski tidak secara eksplisit disebutkan, ada kemungkinan bahasa Jawa ”dihilangkan” dari daftar mata kuliah wajib, atau justru sama sekali ditiadakan. Di lain pihak justru karena ada expertise inilah antara lain Leiden menarik bagi mahasiswa dari luar negeri, misalnya dari Indonesia, untuk menyelesaikan master atau doktor di Leiden.</p>
<p>Seandainya jumlah expertise diperkecil, modal apa yang bisa digunakan jurusan untuk tetap menarik mahasiswa dari luar negeri? Dan siapa yang akan mampu menggarap/meneliti koleksi naskah-naskah kuno yang ada?</p>
<p>Di masa lalu, saat jurusan masih jaya, telah banyak diadakan kerja sama antara lain dengan Indonesia sehingga ada program ILDEP (Indonesian Linguistics Development Project) yang menghasilkan doktor-doktor linguistik (dan kini banyak dari mereka itu telah menjadi guru besar), ada program kerja sama di bidang hukum, dalam studi Islam, Javanologi, dan sebagainya.</p>
<p>Seandainya, sekali lagi seandainya, expertise yang ada di Leiden bisa dipertahankan tentu masih ada kemungkinan untuk mengembangkan kerja sama bilateral semacam itu di masa depan. Namun, saat ini tidak atau belum ada kepastian tentang masa depan para ahli di jurusan ”yang tidak dibutuhkan” oleh fakultas.</p>
<p>Apakah kejayaan Jurusan Bahasa dan Budaya Indonesia yang hingga kini amat terasa di seluruh dunia akan menjadi past perfect tense dan menjadi sebuah momen sejarah di masa lampau yang tak akan (pernah) muncul lagi?&#8230;</p>
<p><em>I Supriyanto Anggota Staf Jurusan Bahasa dan Budaya Indonesia Universitas Leiden</em></p>
<p><a title="Kejayaan Leiden, &quot;Past Perfect Tense?&quot;" href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/16/00201712/kejayaan.leiden.past.perfect.tense">Dari Kompas, 16 Juni 2008.</a></p>
<p>http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/16/00201712/kejayaan.leiden.past.perfect.tense</p></div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fadlillah.wordpress.com/61/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fadlillah.wordpress.com/61/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlillah.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlillah.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlillah.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlillah.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlillah.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlillah.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlillah.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlillah.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlillah.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlillah.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlillah.wordpress.com&blog=2135759&post=61&subd=fadlillah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlillah.wordpress.com/2008/06/22/kliping-kejayaan-leiden-past-perfect-tense/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0244c362224626b2538656cf0bafc452?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fadlillah Malin Sutan Kayo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sudah Saatnya:Fakultas Sastra Berubah Jadi Fakultas Kebudayaan Minangkabau</title>
		<link>http://fadlillah.wordpress.com/2008/06/06/sudah-saatnyafakultas-sastra-berubah-jadi-fakultas-kebudayaan-minangkabau/</link>
		<comments>http://fadlillah.wordpress.com/2008/06/06/sudah-saatnyafakultas-sastra-berubah-jadi-fakultas-kebudayaan-minangkabau/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 04:04:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadlillah Malin Sutan Kayo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Minangkabau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlillah.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Fadlillah Malin Sutan Kayo
(Maaf, kawan-kawan semua, tampilan depan agak dirubah, untuk ruang mangecek kita di rubrik HALAMAN (sebelah ya) saja ya. Ini artikelku yang kabarnya membuat Bu Dekan tidak enak makan seharian, heheheh)
Mengapa Fakultas Sastra harus berubah? Bagaimana kalau jawabannya; mengapa tidak boleh berubah? Dalam alam yang terkembang jadi guru ini, agaknya tidak ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlillah.wordpress.com&blog=2135759&post=59&subd=fadlillah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:12pt;letter-spacing:0.5pt;font-family:Arial;">Oleh Fadlillah Malin Sutan Kayo</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">(Maaf, kawan-kawan semua, tampilan depan agak dirubah, untuk ruang mangecek kita di rubrik HALAMAN (sebelah ya) saja ya. Ini artikelku yang kabarnya membuat Bu Dekan tidak enak makan seharian, heheheh)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;">Mengapa Fakultas Sastra harus berubah? Bagaimana kalau jawabannya; mengapa tidak boleh berubah? Dalam alam yang terkembang jadi guru ini, agaknya tidak ada sesuatu yang tidak berubah, kecuali batu, kata Hamka, sedangkan batu pada realitasnya mengalami perubahan, dalam konteks evolusi yang panjang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;">Satu hal yang dirindukan orang Minangkabau dengan keturunannya, yang masih mencintai kebudayaan Minangkabau, yakni; adanya satu Fakultas, seandainya; tidak sebuah Universitas Minangkabau; yang mengkaji kebudayaan Minangkabau dan melahirkan sarjana Minangkabaunis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;">Satu kali, seorang dosen Fakultas Sastra Universitas Andalas, bercerita, bahwa ada satu pertanyaan masyarakat yang tidak dapat dijawabnya, namun sangat berkesan. Pertanyaan itu adalah; jika kami bertanya tentang hukum maka sudah ada sarjana hukum yang akan menjawabnya, jika kami bertanya tentang ekonomi maka sudah ada sarjana ekonomi yang akan menjawabnya, jika kami bertanya tentang sastra maka sudah ada sarjana sastra yang akan menjawabnya, begitu juga yang lain-lain, Namun jika kami bertanya tentang (adat) kebudayaan Minangkabau maka <em>adakah sarjana kebudayaan Minangkabau</em>. Kemanakah kami akan mencari jawab? Memang penghulu adalah tempat bertanya dan tempat berberita, namun secara keilmuan kita butuh pakar keilmuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;">Pertanyaan itu sederhana, namun sesungguhnya mendalam, filosofis (<em>epstemologis, ontologis, dan aksiologis</em>), bahkan strategis. Pada pihak lain memang ada sarjana sastra Minang, tetapi mereka hanya ahli di bidang sastra dengan teori barat. Di Fakultas Hukum hanya ada satu dua mata kuliah hukum adat, Begitu juga sarjana antropologi, mereka ahli antropologi dengan kacamata Barat, bukan ahli kebudayaan Minang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;">Pada pihak lain banyak sarjana mempunyai kecenderungan untuk menjadi orientalis baru (bahkan mereka ingin menukar matrilineal dengan <em>feminisme</em> dan <em>kesetaraan gender</em>, dan sekarang sedang marak dalam segala lini). Bukankah sudah saatnya kita melihat kebudayaan kita dengan <em>pandangan</em> kita (emik) dan bukan dengan <em>padangan</em> barat (etik).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;">Mengapa harus kebudayaan? Bukankah ada antropologi dan sosiologi. Ternyata, bagaimanapun, antropologi dan sosiologi tidak dapat dilepaskan dengan sejarah kelahiran orientalisnya, dan dengan filosofis barat, bukankah seluruh teori antropologi dan sosiologi sudah saatnya direkonstruksi ulang dalam era-posmodern ini, apa lagi pada hari ini orang lebih kenal dengan <em>cultural studies</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;">Pada sisi lain, antropologi dan sosiologi bukanlah kajian kebudayaan Minangkabau, yang tidak melihat kebudayaan Minangkabau dengan cara Minangkabau. Antropologi dan sosiologi tidak mau menukar dirinya dengan kebudayaan, karena menurut mereka kebudayaan bukan <em>science</em>, tidak ilmiah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;">Bukankah dengan begitu kita hanya membesarkan anak orang, menjual dagangan orang, hanya jadi <em>agent</em> atau <em>broker?</em> Bukan bermaksud menyinggung dunia orang, tidak, karena memang itu dunianya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;">Adapun yang menjadi persoalan di sini, hanya; mengapa “lampu” kebudayaan dimatikan untuk menghidupkan “lampu” antropologi dan sosiologi. Dalam hal ini bukan bermaksud untuk “mematikan” lampu antropologi, sebaliknya silahkan hidup, buka jurusannya sendiri, tetapi jangan caplok dan matikan “lampu” kami. Setiap akan menghidupkan terminologi kebudayaan “kami”, maka mengapa selalu “dimatikan”, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;">Baiklah dengan beralasan pada ilmiah modern, namun paradigma ilmiah sudah berubah dalam postmodern ini. Maka sudah saatnya kami membangun terminologi keilmuan sendiri dalam era perubahan paradigma keilmuan dunia, yakni <em>kajian kebudayaan Minangkabau</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;">Berikutnya mengapa harus Minangkabau? Di sini bukan hanya persoalan kulit dan isi. Ada salah satu dari lima hal dalam dunia akademis yang akan menjadi <em>brand</em>, atau <em>trade market</em>, yang akan membuat sebuah universitas menjadi terkenal. Pertama, ada universitas yang terkenal dalam bidang teori (epistemologi), kedua dengan metodologi, ketiga objek keilmuan (ontologi), keempat staf penganjar (manusia), kelima fasilitas yang standar (peralatan). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;">Pada bagian ketiga-lah, letak kebudayaan Minangkabau. Kebudayaan Minangkabau adalah obyek keilmuan yang tidak dipunyai oleh seluruh universitas di dunia. Seandainya, kita hendak menandingi dunia orang dengan epistemologi, metodologi, kepakaran profesornya, fasilitas (sedangkan fasilitas orang sudah jauh lebih hebat dan serba modern), maka kita hanya mengejar ekor dari ekor itu sendiri, karena seluruh universitas di dunia dan Indonesia sudah jauh terdepan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;">Satu hal yang tidak dimiliki seluruh universitas di dunia dan di Indonesia, yakni <em>obyek keilmuan kebudayaan Minangkabau</em>. Inilah alasan mengapa orang studi ke tanah Minang dari seluruh Indonesia dan berbagai belahan dunia. Sebagaimana bila orang ingin belajar kajian keislaman, maka seluruh dunia datang ke jazirah Arab dan Mesir. Kalau memang kebudayaan Minangkabau itu “hebat”, melahirkan sebagian besar <em>founding father</em> Indonesia (yang <em>kosmopolitan, egaliter dan demokrat</em>), jika kebudayaan Minangkabau sering mereka istilahkan dengan “pabrik” pemikir (manakah <em>fakultas filsafat Minangkabau</em>?), bila memang penganut kebudayaan matrilineal terbesar di dunia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;">Jika tidak tidak begitu adanya, agaknya sudah saatnya berhenti berbicara bahwa kebudayaan Minangkabau itu “hebat”, malu kita pada orang, karena hanya memperdagangkan sesuatu yang berupa angan-angan saja. Janganlah marah, nanti, kalau orang akan mengatakan kita hanya me-laplap kebudayaan lama (memangnya kita tukang lap?), kalau Yusuf Kalla (wakil presiden Indonesia) mengatakan kita mabuk bernostalgia. Jangan marah atau merasa bangga, kalau orang asing menemukan teori dan metode keilmuan baru dengan kajian kebudayaan Minangkabau. Setelah orang menemukan dan maju, maka baru kita buru-buru membukanya, apakah kita memang suka dengan ekor. Jangan-jangan kita memang tidak akrab dengan slogan; <em>“Kami sudah berbuat sebelum orang lain memikirkannya”</em>, karena mungkin moto dibuat orang Belanda ketika mereka membangun pabrik semen di Padang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:Arial;">Fakultas Kebudayaan Minangkabau</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;">Sebagaimana pepatah Minang, yang filosofis dengan keilmuan kearifan lokal; <em>“kilek baliuang la ka kaki, kilek camin la ka muko”</em>. Wacana ini jelas tertuju ke seluruh universitas yang ada di tanah Minang. Namun jelas akan lebih tertuju ke muka Universitas Andalas, sebagai salah satu universitas tertua di tanah Minang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;">Hal ini, juga menyambut, dua kali wacana pidato purek satu Universitas Andalas (waktu dies natalis Fakultas Sastra, baru-baru ini) bahwa jurusan sastra Minang akan menjadi <em>brand</em> atau <em>trade markt</em> Universitas Andalas. Selayaknya wacana itu dibejanakan menjadi <em>Fakultas Kebudayaan Minangkabau</em>, artinya tidak hanya satu bidang yakni sastra (satu bidang), tetapi lebih luas; yakni kebudayaan (fakultas). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;">Pada sisi lain, hal ini agak relevan dengan apa yang dilakukan UI yang sudah membuka tiga Fakultas Kedokteran (Kompas, 25 April 2008), yakni Fakultas Kedokteran Modern (Barat), Fakultas Kedokteran Tradisional (Timur), Fakultas Kedokteran Penelitian. Persoalan yang relevan itu adalah persoalan bagaimana UI membuka <em>Fakultas Kedokteran Tradisional</em>, hal ini sudah lama dilakukan Cina dengan Fakultas Medis Orientalnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;">Jika para pakar mempersoalkan konsorsium Dikti, atau harus sesuai dengan patron atau cetak yang dilakukan Eropa dan Amerika, UI barangkali tidak akan membuka Fakultas Kedokteran Tradisional, apalagi Cina. Kemudian UI dan UGM sudah lama merubah Fakultas Sastra menjadi Fakultas Ilmu Budaya, dan konon kabarnya <em>UGM sedang merancang membuat jurusan Minangkabau</em>. Jika ini terjadi, maka generasi Minang dan orang dari berbagai belahan dunia akan tetap belajar Minangkabau ke Yogyakarta sepanjang masa, jangan marah (jangan marah jika kita lebih bangga dengan negeri orang), sebagaimana kita ramai-ramai sekarang belajar ke Malaysia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;">Sudah saatnya menggugat SK 163 Dikti tentang pengaturan program studi dan jurusan,keilmuan dan fakultas yang bias, dan sangat berbau eropasentris dan orientalis, yang tidak menginginkan bangsa timur tegak dengan budaya sendiri, dan budaya timur divonis tidak mempunyai tradisi <em>science</em>. Hal ini, sebagaimana kata seorang arkeolog, tidak baik terhadap perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan intelektual di Indonesia. SK 163 Dikti itu sangat tidak mengikuti perkembangan pradigma ilmu yang sudah berubah, tidak memahami dampak negatif <em>science</em> modern atau positivisme. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;">Fakultas Sastra menjadi Fakultas Kebudayaan Minangkabau bukanlah hanya sekedar menukar nama, tetapi dekonstruksi menyeluruh dan mendasar. Visi dan paradigma filosofinya adalah kebudayaan Minangkabau sebagaimana perubahan paradigma pada era posmodern. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;">Sastra Indonesia, Sastra Inggris, atau Sastra Jepang sudah saatnya dilebur menjadi Program Studi, bukan Jurusan. Bahasa dan Sastra harus dipisahkan dan masing-masing menjadi Jurusan; yakni Jurusan Bahasa, dan urusan Sastra. Selama ini, adanya Jurusan Sastra Inggris telah meruntuhkan kebanggaan terhadap kebudayaan Indonesia dan kebudayaan Minang, dan memposisikannya sebagai minortas dan terkebelakang. Secara psikologis yang berkembang pada masyarakat dan dunia akademis, sastra Inggris sebagai Jurusan, dianggap strata atas (<em>hight class</em>), dan merasa malu berada di dengan Indonesia dan kebudayaan Minang, dikukuhkan lagi oleh epistemologi positivisme modern, sebagai pangkal bala terbesar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;">Kemudian jurusan sejarah baru merasa punya rumah (<em>home</em>) dengan Fakultas Kebudayaan daripada Fakultas Sastra. Di samping itu, sudah saatnya Universitas Andalas membuka Jurusan Filsafat, karena Minangkabau terkenal dengan <em>kebudayaan pemikir</em>. Mengapa tidak ada Jurusan Filsafat selama ini, hal ini disebabkan politik pendidikan penguasa tidak menginginkan lahirnya pemikir dan tokoh dari negeri pemberontak. Kebudayaan Minangkabau dirancang secara politik pendidikan untuk lumpuh dan tercerabut dari kebudayaannya sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;">Ketika zaman sudah berubah, otonomi semakin marak, pandangan orang tentang kebudayaan semakin berubah. Dengan demikian, sebentar lagi akan ada pertanyaan dari pemerintah Sumatera Barat dan nagari-nagari, <em>kami butuh sarjana kebudayaan Minangkabau</em>, kemana kami akan mencarinya? Jika universitas tidak mau, dan menganggap wacana ini tidak penting, hanya mimpi di siang bolong, saya hanya berharap: adalah agaknya satu universitas di tanah Minang mempunyai kepedulian terhadap kebudayaan Minangkabau yang sudah berserpihan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;">Saya dengar Universitas Muhammad Yamin Koto Baru milik Kabupaten Solok akan menjadi universitas negeri dan berubah nama, maka saya mengusulkan akan lebih bagus namanya <em>Universitas Minangkabau</em>. Usul saya ini memang sudah basi, dan pernah saya usulkan kepada ahli waris Pagaruyung lewat tulisan kolom saya di harian Singgalang (tgl.25/03/07-hal:10), namun mereka dan pemerintah Luak nan Tuo lebih menyukai membangun <em>replika istana</em> untuk pariwisata daripada membangun Universitas. Saya dengar Minangkabau pernah juga diusulkan orang untuk nama IKIP Padang, namun akhirnya dipilih Universitas Negeri Padang. Agaknya kata <em>Padang</em> jauh lebih bersifat keilmuan daripada kata <em>Minangkabau,</em> begitu juga <em>Andalas</em>, daripada <em>Kebudayaan Minangkabau</em>. Saya agak ragu, apakah UNP masih punya sedikit rasa terhadap persoalan Minangkabau. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:29.55pt;"><span style="font-family:Arial;">Saya prihatin nama Minangkabau hanya menjadi nama terminal (bandara), memangnya kita “preman” (saya dengar di bandara itu banyak penumpang merasa tidak aman), padahal tentu akan lebih bagus Minangkabau menjadi dunia keilmuan, karena orang Minang, ciri khasnya adalah menggunakan ‘<em>aka’</em> (akal pikiran), pemikiran, tradisi rasionalistik. Akhir kalam, “<em>talantuang ka naik, tasingguang ka turun”</em>, banyak minta maaf. Wasalam. ***</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:left;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> &#8211; 05-05- 2008, 08;56, Puruih Kabun, Ujuang Gurun Padang.<br />
</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:left;text-indent:27pt;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">- Tulisan ini pernah dimuat di Singgalang Minggu, 01 Juni 2008, hal. 10.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fadlillah.wordpress.com/59/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fadlillah.wordpress.com/59/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlillah.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlillah.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlillah.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlillah.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlillah.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlillah.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlillah.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlillah.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlillah.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlillah.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlillah.wordpress.com&blog=2135759&post=59&subd=fadlillah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlillah.wordpress.com/2008/06/06/sudah-saatnyafakultas-sastra-berubah-jadi-fakultas-kebudayaan-minangkabau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0244c362224626b2538656cf0bafc452?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fadlillah Malin Sutan Kayo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Power Point Telaah Prosa</title>
		<link>http://fadlillah.wordpress.com/2008/04/01/power-point-telaah-prosa/</link>
		<comments>http://fadlillah.wordpress.com/2008/04/01/power-point-telaah-prosa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 05:26:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadlillah Malin Sutan Kayo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Telaah Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlillah.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Kuliah-1  Kuliah-1
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlillah.wordpress.com&blog=2135759&post=55&subd=fadlillah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://fadlillah.files.wordpress.com/2008/04/telaah-cerpen.ppt" title="Kuliah-1">Kuliah-1  </a><a href="http://fadlillah.wordpress.com/2008/04/01/power-point-telaah-prosa/kuliah-1/" rel="attachment wp-att-54" title="Kuliah-1">Kuliah-1</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fadlillah.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fadlillah.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlillah.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlillah.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlillah.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlillah.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlillah.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlillah.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlillah.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlillah.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlillah.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlillah.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlillah.wordpress.com&blog=2135759&post=55&subd=fadlillah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlillah.wordpress.com/2008/04/01/power-point-telaah-prosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0244c362224626b2538656cf0bafc452?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fadlillah Malin Sutan Kayo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Power Point DDIB</title>
		<link>http://fadlillah.wordpress.com/2008/04/01/power-point-ddib/</link>
		<comments>http://fadlillah.wordpress.com/2008/04/01/power-point-ddib/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 05:22:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fadlillah Malin Sutan Kayo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar-Dasar Ilmu Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlillah.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Power Point DDIB
Kuliah ke-1 Kuliah ke-1
Kuliah ke-2 Kuliah ke-2
Kuliah ke-3 Kuliah ke-3
kuliah ke-4 kuliah ke-4
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlillah.wordpress.com&blog=2135759&post=49&subd=fadlillah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Power Point DDIB</p>
<p><a href="http://fadlillah.wordpress.com/2008/04/01/power-point-ddib/kuliah-ke-1/" rel="attachment wp-att-51" title="Kuliah ke-1">Kuliah ke-1</a><a href="http://fadlillah.files.wordpress.com/2008/04/sikap.ppt" title="Kuliah ke-1"> Kuliah ke-1</a></p>
<p><a href="http://fadlillah.files.wordpress.com/2008/04/ddib-01-a.ppt" title="Kuliah ke -2">Kuliah ke-2</a><a href="http://fadlillah.wordpress.com/2008/04/01/power-point-ddib/kuliah-ke-2/" rel="attachment wp-att-50" title="Kuliah ke -2"> Kuliah ke-2</a></p>
<p><a href="http://fadlillah.files.wordpress.com/2008/04/ilmu-vs-science.ppt" title="Kuliah ke-3">Kuliah ke-3</a> <a href="http://fadlillah.wordpress.com/2008/04/01/power-point-ddib/kuliah-ke-3/" rel="attachment wp-att-52" title="Kuliah ke-3">Kuliah ke-3</a></p>
<p><a href="http://fadlillah.files.wordpress.com/2008/04/pengertian-kebudayaan.ppt" title="kuliah ke-4">kuliah ke-4</a> <a href="http://fadlillah.wordpress.com/2008/04/01/power-point-ddib/kuliah-ke-4/" rel="attachment wp-att-53" title="kuliah ke-4">kuliah ke-4</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fadlillah.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fadlillah.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlillah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlillah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlillah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlillah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlillah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlillah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlillah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlillah.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlillah.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlillah.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlillah.wordpress.com&blog=2135759&post=49&subd=fadlillah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlillah.wordpress.com/2008/04/01/power-point-ddib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0244c362224626b2538656cf0bafc452?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fadlillah Malin Sutan Kayo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>