Posted on Juni 22, 2008 by Fadlillah Malin Sutan Kayo
Dari Kompas, 16 Juni 2008.
Kejayaan Leiden, “Past Perfect Tense?”
Senin, 16 Juni 2008 | 00:20 WIB
I Supriyanto
Sejak tahun lalu, Fakultas Sastra Universitas Leiden—dipelopori sang dekan—sibuk melakukan reorganisasi fakultas.
Mungkin lebih baik menyebut pembongkaran daripada reorganisasi karena titik tolaknya mengurangi jumlah anggota staf pengajar/peneliti.
Mengapa? Alasannya, katanya, jumlah mahasiswa yang terdaftar kian berkurang, padahal universitas harus membuat keuntungan dalam [...]
DIarsipkan di bawah: Artikel Minangkabau | Leave a Comment »
Posted on Juni 6, 2008 by Fadlillah Malin Sutan Kayo
Oleh Fadlillah Malin Sutan Kayo
(Maaf, kawan-kawan semua, tampilan depan agak dirubah, untuk ruang mangecek kita di rubrik HALAMAN (sebelah ya) saja ya. Ini artikelku yang kabarnya membuat Bu Dekan tidak enak makan seharian, heheheh)
Mengapa Fakultas Sastra harus berubah? Bagaimana kalau jawabannya; mengapa tidak boleh berubah? Dalam alam yang terkembang jadi guru ini, agaknya tidak ada [...]
DIarsipkan di bawah: Artikel Minangkabau | 8 Komentar »
Posted on Januari 17, 2008 by Fadlillah Malin Sutan Kayo
Oleh Fadlillah Malin Sutan Kayo
Apakah kebudayaan Minangkabau sebuah kebudayaan yang cerdas? Kelaulah, kebudayaan Minangkabau merupakan sebuah kebudayaan yang cerdas, maka hal ini terbukti bahwa kebudayaan inilah yang melahirkan founding father Indonesia, tokoh itu tidak hanya satu tetapi banyak, banyak tokoh-tokoh dilahirkan dari kebudayaan Minangkabau pada masa lalu. Hal ini bukan mengapik daun kunyik atau bukan [...]
DIarsipkan di bawah: Artikel Minangkabau | 6 Komentar »
Posted on Desember 19, 2007 by Fadlillah Malin Sutan Kayo
Oleh: Fadlillah Malin Sutan Kayo
Betapa sulitnya Rohana Kudus, Mohammad Natsir, Syafruddin Prawiranegara, untuk jadi pahlawan. Aneh sekali, apakah mereka pahlawan atau tidak? Apakah pahlawan harus ada pengakuan resmi pemerintah. Jika pemerintah tidak mengakui, apakah mereka tidak pahlawan? Inilah pertanyaan yang hadir setelah terbetik berita di media massa.
Kalau seandainya Rohana Kudus, Mohammad Natsir, [...]
DIarsipkan di bawah: Artikel Minangkabau | Leave a Comment »
Posted on Desember 19, 2007 by Fadlillah Malin Sutan Kayo
Oleh Fadlillah Malin Suitan Kayo
Masyarakat Sumatera Barat dapat dikatakan adalah masyarakat Minangkabau. Sumatera Barat dalam pengertian struktural kepemerintahan sedangkan Minangkabau adalah dalam pengertian kebudayaan. Dengan demikian bagaimana masyarakat Minangkabau menghadapi bencana. Yakni bencana istana Pagaruyung, di Sumatera Barat, terbakar akhir Februari (26-02-2007), kemudian awal bulan Maret (06-03-2007) terjadi gempa bumi yang cukup dahsyat. Suratkabar Singgalang [...]
DIarsipkan di bawah: Artikel Minangkabau | Leave a Comment »