“Pertemuan” Gus Tf Sakai Dengan Rusli Marzuki Saria Suatu Kajian Intertekstualitas

 

Oleh: Fadlillah Malin Sutan Kayo

 

Beri aku Tambo / jangan Sejarah / Karena yang pertama ada riak menjarah / sedang yang kedua sepi dari Hero / (Rusli Marzuki Saria, 1995:10)

 

03-fadlillah.jpgNovel Tambo (Sebuah Pertemuan) karya Gus tf Sakai –selanjutnya ditulis T(SP)– yang monumental, agaknya selalu menimbulkan renungan, mungkin mendasar. Novel itu, barangkali, tersebab hanya oleh sebuah puisi maka dia ditulis. Novel TSP menjadi ada dan lahir, dikarenakan suatu puisi? Pertanyaan demi pertanyaan akan datang. Benarkah inspirasi menulis Novel T(SP) muncul dari sebuah puisi?

 

Itulah yang terjadi, sebuah keniscayaankah? Kepastian untuk jawaban pertanyaan ini tidak ada, karena jika memang benar demikian kejadiannya maka orang dapat mengatakan dengan mudah bahwa hal itu mungkin hanya sebuah kebetulan, sesuatu yang terjadi tanpa sengaja, ketika pengarang T(SP) membaca puisi Rusli Marzuki Saria yang bertajuk “Beri Aku Tambo Jangan Sejarah”. Sebaliknya ada jawaban yang akan mengatakan tidak mesti demikian, alternatif itu hanya salah satu, karena ada persoalan pertemuan teks pemikiran, adanya “kekuatan” puisi yang disebut sebagai puisi yang berhasil, yakni puisi yang membukakan pemikiran, puisi yang mencerahkan jiwa pembaca adalah; menimbulkan inspirasi.

 

Puisi, barangkali pada khalayak ramai, hanyalah sekumpulan kata-kata indah yang enak dibaca, tetapi ternyata ada sesuatu yang membuat puisi menjadi berarti, yakni sesuatu yang menghantarkan orang kepada kesadaran. Inilah yang sering tidak dipahami.

 

Adapun tentang puisi “Beri Aku Tambo Jangan Sejarah”, Sakai (2000:156) mengatakan; “Apa pun isi atau maksud larik-lariknya, puisi itulah yang pertama kali mengantarkanku kepada kesadaran..”. Inilah yang tidak pernah diduga, sebagai “sesuatu hal yang akan terjadi”, kemampuan sebuah teks untuk menghantarkan kepada kesadaran, teks itu ternyata bukan hanyalah sekedar kumpulan kata-kata indah….

 

(- Tulisan ini pernah dimuat di Singgalang, Minggu,18 November 2007, Jika anda ingin memiliki artikel ini silahkan tulis mail kepada sdr. Fadlillah Malin Sutan Kayo; e-mail: fadlilah@gmail.com)

Satu Tanggapan

  1. Bernas. Perlu dikembangkan lebih lanjut.

    _terima kasih Nco, akan kito cubo, insya Allah.

Tinggalkan Balasan