Dari Siti Nurbaya, Sabai Nan Aluih, Dara Jingga, Pada Kehendak untuk “Memilih”

Oleh Fadlillah Malin Sutan Kayo

Pada karya sastra, bukan hanya catatan sejarah dan sosiokultural, ditemukan jejak yang memungkinkan orang untuk menemukan pengertian tentang dirinya sebagai manusia. Ilmu sosial atau sejarah hanya sanggup menulis tentang perang dan peristiwa sebuah ekspedisi membawa dua orang putri untuk dipersembahkan kepada rajanya, atau seorang raja mengirim dua orang [...]

Pisau dalam Diri

Oleh Fadlillah Malin Sutan Kayo
 
Sesudah sholat shubuh itu kami minum kopi, dengan goreng pisang dan ketan. Waktu yang sangat kurindukan selama ini. Terlihat mereka sudah tua, tetapi mereka sangat bahagia pagi ini. Kemudian, seperti dulu, Bapak dan Mak, bercerita.
“Bagitulah Mak, aku di rantau.”
“Tetapi mengapa cucuku tidak Waang bawa pulang.”
“Mereka belum libur Mak, karena itu [...]

Lebih Gila dari Gila

Oleh Fadlillah Malin Sutan Kayo
 
SYAHDAN menjelang isya, sang guru sufi mulai ber-cerita kepada para murid tingkat dasar, tentang agama dan politik. “Dengarlah wahai muridku cerita pendek ini, semoga kamu mendapatkan hikmahnya”.
Setelah dua kali periode jabatan, walikota itu memutuskan untuk menjadi orang gila. Keputusan itu diambilnya setelah setahun ia memikirkannya, maka pada hari ini diputuskannya. la [...]

Mati Anjing

Oleh Fadlillah Malin Sutan Kayo

Adakah yang lebih menyakitkan selain dari sunyi. Aku tidak dapat bayangkan betapa membosankan hidup sendiri. Tetapi mengapa daun-daun betah tumbuh sendiri, angin begitu riang berlari di tingkap. Peduli dengan apa yang terjadi. Dalam rentangan tahun sepanjang hari. Namun manusia tentu berbeda dengan alam tumbuhan dan hewan. Atau… manusia mengalami metamorfosis pada [...]

Negeri Carut Marut

Oleh Fadlillah Malin Sutan Kayo

 
“Hai.. Atun. Selamat pagi,” sapa suster cantik di depan pintu.

“Selamat pagi..,” jawabku dengan hatiku bertambah mengkal. Selalu begitu. Sebenarnya sudah lama aku tidak peduli. Padahal namaku, adalah Kartini, enak saja suster itu memanggilku si Atun. Mungkin karena aku babu, coba kalau aku dokter, pasti terbungkuk-bungkuk menghormatiku. Pagi yang indah sudah tidak [...]