Fadlillah Malin Sutan Kayo’s Weblog

Icon

Dengan nama Tuhan yang mahapengasih dan mahapenyayang

TULISAN MINGGU INI

Esai Sastra Budaya

Dimuat di Koran Singgalang Minggu 3 Mei 2009 Halaman B-11

PEREMPUAN MINANG; DAN KEROPOSNYA SANDI  BUDAYA

(Epistemologi “Amai Cilako”)

Oleh: Fadlillah Malin Sutan Kayo

Sesungguhnya tokoh perempuan Minangkabau tidak hanya Sabai nan Aluih atau Bundo Kanduang dalam dunia sastra. Ada tokoh satu lagi, tetapi agak  jarang dibicarakan, yakni Amai Cilako (= Ibu celaka). Kaba ini tulis oleh  penulis kaba Minang yang cukup terkenal yakni Sjamsuddin St. Radjo Endah, sejak tahun 1927 sampai sekarang masih diterbitkan.

Kaba ini menceritakan seorang perempuan bernama Rombok (tokoh utama; mungkin ada hubungannya dengan kata rampok) punya dua anak perempuan (Upiek dan Aminah) dan seorang anak lelaki (Sutan Babangso). la sangat mementingkan uang dan harta, sehingga ia sampai punya tujuh suami. Setiap anak punya ayah yang berbeda. Ia dengan mudah ‘menceraikan’ suaminya bila tak lagi menguntungkannya.

Sikap ini juga dilakukannya terhadap menantu-menantunya. la tak menyukai suami Aminah yang miskin. Dipaksanya Aminah ‘menceraikannya’ supaya dapat kawin dengan Sutan Sati, suami dari Upiek yang telah meninggal. Tapi Sutan Sati menolak untuk mengawini Aminah setelah ia cerai dari suaminya. Aminah akhirnya hidup sengsara, malah jadi gila, karena sikap dan perbuatan ibunya.

Rombok juga mencoba menceraikan Sutan Babangso dari isterinya, sehingga ia juga terpaksa hidup menderita. Hidupnya baru menjadi baik setelah kembali ke isterinya, karena perdagangan lebih dijalankan oleh isterinya.

Sutan Babangso tak dapat bertindak sebagai seorang mamak. Malahan ia terpaksa mengikuti kehendak ibunya. Hal ini disebabkan karena ia tak memberikan sumbangan apa-apa terhadap kesejahteraan ibu dan adik-adiknya, ia terikat kepada hasil usaha isterinya. Segala keputusan ada di tangan ibunya, juga tentang masa depan anak-anaknya.

Buruknya Watak Perempuan Alamat Robohlah Kebudayaan Minang

Kaba Amai Cilako agaknya sangat perlu dibicarakan oleh pemerhati kebudayaan Minangkabau. Karena ia berada pada titik permasalahan keruntuhan kebudayan Minangkabau. Mengapa begitu? Hal itu disebabkan, kebudayaan Minangkabau merupakan kebudayaan matrilineal. Di samping sejalan dengan apa yang dikatakan oleh nabi Muhammad Saw. bahwa perempuan adalah tiang (baca: tonggak utama) suatu bangsa, artinya ketika runtuhnya tonggak tua maka runtuhlah bangsa itu. Dengan demikian kaba ini adalah kaba tentang keruntuhan bangsa Minangkabau.

Keruntuhan itu bukan berada pada pihak laki-laki, yang dikenal dengan mamak, ninik mamak, para penghulu. Banyak mamak yang menjual dan menggadaikan harta, banyak ninik mamak dan penghulu yang berprilaku ‘anak dijinjing, kemenakan dilapang, orang kampung dipatungganglangangkan’, namun kebudayaan Minang tidak runtuh. Akan tetapi ketika perempuan yang celaka maka kebudayaan Minang berada dalam keruntuhan.

Hal itu menekankan, atau menggarisbawahi bahwa posisi perempuan sangatlah penting sekali, merupakan posisi kunci. Posisi ini bukanlah berada pada luasnya ilmu pengetahuan (kognitif) seorang perempuan, juga bukan hebatnya sepak terjang perempuan dalam aktifitasnya (psikomotorik) sebagaimana Sabai nan Aluih, tetapi dalam kaba ini ternyata lebih tertuju kepada persoalan afektif, yakni moral, etika, akhlak, atau watak perangai perempuan Minangkabau itu sendiri. Di sinilah epistemologi cilako. Epistemologi (baca: pengetahuan) berada pada tataran EQ bukan pada IQ.

Dengan demikian keruntuhan itu bukanlah akibat tidak sarjana, master, doktor atau profesornya seorang perempuan Minang. Hal ini dapat dilihat dengan sudah banyak perempuan Minang yang sudah jadi doktor dan profesor, tetapi apakah mereka masih jadi perempuan Minang? Jangan-jangan sudah menjadi perempuan barat, masihkah ada raso jo pareso pada dirinya? (jangan-jangan banyak perempuan Minang tidak punyo raso) Bahkan dikabarkan mereka sedang berjuang keras (terutama istri pejabat pemerintah) menggantikan budaya Minang dengan feminisme dan kesataraan gender (baca; barat yang hebat, timur bodoh dan babar, baratlah jadi guru), gerakan ini sangat marak pada sarjana perempuan Minang pada hari ini. Tidak perlulah berbantahan, hanya perlu dipertanyakan apakah mereka paham dan berwatak perangai budaya Minang? Apakah bahasa yang keluar dari mulutnya adalah bahasa elok tutur budinya, tidak nyelekit kata orang jawa, atau sinikal (sinis). Apakah mereka bangga dengan budaya Minang daripada pemikiran barat?

Dikhawatirkan mereka sudah tercerabut dari budaya Minang, karena mereka dididik sejak sekolah dasar sampai keperguruan tinggi yang bukan sekolah berparadigma dan berfilosofi budaya Minangkabau. Terlepas dari semua itu, persoalan keruntuhan itu berada pada moral, ketika perempuan Minangkabau sudah tidak bermoral, sudah durhaka kepada kebudayaan Minangkabau, maka kebudayaan Minangkabau sudah runtuh.

Kedurhakaan bukanlah pada Malin Kundang tetapi kepada ibu Malin Kundang yang mendidik Malin Kundang menjadi durhaka, kepada Amai yang cilako. Laki-laki dilahirkan oleh perempuan dan dididik oleh perempuan sebagaimana Siti Jauhari yang mendidik anaknya (bukan mamak) dalam kaba Rancak di Labuah.

Salah satu motivasi banyak saudara laki-laki mengambil keputusan untuk merantau adalah akibat tersinggung harga dirinya oleh saudara perempuannya. Kemudian banyak juga laki-laki Minang yang pada akhirnya mengambil keputusan untuk merantau Cina (marantau Cino), untuk tidak pulang-pulang ke kampung halaman diakibatkan oleh cilakonya saudara perempuannya (ketika orang tua sudah tidak ada lagi). Menurut mereka, untuk apa pulang kalau hanya untuk bertemu dengan perempuan cilako (bukan tidak mau memperbaiki, sudah tidak ada cara lagi, sebab pada dasarnya yang bisa memperbaiki adalah perempuan itu sendiri). Akibatnya, laki-laki sebagai mamak, tidak ada lagi, inilah yang disebut orang dengan ‘lurah tidak lagi berbatu’.  Dengan demikian orang akan ‘bersilantasangan’ karena tidak ada perlu ditakuti. Kemudian terjadilah kepunahan, peristiwa ini sudah banyak terjadi.

Adapun perempuan Minangkabau pada hari ini, agaknya tidak perlu diurai bagaimana kenyataannya, jika didapati kenyataan yang mengecewakan, maka hal itu disebabkan mereka memang dididik bukanlah oleh lembaga pendidikan Minangkabau. Mereka banyak diajar dan cerdas tetapi hanya IQ saja, sedangkan emosionalnya (EQ) kosong dan kekosongan itu diisi oleh budaya barat dari sekolah-sekolah pemerintah yang broker barat.

Terakhir, di sini perlu diingat bahwa masih banyak perempuan Minang yang bermoral baik, walapun ia berpendidikan rendah. Tapi seberapakah? Agaknya semua berpulang kepada renungan kita. ***

*)         Fadlillah Malin Sutan Kayo, peneliti dan dosen di Pusat Penelitian Sastra Indonesia Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Andalas, Padang, (http://fadlillah.wordpress.com).

154 Responses

  1. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Hi, Pak Fadlillah.
    How are you today?
    Nice to see your photo again
    Bantuak koboi.
    Tu sia di balakang foto apak tu?

    Diskusi apo awak kini nan lamak ko?

    Pak fad, carian ambo nomor HP Hendra Efison ciek. Kawan ambo wartawan Padang Ekspress.

    Mokasi
    Salam Salamaik Tahun Baru.
    Salam ka Uni tu ciek.

    Wah terimo kasih atas kunjungannya.

  2. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Renungan Tahun Mancik

    Mancik dalam belek
    Makin sarik, makin diliek

    Mancik di ateh pagu
    Makin takapik, makin maju

    Mancik di ateh talam
    Pitih sarik, ameh badaram

    Bantuak ikua mancik
    Makin sarik, makin dipacik

    Karajo mancik
    Manciri ilik-ilik

    Bantuak mancik
    Ikua ketek, gigi takapik

    Parangai mancik
    Mancogok di tampek nan sarik-sarik

    Nan samo jo mancik
    Urang pilik

    Main mancik-mancik
    Mandok dulu, baru mancicik

    Film mancik-mancik
    Tom and Jerry

    Salam
    Elasmendri

    Tarimo kasih banyak!

  3. firmansyah mengatakan:

    assalamualaikum pak….
    yo gagah apak kironyo… yo.

    salamaik berjuang yo pak
    kerikil-kerikil tajam tu pasti ado
    baa tu pak….

    firmansyah sasindo 07

  4. sonezza mengatakan:

    pak, baa kaba kini?sehat kan pak…amiennnnnnnnnn
    pak, cigok2lah adiak apak di internet.hehheheheheh

  5. kinoi mengatakan:

    komandan..baa kok payah bana submit comment ka blog jurusan tu?alah ilang jari ambo ciek, tp indak juo takirim2 doh. tlg cari tau ciek yo komandan..tks
    salam taragak jo komandan

    Ok, ambo cibo dulu yo, salam.

  6. Maknaih mengatakan:

    Intel Melayu ma….

  7. Zulmasri mengatakan:

    Pak Fad, lamo awakko mancari tulisan2 Pak Fad. Ndak sangajo batamu blog ko. Wah, makin sukses sajo. Selamat.
    O iyo, lah lamo awak ndak manulis. Pas ado lomba cerpen nan diadokan Diknas-majalah Horison akhir 2007, awakko ikuik. Alhamdulillah, dapek 4 jt, juaro 3. Jadi pengen nulis yg banyak.
    Cerpennya Kidung Sunyi Seorang Guru ado di blog awak http://masterzulmasri.blog.com
    Insya Allah cerpen2 lain nyusul.
    Ok, salam kreatif plus salam buat dosen2 Sasindo Unand: bu Yet, p.Yusuf, ni Zur, dll.
    Salam…

    Wah terima kasih banyak, salam. Kirimlah tulisan ka Padang, buliah kami mambaco pulo di siko.

  8. zulmasri mengatakan:

    P.Fad, kok nggak ada lagi catatan/indeks tulisan sastra yg di koran padang di blog ini? Sy tunggu-tunggu lho.
    O iya, sesekali jalan-jalan ke http://zulmasri.wordpress.com ya…

    Amantu, ko ambo muek kini ko, patangko dek sibuk maurus perkuliahan, wah bagus blog wordpress-nya, mantap. Kirim-lah tulisan ke koran Padang biar rame, alamat mailnya ada di blog sastraindonesiaunand.wordpress.com. Salam angek.

  9. Zulmasri mengatakan:

    Pengen nulis di padang, namun blm sempat, insya Allah nanti. Trims info emailnyo. P.Fad ikut ngelola blog sasindo ya?

    Ya, diskusi-diskusi dengan kawan-kawan tu, ya semoga lebih baik ya.

  10. Rita Yulmiati mengatakan:

    Ass p’fad………………
    apo kaba………? masih inge ndak jo awak ko ?

    Wlkm, Wah lai… kaba baik, di ma kini? semoga sehat dan sukses selalu, trims kunjungannya.

  11. ilbinbulkaya mengatakan:

    assalamualaikum Wr. Wb

    pak, dima ambo bisa dapek buku “TUGAS SASTRWAN ISLAM SEBAGAI KHALIFAH ALLAH” PENULISNYO BUYA HASJMY.

    ILHAM YUSARDI

    Wah, ambo pernah melihatnya di toko buku, tapi ndak sempat mambalinyo, karano wakatu ndak bapiti, cibo cari di pustaka Prov. Sumbar atau pustaka Balai Bahasa, atau pasa loak siapo tahu terselip… e datangla main ka kampus tampek ambo. Salam

  12. Suryadi mengatakan:

    Lah batamu Fadlillah jo Zulmasri….sarat ‘rain maker’ di Bali….
    gara-gara teknologi internet
    Tingga ambo macigok2 dari baliak pintu…
    Leiden…manjalang musim bungo..

    Musim bungo Tulip tuma Nco, ….tulisan si Koko di kompas patang Nco, baleh ciek Nco.

  13. Dwiana Jati Setiaji mengatakan:

    Salam kenal, saya Jati dari Purwokerto. Saya sedang membuat buletin sastra, namanya kakawin. karena masih baru jadi belum banyak pembaca yang mengirim karya ke saya, sedang sudah ada indikasi mereka mulai ingin membaca karya selain punya saya, karen aitulah maka saya ingin meminta ijin untuk memuat karya anda di buletin saya.. Buletin ini saya rintis sendiri dengan biaya sendiri jadi maaf tidak ada honor selain memberikan buletin gratis. terima kasih, saya tunggu jawabannya.

    Wah silahkan, saya gembira asal disebutkan sumbernya. Oke. Salam berkarya.

  14. kinoi mengatakan:

    komandan.masuak an lah blog ambo ka blog sahabat komandan ciek. mksh bnyk komandan hehehe

    Aman, salam angek.

  15. kinoi mengatakan:

    komandan,ambo tny ciek.apo referensi yg bs ambo lacak ttg inventarisasi sastra modern indonesia?ambo sdg paniang kini ko.tlg ciek komandan.klo ado versi phd rancak bana komandan.tp klo ndak ado,mnt tlg komandan jalehan ka ambo apo kiro2 hal2 yg paralu diinventarisasi:apokah bukunyo,pengarangnyo,genrenyo,atau apo.sblmnyo trmksh komandan banyak2 ko ha.ndak stek ‘alah juo do ha…
    jaya komandan

    salam taragak bana

  16. Zulmasri mengatakan:

    Onde… ajo Suryadi di Balando. Yo lah lupo jo pinukuik samo akik maco. Pulang oi, baok noni Balando tuh kamari.

  17. Suryadi mengatakan:

    Dima Zulmasri kini ko? Di Batavia atau di Cotta Concordia? Lah bara urang anak? Lah bara urang pulo ‘rang rumah? Kok taragak noni Balando, ambo kirimkan gak tigo. Lah cukuik tu? Tapi lai tagadapang dek Zulmasri? kasa-kasa co bada mudiak..he he…

  18. Suryadi mengatakan:

    Nco, alah tarimohonor Kompas kapatang? Makan gulai kambiang awak lai di Pasa Baru. Di ambo galang2nyo samo sayua pucuak parancih jadi juo…he he.

  19. kinoi mengatakan:

    komandan.tlg krimkan namo2 sastrawan di pdg yg bs jadi juri baco puisi. kecuali agus yo komandan?salam angek.mksh komandan

  20. smp2talun mengatakan:

    Awakko ado di Pasisia Utara Pulau Jawa da Sur. Pasnyo di Pekalongan. Salah satu sentra batik Indonesia, yang kini juga telah diklaim Malaysia sebagai produk mereka.

    Awak salut jo Uda Sur. Tulisan uda Naldi dulu di Kompas sesuatu nan luar biaso. Indak kunjuang diangkek di Unand jo UI, malah sukses di Balando. Salut

    Kini awak indak tertarik samo noni Balando. Cukuik urang rumah dari nagari awak sajo. Doakan sajo, indak lamo lai awak dapek momongan. Nanti dikabari.

    Ba a, lai acok pulang ka Piaman da Sur? Ingek Kata jo Sunua mananti.

    Untuak Pak Fad, tarimo kasih numpang manulih di Ruang Komentar ko.

  21. riki dhamparan mengatakan:

    hahaha
    akhir e basobok juo Pak Padil di awak. alah ambo link kan ka blog ambo. link kan pula blog awak pak yo…

    si labaimalain

    Tarimo salam pado Tuangku Silabaimalin, salam kreatif, kirim jua lai agak ciek buku kumpulan puisi tu ka kami, nak diditeliti de anak sastra ka jadi skripsi, ba kiro-kiro tu Tuangku?

  22. Suryadi mengatakan:

    Zulmasri,
    Baa pakaian Zulmasri bantuak pakaian Muammar Khdafi tampak dek ambo? Agiah lah ambo alamaik rumah jo nomor HP Zulmasri tu. Urah rumah urang Jawa atau urang Minang? Kalau tapasek ambo ka Pekalongan, mbocari Zulmasri beko.

  23. Zulmasri mengatakan:

    Pakaian? He he
    Alamat gubuk samantaro di Perum Pisma Blok M No.2 (masih nomaden). HP: 085642638639

  24. mairi nandarson mengatakan:

    ha.. rami rumah Pak Fadlillah mah.. basobok jo banyak kawan di siko.. taragak awak dek nyo.. hehehehe salam dari Batam…

    Salam angek, iyo sanang maliek blog kawan dari Batam, lapeh taragak dibueknyo

  25. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Pak Surya, bensin abih di bali. Kirim lah dari bulando seneak.
    Pak fadh, manga kini tu.

    Salam angek, ba-a kaba di Bali, ba ka baa di bali minyak dibali hehehe, jo sumbayang-sumbayang dibali, samo jo sate kawan atau ato kawan, eh ka Payakumbuah ado ato bamerek ayah, oto ayah tapi mambayia juo hehehe

  26. Suryadi mengatakan:

    Tarimo kasih ateh info alamaik hotel Zulmasri. ‘Rain maker’, baa kok lucut bensin di Bali? Minum bensin urang di sinan? Mairi Nandarson, baa kok Mairi tunjuak taruih awak?
    Nco…salang ambo topi Konco tu gak sahari…ambo ka pai baburu kondiak…

  27. Suryadi mengatakan:

    Bertubi2 ’searangan’ Katrin Bandel ka SAMAN jo AYU UTAMI. Kanai lendo pulo GOENAWAN MOHAMAD. Artikel2 Katrin lengkap di weblog R. Dhamparan. Tanggapilah dek pendekar2 kiritik sastra–Sudarmoko, Fadhlillah, dll.

    a mulai la, buka langkah dari Balando tu Tuangku, nak kami ikutipulo dari siko, langka tigo atau langka ampek kini ko? Silek Piaman atau silek Pauh ko? kami bacoan ayaik-ayaik cinta dari siko

  28. rumahteduh mengatakan:

    pak fadh…
    salam, pak
    berkunjunglah ke blog kami..

    http://www.rumahteduh.wordpress.com

    Insya Allah, aponilo ari hujan ambo akan bataduah dulu, yo padek yo, salam kreatif

  29. nurul fahmy mengatakan:

    assalamualaikum, pak.

    Walaikumsalam Buya, rahmat Tuhan beserta berkahnya sekalian alam, amin

  30. nurul fahmy mengatakan:

    komentar ambo dak apak tampilkan?

    salam hangat

    nurul fahmy

    Lai Buya, aman tu, blog Buya oke juga ya, eh Buya, dulu cd ensiklopedi ecarta Buya ado di Ambo, ba-a tu, Buya la pai se, untuak ambo se la cd tu yo.Salam angek. Manulih la di Padang nanti liek di blog ambo apo lai dimuet di koran Padang tu, oke?

  31. mairi nandarson mengatakan:

    salam bang suryadi.. tunjuak2 tu barek ka awak mah, ka urang ciek nyo.. ka awak ampek hehehehe baa kaba? lamak lo di blog pak fadh ko.. bantuak lapau lo.. takan katiko awak main2 ka Limau Manih, ado lapau di ateh bukik ketek di muko kampus tu.. nan kurang ciek nyo.. minum, kok bagalak-galaknyo lai.. rami malah hehehe salam kasadonyo dari Batam..

  32. nurulfahmy mengatakan:

    Pak, kok lai barakaik doa Apak ambo isuak jadi dosen, ambo batarimo kasih bana ka Apak, tapi alun kini lai Pak, Hiks !!! ambo alun S2 lai, santa lai, kuliah ambo dulu sakali lai. hehehehe.

    Sagan ambo kaurang sabalik, kok link blog ambo dilatakan di kategori dosen…

    salam

  33. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Untuak Zulmasri: Salam batamu baliak. Foto e gagah bana. Lai ingek jo samo ambo lai

    Untuak Pak Surya: Kalau ado nan maajak makan gulai kambiang ajak ambo ciek. Tapi gajeboh nan lamak

    Untuak Pak Fadh: Pak kok pulang ka Batu Sangka, lalu ka Padang Panjang, Balian ambo gajeboh ciek.

    Untuak kawan-kawan nan ado di blog ko, agiah komentar ka puisi ko ciek.

    Gajeboh

    Di malam perkawinan antara kabut dan perantaranya
    Dimanakah kau simpan titik api
    Yang hauskan semua pengembara
    Dan rindukan semua hujan yang turun
    Dari matahari yang semakin mengering
    Di depan rumah ibu kita

    (Da Zulmasri, Pak Surya, Pak Fadh, komentar lo sengenek yo)

    Salam dari ambo dari Pulau kenek.

  34. Zulmasri mengatakan:

    Elasmendri rang piaman, kini di bali yo? ba a kabanyo? kato ajo suryadi, rang bali lah minum bensin? hah?

    indak lupo samo elasmendri. o iyo, bundel majalah horison nan elasmendri pinjam masih disimpan ndak?

    Pak Fad, mo kasih numpang nulis di ruang ko

  35. Suryadi mengatakan:

    Iyo santiang pulo ‘Rain maker’ Elasmendri mambuek puisi. Aluih katamnyo. Susah ambo maurai kode2nyo. Mbo cari jo knci Inggirih indak cocok. Jo kaktuo indak juo cocok. Mbo bae bamanuang di kebun tulip di Keukenhoof dulu……
    Kok Zulamsri alah bakilek pulo kaniang nampak di ambo. Sabanta lai ka jadi professor, ndak?

  36. Zulmasri mengatakan:

    sia tuh zulamsri, jo?

    puisi elasmendri, awak satuju samo ajo suryadi. awakko ndak tahu hubungan gajebo samo malam perkawinan. rasonyo atau apo. tanyo ka pak fad sajo. ba a pak fad?

  37. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Da Zulmasri, Maaf pertamo ambo aturkan ko a. Masalah bundel horizon tu antah dima latak e a
    Kayaknyo di Piaman. karena wakatu ambo barangkek dari rumah ka pulau tampek ambo tadampa kini ambo tinggaan buku ambo saparo di rumah di pariaman. Antah sia nan mamindahan buku ambo tun ndak basoboak, tamasuak mungkin horison tun. Ambo balian jo horison baru yo.

    Kaduo, kayaknyo filsafat adalah pendalaman, filsafat adalah pendalaman dengan beribu pertanyaan, mungkin Pak Surya Jo Da zul bisa komen dengan puisi tu lewat pendalaman dan pertanyaan. Tapi kalau lah dalam bana, beko tabanek lo beko. Pabia an jo lah. Maota Nan Lain Jo lah awak.

    Ado usul ciek koa, maota awak tentang satu topik, awak kambangan ota tun, awak kompilasi komentar nan ada, awak jadian satu artikel keroyokan dari ota awak ko, awak tulis, awak kirin kama nan bisa dimuek, atau awak buek buku kenek-kenek tentang ota ko baa nyoah, lai satuju kasadonyo tua. Awak tantuan sia nan jadi editor ota ko beko.

    Ambo mulai lah jo pertanyaan ciek lu: Kalau seni ko dibaok bajalan-jalan apo nan tajadi?

    (mintak komentar urang lapau kasadonyo tu a.

    Pak Surya, lompek an baruak tun sangeneak, lah mancaguik karambia mudo di ateh, Pak.

    Pak Fadh, pirik usuak e tu sangeneak.

    Da Zul, iyo gagah taruih foto e rang.

  38. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Pak Fadlillah, kama nan mancogoak ko baa ko, kama, Pak.

  39. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Pak Fadlillah, ko, tamu e banyak. Tapi urang e ndak mancogoak, doah. Ka balaguan cogoak-mancogoak, tun.

    Pak Surya, laguan an lah cogoak-mancogoak tun a, ndak kalua mancogoak Pak Fadlillah tun.

    Da Zulmasri, bagitar lah sangeneak.

    Wah sori berat, koma, power suplai komputer tu malatuih patangko, rusak, ba-a ka mancogok, kini, ala agak elok. Iyo minta maaf bana ko, salam angek untuak sanak kasadonyo.

  40. Zulmasri mengatakan:

    Elasmendri yg baek.
    Kok ndak ditulis sajo pikiran Elas itu di blog punyo Elas. Bia nanti diskusi tambah lamak. Indak lamak pakai ladang Pak Fad taruih. Ditunggu

  41. Zulmasri mengatakan:

    1. Pak Fad apo sadang tajadi di Padang? Awak baco di blog Sasindo yo bakacamuak nampaknyo masalah patamuan penyair. Ado apo sabananyo?
    2. Awak penasaran jo anak-anak di Rumah Teduh. Siapo mereka tu?

    Para penyair bertemu di di Payakumbuh, di motori oleh Iyut Fitra dan Sudarmoko (Sasindo 95), sekarang generasi baru cukup bergairah, kita berharap pertemuan tu sukses.

    Ada beberapa komunitas cukup bergairah sekarang, mereka generasi baru, seperti komunitas Daun, Ilalang Senja, Hijau Muda, Kandang Pedati, dan Rumah Teduh. Beberapa dari Mahasiswa FSUA juga. Rumah Teduh ada blognya http://rumahteduh.wordpress.com/.

  42. Suryadi mengatakan:

    Elas,
    Kalau seni dibao bajalan-jalan, mako seni tu akan ‘lapuak’ di jalan. Ambo liek jarang nagari asiang nan mambao duta seni nyo ka lua nagari. Mereka batindak sabaliaknyo: manyuruah urang asiang maliek seninyo ka nugarinyo sendiri. Jadi, soal seni nan dibaok bajalan2 ko sabananyo kito taparangkap dek mode nan dikembangkan kolonialisme zaman saisuak: ingeklah pameran Hindia Belanda di Amsterdam babarapo kali. Nyo pajang awak di situ, nyo caliak2.

  43. Suryadi mengatakan:

    Baa acok bana Limau Manih tu ditembak patuih, Fadh?

    Semoga, indak saroman istana Pagaruyuang pulo, kalau jadi Sutan Bagagarsyah jadi pahlawan bersertifikat, sia nan ka ditembak patuih Nco? Kabanyo Konco dicari-cari dubalang Pagaruyuang, dek tulisan Konco di Padeks tu! Jan Pulang dulu Nco.

  44. wannofri mengatakan:

    nampak dek ambo, iyo lah kayo sutan. Siko sawah siko sawah sawahheeee kasasoalahe… Iyo alah kayobana sutan. Ko sasuai jo lagu ebiet. “aku pernah punya cita-cita, jadi petani kecil, di belakang rumah kupelihara berbagai tanaman…..lanjutkanlah sutan.

    Cimees dari Malaysia, semoga jadi Doa, amin, Apo kaba di malay sekarang tu? Kirimlah tulisan ka Kompas, nak kami baco.

  45. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Hi, Da Zul : Thanks. Ladang di kebun tetangga, lebih baik dari ladang di kebun sendiri. (bagarah jo nyoh, koa, hihihi)

    Baa pandapek Pak Surya tu a?

    Salam dari Bali.

    Apo nan lamak di Pekalongan, tu Da Zul. Numpang makan ciek sinan.

  46. Suryadi mengatakan:

    Urang marayakan hari wapaik Khairil Anwar di Taeh, nan Wannofri manyingkia waknyo ka Bangi Selangor Darul Ehsan. Baa tu Nco? Zulmasri, baokan kain batiak Pakalongan nan gak aluih tu ciek. ‘Rain maker’ Elasmendri, lah pandai mambaco naskah lontar di Gedung Kirtya tu? Lah pandai paggia “Oooommmmmm….oommmmm shanti..shanti…oooommmm!” Nco, kok yo berang Dubalang Pagaruyuang dek tulisan ambo di Padang Ekspres tu, iyo lah ka jadi ‘exile’ pulo ambo ko di nagari urang, padohal ambo ndak tahan kalau sakali sataun indak makan kuah sate Piaman. Sansai wak ambo.

  47. Zulmasri mengatakan:

    Elas, kalau makanan yo kalah jauh rasonyo dibandiang jo nasi kapau atau simpang raya.
    Andalannyo batiak, banyak di siko, baserak-serak. Ajo kalau kamari bisa cari nan paliang aluih bahannyo (sampai ndak taliek) di grosir setono, gamer, pasa santiling, dll. Malampuah, murah-murah hargonyo. Ajo pengen hargo 500 rb atau sajuta, ado barangnyo.
    O iyo, cari batiak nan bahannyo aluih untuak apo Jo? Untuak muandok? Kato Pak Fad, ajo dicari-cari urang yo

  48. Zulmasri mengatakan:

    Awak satuju jo pandapek ajo tantang seni nan bajalan tu. Alun lamo tabatiak kaba: urang awak (Indonesia) jadi duta seni ka lua nagari. Nyatonyo di lua nagari mereka tu dijadikan pambantu, tukang cuci, bahkan ado nan jadi palacua. Menyedihkan.

  49. Suryadi mengatakan:

    Zulmasri, ambo mancari batiak Pakalongan nan aluih-aluih gunonyo untuak manapih santan……(ups???). Konco Fadlillah, baa mako Fauzi Bahar suko bana mandoa basamo kini? Nyo kumpuakan urang di tongah lopang–mulai dari anak sakola sampai ka nan gaek agogo–sudah tu nyo suruah ratik tagak jo mandoa basamo. Asmaul Husna lah namonyo…tabligh akbar lah…Fenomena apo pulo ko Nco? Kok di surau saisuak ambolai dapek nasi bungkuih (namonyo nasik samek,dek basamek jo lidih) kalau urang mandoa basamo. Ko, lai diagiah dek Fauzi Bahar urang2 tu nasi samek sasudah disuruah bapaneh2 mandoa basamo? Ka jadi labai ko Fauzi Bahar sasudah baranti isuak jadi Walikota Padang?

    Nan Kodo Baha Nco? Nampaknyo iyo ndak Nco, paniang awak macaliak e, Nan Kodo Baha ko. antah sasek aia, antah sasek kaji, karajo buya nyo karajoan pulo, samataro karajonyo baleak-leak; bus kota jo angkot nan mamakak batuak urang bagak sampai kini, pasa ikan pasa sayua, seluruh pasa nan baleak-leak, PKL nan sakalamak ati-e, polisi pasa nan bantuak tantara preman ilia mudiak, samantaro terminal Goan Hoat dijua ka Cino, ruko jo tanah di tapi pantai dijua ka cino juo, ka rakyaik dikecean investor padohal nagari ko nyo-jua, urang disuruahnnyo bazikir, samantaro pengemis, amak, anak, apak, bayi jalanan baleak-leak. Taluak Bayua, nyo jadikan pusat tantara, tantulah saroman Surabaya, Padang ko lai, Samataro pulo karajo guru nyo karajokan pulo, anak sikolah nyo suruah bajilbab.
    Sajak Nankodo Baha pulang dari lauik ko, saramoan ikolah karajonyo. Kok Bahasa nyorusak, nyotuli “ku jaga ku bela”.
    Kabanyo inyo terkuat untuak tapiliah sakali lai.

  50. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Bisa mintak tolong pak Fadh.
    Pak Fadh, Carian Ambo Buku Pak Suryadi Ciek di Padang Judulnyo “Syair Sunur”. samo “Madilog” – Tan Malaka. Bara arago buku tu kaduo nyo, jo bara ongkos kirim, ambo tunggu yo.

    Ondeh Mandeh, buku tu alah abih, Syair Sunur tu alah ndak ado lai, Madilog tu ala lamo abih, cari se ka Jogya.

  51. Suryadi mengatakan:

    Konco Fadlillah, iyo batua kecek Nco tu. Hari ko kalua pulo inyo di Padang Ekspres. Bahaso Arab judul tulisan e (Lai pandai wee mangaji ko?) Batua bana, Nco! Nangkodo Baha ko mampagunokan agamo untuak malampok cadiak buruaknyo. Bak kecek Konco, lah bagalemak-peak kota Padang ko dek nyo. Urang gilo baladiang ko ka tapiliah pulo sakali lai? Sia tu nan mamilih? Ha ha…kok ‘maaram’ ko nyeh lai kota Padangko suak lauik.
    ‘Rain Maker’, di biliak karajo ambo, mbo caliak lai ado juo lai sakapiang buku Syair Sunur tu. Baa? Kama ka ambo kirimkan? Agiah alamat ‘hotel’ tampek ‘Rain Maker’ Elasmendri tingga.

  52. Zulmasri mengatakan:

    sia tu fauzi bahar? wakatu masih di padang, kok awak ndak tahu jo urangnyo yo. wakatu alah jadi wali kota padang, karajonyo bolak baliak padang jakarta. di jakarta nyo badagang baju di kaki limo. kalau baitu yo la jadi urang bagak di kampuang yo.

    ajo bilo pulang? kalau pas ka pilkada, ikuik se. nanti didukuang dari kota batiak. pak fad satuju kan?

    Kalau Ajo Suryadi ambo satuju, lansuang ambo jadi tim sukses tuma

  53. Suryadi mengatakan:

    Ambo ndak namuah masuak Pilkada doh, Zulmasri, beko ‘bakada-kada’ ambo. Payah pulo beko pi kama-kama, takuik dituduah pakai pitih rakyaik pulo. Padohal ambo urang palala. Bialah konco ambo Fadlillah se nan ikuik. Kito dorong dari balakang.

    Ambo yo takuik lo dek kada Nco.

  54. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Dear Pak Surya,

    I have sent e-mail to you about the hotel where I stay.

    Thanks for the books you would send to me. It would be a great happiness to have your book about the country in the big ocean of west coast of West Sumatera.

    Thanks

  55. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Untuk Pak Fadh,

    Berbahagialah,
    Banyak tamu di rumahmu
    Jangan pernah suruh mereka pergi
    Kalau mereka hanya bercerita
    Bahwa hujan tak pernah lagi lewat di rumahmu

    Salam perkoncoan.
    Ikuit konco-konco ciek yo. Ndak usah maurus Pilkada:

    Never talk to stranger

  56. kinoi mengatakan:

    singgah ciek komandan..numpang lalu..

    Oi ngopi dulu, lai baa kaba kini tu?

  57. Suryadi mengatakan:

    Konco Fadlillah. Apo pulo nan bajangkik di Padang (dan kota2 lainnyo) kini? SMS SANTET? Wah…pakau pula kita ko? Orang Indonesia hebat2. Bisa nggak menyantet Presiden Bush. No hpnyo lai di ambo ko.
    Mainkan LEAK Bali tu, Elasmendri.

  58. Zulmasri mengatakan:

    wah wajah baru pak fad? mudah-mudahan ganti bukan karena gurau rang malaysia, da wansamry.

    ajo suryadi, mainkan gasiang tangkurak tu. hebat mano jo sms santet…

  59. Suryadi mengatakan:

    Zulmasri, iyo wajah baru tampaknyo ko. Ambo malah sanang maliek pamandangan sawah jo dangau nan dulu. Tabayang dek ambo kami kemping di Rao-rao dulu. Pak Gusdi Sastra kanai kantuik dalam kalumun dek ‘Buya’ Fajri Usman. Baa kok barubah, Konco Fadhlillah. Pengunjung protes nih!
    Akan kito mainkan gasiang tangkurak tu, Zulmasri. Bia nak mamanjek2 dindiang paja ko.

  60. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Untuak konco-konco:

    Sebuah renungan

    Sebuah kalimat bijak nan baisi motivasi sangaik gadang nan disampaian dek orang tuo awak, pendiri INS Kayu Tanam: T. Moch. Syafei:

    “Lebih baik menjadi raja kecil daripada menjadi budak besar.”

    Rasonyo mungkin bisa menjadi renungan bagi kita basamo. Mumpung Mei adalah Kebangkitan Nasional. Marilah kita memotivasi diri.

    Tafsirkanlah.

    Iyolah kalau baitu, ambo pai ka gunuang ledang sabanta, batarak untuk maranungkannyo.

  61. Suryadi mengatakan:

    Satuju awak……saratuih persen
    Kama tuan rumah (Fadlillah) ko? Lah kembali pula di ke Ranah Sikalawi?

    Indak basobok Puti Bungsu lai, ala di bao dek Cindua Mato, baa kaba Nan Kodo Baha tu kini Nco?

  62. Zulmasri mengatakan:

    Pak Fad, ajo Sur, Elas, dll. Alhamdulillah, anak awak alah laia. Cek di blog awak. Mo kasih doanyo.

    Selamat, semoga sehat dengan berkah dan rahmat Allah, amien.

  63. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Da Zul,
    Salamaik punyo momongan baru. Salamaik bahagia. semoga menjadi anak yang Saleh dan Pintar. Semoga selalu berbahagia.

    Salam

    Elas

  64. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Pak Surya,
    Pak Fadh, inyo sadang batarak di ateh Gunuang Marapi tu mah. Mako-nya ndak nampak. Jan digaduah pulo.

    Pak Surya, lah tarimo alamat hotel ambo?

    Iyo, batarak-tarak dek minyak naik ko, dikaja de Nan Kodo Baha, larai ka gunuang ledang limau manih hehehehe

  65. ary sastra mengatakan:

    Assalammualaikum WW. Sabana lapeh taragak ambo mancaliak foto Da Fadh. Batambah ganteng kini yo… Mudah-mudahan Da Fadh lai takana juo jo ambo. Salam buat keluarga dan Ibu dan Bapak Dosen di Limau Manih. from Kobek….

    Onndeeeeeeeh awak bana kironyo… ala lamo inda basuo, sakali-sakali singgalah ka Limau manih, baa kaba Batam tu, iyo sabana sukses nampaknyo… sayang di Blok tu indak bisa bakomentar, agia program komentar ciek.

  66. manix mengatakan:

    sehat komandan? komandan, tulisan yg dikirim k ambo tuh (Mengapa Kita Masih Miskin?) ambo posting ke blog ambo yo? boleh kan? bia bnyk nan baco. mokasih. hehehe..

    Yo, satuju sajo, asal sambuikan sumbernyo…selamat.

  67. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Kama urang-urang ko Pak Fadh,
    Agak langang galanggang sengeneak.
    Jo Rajo Galanggang ndak nampak doah.
    Manga urang di ranah Sikalawi, Pak Surya.

    Minyak dek naik koma, mungkin pai demo bagai atau pai mancari minyak ka padang siminyak heheheh

  68. Suryadi mengatakan:

    Kepada Zulmasri: selamat untuk kelahiran anaknya. Semoga memberi berkah kepada orang tua. Gelang rambut anarki. Kau lahir waktu pagi, ketika harga minyak sedang melonjak tinggi….
    Kepada ‘rain maker’ Elasmendri: Selamat juga atas kembalinya banyak turis mengunjungi Bali. Alamat hotel sudah diterima, namun buku belum sempat dikirimkan. Orang memang agak berduka di Ranah Sikalawi: Tiang Bungkuak meninggal dunia.
    Kepada Fadlillah M.St.Kayo: Selamat atas artikelnya yang membuat perut Dekan Fak Sastra Unand mules. Apa yang terjadi? Ambo lai rencana ke Indonesia Juli-Agustus. Ada kerjaan sedikit di Bandung dan Buton. Juni juga mau pergi sebenetar ke Liverpool untuk the 24th ASEASUK Conference. Mau dibawakan apa dari kota the Beatles itu?

    Iyo, salamaiklah kapado Zulmasri atas kelahiran anak baliau, semoga daat rahmat Allah yang banyak, dalam kondisi negara yang runyam ko. Samoga inyo jadi urang “gadang” nanti nak bisa manyalasaikan negara ko. Eh konco tinggi jam terbangnyo yo, satinggi-tinggi tabang singga juolah ka limau manih nak kito sasak mandirikan fakultas kebudayaan Minangkabau heheheh.

  69. Zulmasri mengatakan:

    trims doa kawan-kawan untuak anak awak. mo kasih banyak.

    untuak kobek, batua kato pak fad, susah komentar di blog kobek. apo paralu ganti pakai wordpress sajo.

    tapi garembeh di wajah kobek tambah subur, melebihi alm da Al (yusriwal).

    salam jabek arek

    Samo-samo,

  70. Suryadi mengatakan:

    Ambo suko maagiah komentar di blog Konco Malin St. Kayo ko dek indak ado syarat harus masuak’an password dll. bagai. Payah bana, rancak tabukan bantuak blog Konco ambo ko. Kalau dibuek Fakultas Kebudayaan Minangkabau, ambo usul dekannyo Drs. Fadlilah Malin Sutan Kayo, MSi sajo kito angkek. Gaji gak 15 jut sabulan kan lai cukuik tu?

    Ampun Nco, jaan baitu, ambo arok kalau badiri FKM tu, konco pulang untuak mamimpinnyo, bangun kampuang heheheh. Eh Nco si Koko, alun lapeh taragak awak jo inyo, inyo la pailo maaja bahasa Indonesia ka Korea, ondeh made, bilo nagari ko ka dibangun, satu parsatu urang hebatnyo pai marantau.
    Kalau baitu ambo baliakan sajo alaman komentar ka mungko yo, buliah sero awak mangecek

  71. Suryadi mengatakan:

    Jaan comeh bina, Nco. Satinggi2 tabang bangau tantu tinggi juo kapataabang….eh…pulangnyo ka kubangan juo. Kalau lah tadonga Nco jadi Rektor UNAND,ambo kamehan bungkuihsan ambo lai.Mboa pai balayie pulang lai…

    lai ndak kanai gusur Nco, kaba fakultas sastra Leiden kabatuka lo lai (Kejayaan Leiden, “Past Perfect Tense?”), mungkin dek karano tulisan ambo tu ndak? heheheh ge er ambo koma.

  72. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Gurambeh
    (Puisi salam basobok untuk Da Kobek)

    Ku tak mau terkatung-katung di jalanmu
    Akhirnya aku keluarkan engkau
    Dari dagu dan pipiku

  73. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Satuju ambo tu mah, Pak Surya.
    Pak Malin Sutan Kayo Jadi Dekan-nyo. Kalau Ndak cukuik 15 juta, ambo tambah nggak sengeneak beko.

    Pak Fadh, have a nice weekend!

    Jaan la baitu, sagan awak, banyak senior awak lai….

  74. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Pak Surya,
    Bulando iyo basansam main e di Euro 2008 mah.
    Baagiah capak-capak baruak lo pemain e sabalun ke Swiss ndak?

    Have a nice weekend to you and your familiy.

  75. zaiful mengatakan:

    salam motivasi modal insan juara
    aminnnnnnnnnnnnn……….

    Amiiiien juga

  76. ary sastra mengatakan:

    Assalammualaikum. Baa Kaba Da Fadh. Nomor HP Da Fadh yang di blog dosen itu ndak bisa dihubungi doh. Bara nomor HP Da Fadh nan sabananyo. Untuak Zulmasri Salam kompak. Lapeh taragak ambo maliek foto inyo. Sudah tuh Elasmendri. Baa kaba kini. Sudah tuh jo Ajo Suryadi. Mudah-mudahan lai takana juo jo Ambo…

    Onde adinda Kobek. luar biasa, No hp? aman tu, beko ambo pelok-i, ambo tatap takana petuah adinda, “jaan lupo paga diri”, hehehe, baa lai buliah manulih di koran tu ciek heheh.

  77. manix mengatakan:

    lah ambo posting ke blog ambo, komandan. mokasi atas izinnyo. kalo lah ado iklan nan masuak ka blog, setiap tulisan akan ambo agiah honor. doakan sajo. hahahaha… teruskan perjuangan!!

    Aman, oke, ehh ambo ka singgah ka Jambi tgl 8 Juli, mandanga dialog sastrawan, lai buliah ndak?

  78. koeboe mengatakan:

    Pak, iko ambo (azan). jangan lupa link y pak… trims…

    Aman tu…

  79. agus h mengatakan:

    assalamualaikum, komandan.
    a kbr kini, mudo se taruih nampaknya. salam to bang kobek, juo selamat ke da zulmasri atas kelahiran anaknya.

    semoga suatu hari da suryadi benar2 jd rektor unand, komandan jd dekan, dan orang2 seperti koko dll tak perlu pergi, sbb di sana mereka dihargai.

    salam,
    ah

    Wah Bung, sudah di negeri paman sam sekarang ya? tak pernah terbayangkan olehku ketika di lapau Owen bahwa bung akan menginjakkan kaki di negeri Winetow itu, luar biasa, selamat Bung. Kalau Bung pulang nanti singgah ke Soul ya, atau singgah ke Belanda tempat konco Suryadi, sampaikan salamku nanti kepada Koko, di sini aku bayangkan Bung sedang mengisap sebatang Malboro dan meneguk secangkir kopi … wahhh.. jangan lupa nulis puisi di Kompas atau Koran tempo Minggu ya, Bung jadi semangat bagi kawan-kawan di kafe ni pik kamek (yang sudah bisa berinternet denga lap top). Salam dari jauh….

  80. agus h mengatakan:

    salam,

    aku tinggal di small city, state massachusetts. kamarku berhadapan dgn sebuah taman kota, luas, asri, dan bersih. taman itu jd tempat orang2 mengungkapkan cinta dgn jujur, sublim dan puitis. setiap bangku bertuliskan nama2.. bangku-bangku dengan secarik memento, sejenis obituary untuk apa yang kita cintai. di taman itu, aku paling senang duduk di bangku bertuliskan “berty and burker, from your children”, yang terbuat dari kayu, menghadap ke sepasang pohon oak tua.

    mungkin, suatu hari, aku jg mau memesan sebuah bangku kayu, menghadap ke timur, di situ akan kutulis sebuah nama, “indonesia, ……-today”

    wah, senang bisa menyemangati kawan2.

    di sini aku msh berkutat dgn rasa kehilangan, komandan. memulai dari awal lagi, dan mulai mencari dan menemukan. seperti sebuah keluarga yang tinggal tdk jauh dr tempatku. mereka begitu sedih atas kehilangan kucingnya, mereka bikin pamflet, lengkap dgn foto si kucing and no tlp yang bs dihub.

    waw, kubilang ke seorang kawan, di negeriku ribuan orang hilang dan dihilangkan. dalam th 65, nyaris sejuta orang hilang, di peristiwa priok, aceh, di peristiwa 98 dll. dan anehnya kami tak pernah merasa kehilangan. betul, komandan?

    e, ambo jd takana pasar baru, membayangkan jejalan ke kampus, dan sebuah ruang yang dikelilingi debu, dengan komandan di situ lengkap dengan topi serdadu. mungkin bisa komandan buatkan sebuah bangku kayu di pojok sastra tu, dengan tulisan “to koko and agus from yours in struggle”…he…he….

    salam

    Begitulah Bung, di Indonesia, barangkali kita banyak menemukan kucing-kucing kurus kelaparan di komplek perumahan orang kaya. Jangankan kucing, orang kurus kelaparan pun berserak dan dibujuk dengan uang Rp. 100 ribu rupiah.. heeeeiiii antalah…
    Sehingga manusia mati di pinggir jalan….. sementara para pemimpin membaca asmaul husna beramai-ramai
    Iko berita hari ini di Singgalang, kawan……:
    http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=663&Itemid=308
    Lelaki Tuna Wisma Ditemukan Jadi Mayat
    Selasa, 24 Juni 2008
    GOTONG MAYAT – Petugas Identifikasi Poltabes Padang menggotong mayat seorang kakek tuna wisma berumur, 65 yang diduga meninggal karena sakit, Senin (23/6) sekitar pukul 11.00 WIB di sebuah gubuk bekas pangkalan ojek, persisnya di Jalan Ulak Karang Raya, Kecamatan Padang Utara, Padang.Muhammad Fitrah (berita terkait halaman 22)Padang, Singgalang
    Lelaki tuna wiswa diperikirakan berusia sekitar 65 tahun, ditemukan jadi mayat di Jalan Ulak Karang Raya, Kecamatan Padang Utara, Senin (23/6) sekitar pukul 11.00 WIB. Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Diduga ia meninggal karena sakit. Muslim Ketua RT setempat kepada wartawan mengatakan, sehari sebelum ditemukan meninggal, lelaki tua memakai baju kemeja warna merah hati celana panjang masih sehat. Bahkan pada malamnya, warga masih sempat memberikan makanan dan minuman ala kadar kepada lelaki itu.
    “Tahu-tahu, kami menemukan lelaki tua itu sudah jadi mayat,” ujar Muslim.
    Salah seorang warga Andi, 34, menuturkan, lelaki itu sejak dua hari yang lalu berada di kawasan Jalan Ulak Karang Raya. Kepada warga lelaki itu mengaku bernama Baraim.
    “Katanya ia tinggal di Parak Karakah. Karena kasihan, kami pun mencari tahu keluarga lelaki itu. Namun, warga Parak Karakah tidak satupun yang mengenalnya,” kata Andi.
    Selama dua hari di Jalan Ulak Karang Raya, lelaki itu menumpang hidup di sebuah gubuk bekas pangkalan ojek. Lelaki yang sudah ubanan tersebut selama ini tidak pernah mengganggu warga. o109/cr02

  81. manik mengatakan:

    wah, terlalu ambo harus melarang sesuatu yang baguno dan baik untuk ambo, komandan dan org lain? silahkan kunjung ke Jambi komandan. Jadi tim monitoring independent ajo bko ndak? hehehehe… kami tunggu kedatangannyo yo?? jgn lupo sedikit oleh2 dari sinan sekadar menjemput memori. makasi, komandan.

    salam

    Amantu, oleh-olehnyo makalah se yo heheh

  82. manix mengatakan:

    komandan, ambo danga berita oleh pantia temu sastrawan nan di Jambi bln Juli tuh. bahwasanyo, komandan diminta menjadi pembicara/pemakalah untuk tematik “Advokasi Sastra”. nah, tuh lah undangan hebat tuh!! segeralah tibo, kami tunggu kedatangannyo. hehehehe…
    salam

    Itulah, tapaso ambo basitukin untuak manulih, untuak mambela sastra, apo paralu dibuek pulo Undang-undang untuak sastra jo sastrawan, nampaknyo di negara ko segala sesuatu dibuekkan UU, bisa-bisa ka WC dibuekkan UU pulo heheh

  83. Suryadi mengatakan:

    Dari Amerika, Bali, Jambi, Pantura, Ulando, Betwi, Tobek Patah,…..kita bertemu di sini…mengenang angin sepoi di kampus Limau Manih. Masih terngiang buno cingkariak dan kondiak di malam hari…
    Kemaren aku tertahan sebentar di Liverpool John Lennon International Airport, karena ada badai d Laut Utara. Tersandar aku di patung besinya yang dipajang di departure gate. Dua hari bicara dalam the 24 ASEASUK conference, tapi di hari aku ingin cepat pulang. Dimana bisa kucari martabak mesir, sate Piaman, dan lompong sagu bagulo lawang di kota yang penuh gedung2 tua hasil perahan tenaga dan nyawa manusia Afrika Selatan, India, Malaysia, dan Pakistan itu? Di malam yang masih terang aku mendarat kembali tgl. 22 Juni di Schiphol international Airport, Amsterdam. Tak jua kutemukan nasi kapau si Kamba dan Soto Padang di sana. Wahai Toto Sudarto Bachtiar, benar katamu: “Aku telah sampai pada batas tepi dimana aku tak bisa kembali lagi…”

    Aku jadi teringat dengan puisi Sitor ….
    Ee Nco padiah mah… taraso jo saluang di siko…. katahuilah
    iko berita dari Singalang:

    http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=728&Itemid=274
    Awak Miskin, Anak Lulus di IPB

    Kamis, 26 Juni 2008

    ImagePADANG—Betapa gembiranya Ariel Febrila Niswar, salah seorang siswa SMA 10 Padang yang lulus tahun ini ketika menerima surat dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Di dalam surat yang bernomor 1383/13/PP/2008/G64080040 itu tertulis ucapan selamat, ia diterima sebagai mahasiswa undangan di perguruan tinggi itu pada jurusan Komputer. Namun, mendadak ia lunglai. Air mata gadis itu menetes. Ia tahu bapaknya tak punya uang. Ia sadar ibunya juga demikian. Tapi, haruskah cita-citanya kandas.
    Ia mungkin yang salah kenapa lahir menjadi anak pintar. Tapi tidak juga. ia berdoa dan pasrah kepada Tuhan. Akan halnya kedua orangtuanya, tak siang tak malam senantiasa gelisah. Ingin benar hati keduanya akan tercinta bisa kuliah. Sekarang IPB mengundangnya untuk datang.
    gadis ini tak sanggup membaca surat dari IP B itu. Hanya sampai membaca ucapan selamat itu, Riri begitu panggilan akrabnya yang tinggal di Jalan Apel I nomor 101 Perumnas Belimbing, Padang merasakan gembira. Maklum saja, dari ribuan siswa kelas tiga asal Sumbar yang mendaftar di IPB itu hanya lima orang yang lulus, dialah salah satunya. Selanjutnya, gembira bertukar rasa gundah, uang Rp10.535.000 entah dimana akan didapatkan demi menebus selembar kertas undangan itu. Sementara sesuai petunjuk dalam surat, biaya sudah harus dibayar paling lambat tanggal 30 Juni mendatang.
    “Tidak tahu apa yang hendak saya perbuat lagi, saya sangat berharap bisa kuliah di sana, tapi uang itu benar yang tidak ada untuk biayanya,” kata Riri kepada Singgalang kemarin (25/6).
    Berharap dari orangtua, sama saja menunggu hujan dari langit di musim kemarau. Bapak yang hanya seorang Satuan Polisi Pamong Praja, Iswarwan Niswar dan ibu, Yellis Tosen sebagai ibu rumah tangga tak punya daya tuk menebus lembar kuwitansi yang diminta pihak IPB itu. Sudahlah hanya seorang PNS kelas bawah, Pol PP yang bertugas sebagai penjaga rumah Sekda, hutang sudah selilit pinggang pula. Belum lagi biaya keluarga sehari-hari beserta dua oarang anaknya yang lain. Satu mahasiswa semester tiga Universitas Andalas (Unand) dan satu lagi murid kelas lima Sekolah Dasar (SD).
    “Tak sanggup lagi saya memikirkannya, sedih memang hati saya. Anak-anak punya kemampuan dan pintar, tapi ekonomi keluarga yang tak sanggup memenuhi tuntutan mereka,” kata Miswar lirih, saat mendampingi Riri di kantor redaksi Singgalang.
    Dari cerita Miswar, sudah beberapa upaya yang ia lakukan untuk mencari uang yang Rp10 juta lebih itu, dengan cara mengajukan proposal, meminta beasiswa kepada instansi pemerintah dan beberapa perusahaan, tapi tak kunjung dapat respon. Tak putus asa sampai di sana, ditolak satu kali, ia coba masukkan lagi, namun hasilnya tetap sama.
    “Ya bagaimana lagi, inilah nasib sebagai rakyat miskin. Demi kesuksesan Riri semua jalan akan saya upayakan” ujarnya bapak tiga orang anak itu dengan semangat yang menggebu. Tapi hanya semangat yang daya tak ada juga.
    Kini tidak tahu lagi ia harus bagaimana mencari uang yang Rp10 juta. Semangat Riri ingin kuliah di IPB, bak api membara. Namun apakah harus padam karena setitik air, belum satupun jua yang bisa menjawab. “Uang kami memang tidak ada, tapi upaya sudah dilakukan, semuanya kami serahkan kapadamu ya Tuhan,” kata Riri bersama ayahnya berbarengan. Andika ***

  84. agus, deportees too mengatakan:

    beberapa hari yang lalu, aku diajak makan malam oleh seorang temen, seniman dan seorang guru di high school sini. selain aku, temen itu dan istrinya, ada juga seorang social worker, lecturer, pasangan muda dari brasil yang sdg ngambil doktor dan master, dan satu pasangan lg dari south africa.

    yg social worker sdh keliling dunia, termasuk aceh pasca tsunami, yg lecturer punya ducth ancestor, yg dr brasil masing2 punya garis turunan berbeda, suami german, istri itali. menarik pasangan satu lg, dari south africa tp keturunan india. dan, dia bilang, bahwa saudara jauhnya punya suami yang leluhurnya berasal dari indonesia.

    aku digigit sunyi. untunglah, kami makan di korea restauran, yang dindingnya dipenuhi graffiti. ada bermacam aksara, bermacam bahasa di dinding itu. dan..waw, ada jg bahasa melayu di situ. “Selamat Datang” ttd sebuah nama indonesia Sanjaya…apa berikutnya..aku lupa..

    korea restoran dgn bahasa dan sebuah nama Indonesia,paling kurang bikin aku tidak merasa sendiri. ada Asia yang menemani, sebuah tanah yang sekian lama kubayangkan sebagai identitas, sebagai esensi, yang barangkali sesungguhnya cuma perlambang, sebuah tautan bagi ingatan.

    aku coba memahami itu, kini Komandan. jg cb memahami diksi puisi yang dikutip da suryadi, “pada batas tepi di mana aku tak bisa kembali lagi..”

    selama ini, “batas itu” begitu pasti, sesuatu yang telah terbentuk, dan bukan sesuatu yang sedang dibentuk. sekian lama, kita terbiasa memahaminya secara ganda: “ruang” yang berarti asal dan “tanda” yang berarti pesan2 identitas. dan kita si “puppet”, si wayang, dan entah siapa si “dalang”.

    “jangan berhenti di sini, kata chairil, “kita pejalan larut menembus kabut,”

    ah…abis, makan, kami jalan ke Iron house–atau horse–semacam klab musik. malam itu tampil musisik kulit hitam. aku dak begitu tahu jenis musiknya, seperti campuran jazz, reggae, dan entah apa lg. terakhir dia maenkan lagu–kata temen seniman/guru, yang berjudul “deportees”, ditulis oleh Woody Guthrie, penyair, songwriter, and american folk musician.

    ‘….so, farewell to my friends, good-bye Rosalita/ Adios mis amigos, youse the same Maria/ you won’t have name when you fly the big aeroplane/ all they will call you will be deportees…’

    sebuah lagu protes, Komandan. protes atas rasisme terhadap buruh perkebunan, sama dgn TKI ilegal kita di Malaysia. mereka asal mexico yang dideportasi ke tanah “asalnya”, dgn pesawat tua yang kemudian jatuh. lagu ini memprotes perlakuan media, yang tidak menyebut korban dengan nama, tapi dengan sebutan “deportees”.

    sama dgn TKI dan kita di malaysia yg tidak disebut dgn nama, tapi cukup dengan sebutan “budak indon…!!!” BEDEBAHHHH…………!!

    sorry klu kepanjangan, Komandan.

    salam

    Sementara sekolah-sekolah dari TK sampai PT mendidik orang menjadi penganguguran, —mendidik mereka untuk jadi budak di negeri sendiri dan negeri orang—, Bung kesunyian di negeri orang sementara ada kesepian dinegeri sendiri yang tidak terlerai…..

    Iko berita padiah ciek Bung:
    http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=761&Itemid=274

    Rahman Lulus PMDK, Hanya Nenek tempat Bergantung

    Jumat, 27 Juni 2008

    Laporan Yuke
    Bastari, nenek Rahman berharap uluran tangan dermawan yang memberikan bantuan, untuk kelanjutan pendidikan cucunya yang memiliki otak yang cerdas.PADANG— Lulus PMDK, tapi seketika tubuhnya menggigil karena ketiadaan uang. Bapak dan emak bercerai, awak tinggal bersama nenek. Apalah daya nenek. Tapi, cinta nenek pada cucunya siang malam tak putus-putus. Ia doakan cita-cita cucunya berhasil. Masalahnya hari ini, uang untuk menembus blanko PMDK itu benar yang tak ada. Nasib buruk di hari baik itu menimpa seorang remaja putra. Abdurrahman, namanya. Saat ini usianya baru 18 tahun dan tahun ini ia menyelesaikan studinya di SMK. Rahman, begitu dia akrab disapa terlahir dari keluarga yang tidak berpunya. Meski begitu dia punya kecerdasan yang luar biasa. Terutama mata pelajaran Akuntansi.
    Pada 16 Juni lalu hasil kelulusan sudah berada digenggamannya. Sebelumnya dia juga telah lulus di Program Studi Akuntansi kelas bilingual di Universitas Andalas Padang.
    Saat menerima kelulusan itu, seketika tubuhnya bergetar, jantungnya berdegup kencang. Ia bagai baru tersadar dari mimpi, tidak mungkin bermimpi terlalu indah. Untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Karena tingginya biaya pendidikan di perguruan tempat ia diterima melalui jalur khusus
    Selama ini biaya hidup dan pendidikan rahman, ditanggung bersama oleh sanak familinya. “Sebelum hasil kelulusan di tangan hati saya was-was, lalu saya berkata dalam hati. Apa mungkin saya bisa kuliah? Karena saya orang yang tidak berpunya,” sebut Rahman.
    Sejak berpisah dari ibu, ayah dan adik-adiknya di kampungnya Pasaman, Rahman hidup dengan neneknya di Padang. Ketika itu ia baru berumur 12 tahun, nenek dan sanak saudaranyalah yang menanggung hidup Rahman hingga sekarang.
    “Saya tidak tahu harus berbuat apa untuk kelulusan ini. Hati kecil saya ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tapi itu semua tidak mungkin. Sebab orangtua saya bukan orang berpunya, berharap pada keluarga juga tidak memungkinkan lagi,” sebut siswa SMK 3 Padang ini.
    Meski hidup dalam segala keterbatasan, Rahman selalu ceria di depan semua orang. Tapi di balik senyum yang tersungging di bibirnya ada sebuah beban. Beban hidup yang begitu berat, sebab apa yang ia cita-citakan akan terputus di tengah jalan. Impiannya untuk menjadi seorang Akuntan ternama di kota ini, akan hilang bersama waktu yang terus berputar.
    Kedatangan Rahman, ke Kota Padang berawal dari masalah orangtuanya, karena masalah itu ia harus terpisah-pisah dari ibu kandung dan adik-adiknya. Lalu takdir membawa Rahman ke Kota Padang, sebuah kota yang penuh dengan mimpi-mimpi yang tergantung di awan. Di Palinggam Pasa Gadang, ia rajut mimpi hingga tingkat SMK.
    Agar tidak terlalu memberatkan nenek dan keluarganya di Padang anak kedua dari pasangan Ardawati dan Zulkifli ini, bekerja dengan mengangkat karung-karung yang berisi kacang hijau dan kacang tanah, di gudang yang menyatu dengan tempat tinggalnya. Di gudang itulah Rahman dan neneknya bertinggal. Hasil yang ia dapat dari pekerjaannya itu, ditabung dan digunakan untuk penambah biaya hidup sehari-hari.
    “Sebenarnya saya ingin menjadi seorang akuntan, tapi itu tidak mungkin tercapai. Karena saya tidak punya dana untuk masuk perguruan tinggi. Meskipun saya lulus PMDK,” kata Rahman.
    Bastari, 74 nenek Rahman mengaku sangat ingin membiayai kuliah cucunya tersebut hingga ke perguruan tinggi. Tapi ia tak punya daya untuk semua itu, keluarga yang selama ini membiaya pendidikan Rahman, juga sudah kehabisan akal. Apalagi lagi ketika mereka mengetahui Rahman lulus di perguruan tinggi ternama di kota ini.
    “Rahman anak rajin, dia baik dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Saya ingin melihat dia bahagai, lepas dari beban hidup yang selama ini ia tanggung. Saya berharap ada dermawan yang membantu pendidikan Ramhan di perguruan tinggi,” sebut Bastari.
    Menjelang pendaftaran tahun baru dimulai hati Rahman mulai gelisah. Ia takut membayangkan harapan itu benar-benar sirna seiring bergulirnya waktu. Tapi apapun yang terjadi nanti, dia tetap akan optimis menjalani hidup. Sebab rezeki, jodoh dan maut sudah tertulis, manusia hanya bersifat menunggu.
    “Kalau Allah memberi kesempatan saya kuliah, pasti Allah akan membukakan jalan untuk masa depan saya,” ucapnya dengan nada rendah.
    Di sekolahnya Rahman mendapat NEM tertinggi di sekolahnya dan peringkat ke delapan di Sumbar. Prestasi lainnya yang pernah ia raih yaitu juara III lomba Akuntansi tingkat SLTA se-Sumbar pada tahun 2006, juara II lomba Akuntansi juga untuk tingkat Sumbar 2007. Rahman juga berhasil meraih peringkat pertama lomba cerdas tangkas koperasi tingkat nasional 2007. Sebagai hadiah untuk kemenangannya sebagai sang juara di tingkat nasional, ia berhak mewakili Indonesia dalam acara ICA Regional Workshop For Managers On Management Of Consumers Cooperatives in Asia Pasific pada 12 hingga 14 Agustus 2008 mendatang di Singapura. Adakah dermawan yang akan membantu Rahman? Agar cita-citanya pendidikannya tidak putus di tengah jalan? ***

  85. sonialis mengatakan:

    Salamaik pagi, siang jo malam Pak Fad…..
    Ambo sonialis, mahasiswa apak dulu (Sasindo BP 92). Alah lamo Pak Fad ndak bukak blog ko yo….? Pasti sibuk luar biasa yo Pak/

    Lai, ba-a kaba Padeks kini, angku selalu ditanyoan dek si Elasmendri di Denpasar.

  86. sonialis mengatakan:

    sonialis1173@yahoo.com iko salah mah pak. Nan batuanyo bendank1173@yahoo.com

    Oke, aman tu.

  87. sonialis mengatakan:

    - kaba sonialis baek2 sajo pak fad. anak surang laki2 jolong gadang 2 tahunan. namonyo avarelzy hafizh efison.

    - bara nomor hp si elas pak fad? nan ambo 0819750-8538

    - si bagong jadi pak ogah di daerahnyo,kaba dari faisal. si faisal (0818856108) tau mah nomor hp si bagong pak fad.

    Iko mail si El: language_more@yahoo.com nan biaso baliau bakunjuang ka siko ma.

  88. ary sastra mengatakan:

    Halo Da Fadh. Alah hebat-hebat kawan-kawan awak kini ko yo. Ambo baru tau dari blo Da Fadh ko. Salam buat Agus Hernawan nan sadang di Amerika. Tolong sampaikan salam ambo ka Obama. Sudah tuh samo Elasmendri di Bali.

    Halo juga, salam angek, kabanyo: Tribun Sumbar ka buka apo iyo.

  89. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Hendra Efison Ampuang? Dunsanak ambo.
    Lai baa kaba Ampuang. Lai Barasok jo Indaruang tu taruih.

    Ambo simpan nomor ampuang Dek Ambo. Sayangnyo di Padang ambo sabanta nyoh. Mungkin ampuang sibuk. Jadi mungkin ndak basobok ambo doah.
    Lai panjang jo rambuik ampuang lai.
    Ambo manulih artikel ka padek ciek yo….

    Ambo taragak jo Faisal Tu mah. Si Bagong gai. Pokoke jo Kawan 92.
    Kito buek wadah lo ciek baa nyoah.
    Sukses Ampuang

    Bilo Mandaki awak basamo baliak.

  90. Suryadi mengatakan:

    Rain Maker Elasmendri
    Urang di Piaman bacokak pakaro asak-maasak ibukota kabupaten. Kito pindahan ibukota kabupaten Padang Piaman ka Pulau Anso baa?

  91. ricky mengatakan:

    ada dua sejarah yang terjadi di Jambi. yang satu sejarah kali pertama diadakan pertemuan sastrawan dan yang satunya antrean panjang BBM. ya, TSI 1 di Jambi kemarin berbarengan dengan kondisi sosial yang sangat parah. kelangkaan BBM dan pemadaman listrik yang cukup lama setiap hari secara bergantian dan berimbas pada sulitnya air PDAM. sampai hari ini antrean panjang masih terjadi. orang2 dengan rela menunggu berjam-jam bahkan berhari-hari untuk antrean mobil.
    pada TSI, pembicaraan dan bisik2 hanya seputar org2 yang bergumul disana. karena kita tahu secara umum tujuannya masih seputar apresiasi. berbicara masalah ruang, penerbitan, masalah perlindungan hukum, dsb2. sementara pembicaran dan bisik2 kelangkaan BBM di Jambi terjadi disetiap sudut, di setiap rumah makan, di warung2, di tempat kongkow2, di jalan2, apalagi ditempat antrean.
    TSI selesai, para sastrawan dan kritikus bubar dan pulang ke kampung halaman masing2 dan mungkin membawa cerita. sedangkan antrean panjang tak kunjung bubar. cerita dan bisik2 semakin berdengung. tak ada cawako dan pasangannya yang cuap2 tentang keadaan ini. semuanya diam dan tentu tidak mau merasakan panjang dan lamanya antrean.
    lalu, mau apa kita dengan keadaan ini?

    terima kasih komandan atas kehadirannya di “rumah kita”.

    salam,
    ricky manik

  92. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Pak Surya, bilo ka kito pindahan. Bara paralu kapa mamindahan, beko ambo kirim dari Gilimanuk.
    Kalau ndak cukuik beko kito pinjam kapa cindua mato baa nyo. Mintak izin ka Malin Sutan Kayo di Songka lu.

  93. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    PAK SURYA, TAKANA JO LAGU LAMO:

    ILAN KAPALO ILAN SAKAREK KAPALO NAGO
    DI LAUIK ARI LAH HUJAN, DISIKO LAH GABAK PULO,

  94. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    URANG PAUAH BAKUDO LIMO
    NAN SAIKUAH MAMUTUIH TALI
    URANG JAUAH BAKIRIN BUNGO
    KOK LAYUAH JOA DIGANTI

    (LAI MEKAR JO TULIP DI BULANDO TU LAI)

  95. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    I
    TITIAN PAUAH
    REL KARETA API
    DISINAN KITO MAMADU JANJI
    JANJI DIIKEK INDAK KA BAPISAH LAI

    DINGIN-DINGIN HARI
    LABIAH DINGIN ATI

    (dima nyo kini?)

  96. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Takana jo si upiak sirabiatun

  97. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Pak Fadh,
    Manga kini tu?

  98. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Bagurau kito sengeneak dulu.
    Parintang wakatu
    Paubek jariah nan tibo
    Parintang wakatu manjalang sanjo
    Paubek ati nan luko
    Supayo sajuak di dalam kiro-kiro

    Namun samantang pun baitu, goreang talatak disantuang juo
    Kopi nan angek kito tuangkan
    Galaih nan panuah kito angkek
    Supayo sanang malam nan datang
    Kaniang nan karuik dipaluruih
    Supayo basuko kita sadonyo,
    Lai baa tu rang banyak

  99. Suryadi mengatakan:

    Badaceh pantun Elasmendri,
    Iyo gak rumik: Listrik mati di Jambi, tapi kan peserta PSI lai taruih juo baco puisi…
    Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miski. Kecek Afrizal Malna di Kompas: “Bunga bateba2 di dalam kota. Afrizal Malna ko taruih mandiskusikan BULAKANG RUMAH JO MUKO RUMAH. Bak kecek Hamsad Rangkuti kapatang di Palangkaraya: bamain2 ndak tantu ojok jo bahaso. Karuik koniang mambaco tulisan e.
    Mbo baleh pantun ‘Rainmaker’ Elasmedri ciek lu:

    Balaia kapa Tuan Haji,
    Mambao rotan saguluangan,
    Lai di bawah payuang panji,
    Saketek indak kalinduangan

  100. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Pak Surya, dima kini ko? Di bulando atau di Padang?

  101. Suryadi mengatakan:

    Masih di Bulando, Elasmendri. Taragak anyang taruang, tapi nan ada kantang ulando nyo. Awal Agustus ambo di Batawi, ‘Rainmaker’. Ado mangecek di Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara 12,di Universitas Padjajaran, Banduang, 4-7 Agustus 2008. Kok ka Banduang Elasmendri, sobok kito di sinan.

  102. ary sastra (kobeks) mengatakan:

    Halo da Fad. Sasuai saran dunsanak ambo Zulmasri, kini alah ambo ganti menjadi arysastra.wordpress. Tapi ambo masih ndak mangarati baa caro mambuek fitur-fiturnyo doh. Maklumlah awak dulu kuliah di kadai kopi Ni Upik se nyo. Kini ko kabatulan sajo lai bisa mamakai komputer jo internet dek karajo di surek kaba se mah. Salam

  103. ary sastra (kobeks) mengatakan:

    Halo Uda Fad. Sasuai saran kawan Ambo Zulmasri, kini ambo baraliah ka wordpress. Tapi sampai kini ambo masih binguang mambuek fitur-fiturnya. Maklumlah awak kan dulu kuliah di kadai kopi Uni Upik se nyo. Mamacik komputer jo main internet ko dek kabatulan karajo di surek kaba se mah. Salam

    Ondeh Madeh, keren, bantuak Chak Nur, eh Chuk Noris bintang film lago tu. yo padek….

  104. mairi nandarson mengatakan:

    lapeh taragak awak masuak ka blog pak Fad ko, rami, raso masuak ka kantin sastra Unand.. jauah jalan dari ikip/unp di aie tawa, rasonyo ndak ado latiah, baitu pulo wak masuak blog ko.. sobok awak jo kawan2 lamo (nan kawan antah lai takanan antah indak hehe), kok lai sobok jo kawan awak nan ciek lai, israr, sampaian salam ambo ka beliau pak fad

  105. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Da Zulmasri, wakatu ambo pulang kampuang patang ko, horison da Zul lai basobok. Agiah ambo alamat lengkap da Zul, ambo kirinan majalah tu.

    Salam
    Elasmendri

  106. Zulmasri mengatakan:

    alamaikkan surek bisa di:

    Zulmasri
    SMA Al-Irsyad
    Jalan Seruni 66A
    Pekalongan 51123

    Apo mampir sekalian di Pekalongan waktu baliak ka Bali?

  107. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Ok, Da Zul

  108. nurulfahmy mengatakan:

    nurul fahmy

    samo-samo pak. lah batarimo pakirim ambo. kapado kawan-kawan nan dak mandapek, kacau se kopi tu sagaleh gadang pak, minum barami-rami, kan samo senyo tu, mancubo juo, hhehe.
    oyo, samo-samo ambo mohon maaf juo, kok ado kasalahan nan talisan atau nan tatulihkan…

    SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUSA DI BULAN RAMADAHAN..

    Yo samo-samo, semoga puaso kita akan lebih baik di bulan iko.
    salam

  109. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Apak-apak, Ibuk-ibuk ambo di Sastra jo Konco-Konco kasadonyo:

    Ramadhan adalah keteduhan dari pohon-pohon rindang yang tumbuh di tepian sungai yang bening yang mengalir di tengah padang rumput yang hijau.

    Selamat Puasa

    Iyo Salamaik Puaso sadoalahe, salam maaf.

  110. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Pak Suryadi,
    Salamaik Puaso.
    Bilo hari rayo di Bulando
    Alah babali tiket kapa ka Piaman.
    Beko abih beko.

    Pak Fadh,
    Tiket ka songka tolong di Booking dulu.
    Bilo awak basobok di Bali baliak.
    Dari Bali taruih ka Australia awak.

  111. firman mengatakan:

    assalamualaikum pak, ado nan lupo pak
    mintak wak alamaik e-mail surek kaba yo pak. talabiah dahulu tarimo kasih banyak. kiriman ka e-mail awak se pak.ditunggu

  112. arysastra mengatakan:

    Alo Uda Fadh. Kalau bulan puaso ko takana awak jo warung kafir di Barak Vietnam dulu. Tapi kini indak lai Da Fadh. Percuma sajo awak kuliah Bahaso Arab jo Fadhnyo… Fiil Amar jo Mudariak tuh lai masih takana jo awak. Salam buek Dunsanak sadonyo. Salamaik Puaso. Mohon Maaf Lahir dan Batin…..

  113. Zulmasri mengatakan:

    ajo sur….

    taragak awak mambaco tulisan da sur. tapi dalam bantuak cerpen atau novel. tolong buek-an awak ciek carito tantang seorang pribumi nan acok bakunjuang ka lua nagari. mampia di gedung-gedung tuo nan dibangun jo darah samo aia mato di negara jajahan. yo tabayang dek inyo penderitaan rakyat tu.

    awak tunggu yo jo. patajam se konfliknyo. endingnyo tasarah.

  114. Suryadi mengatakan:

    haha…rancak ide Zulmasri mah. Mbo cubo tulih beko…

  115. Suryadi mengatakan:

    Eh…ampia lupo: salamaik puaso kasado alahe. Liek http://www.padangkini.com soal puaso di Nagari Ulando. Elasmendri babuko jo bebek betutu mah, kalau Zulmasri pasti babuko jo rawon…

    Eh Nco baa kalau babuko jo martabak kubang…..

  116. abuipah mengatakan:

    assalamu’alaykum… pak Fad…..
    salam kenal …
    http://www.ariex.co.cc

    Walaikumsalam, salam kenal juga….

  117. arysastra mengatakan:

    salamaik Ari Rayo. Makasuik ati nak pulang ka kampung. Apo dayo kapa lah panuah. Lewat blog ko silaturahmi kita sambuang. Salam dari kami urang nan jauh. Ary sastra (Kobeks) sekeluarga mengucapkan mohon maaf lahir batin untuk dunsanak kasadonyo. Kalau ado utang piutang mohon direlakan sajo.

    Iyo Salamaik Ari Rayo, walaupun bajauhan namun dakek di ati…

  118. Zulmasri mengatakan:

    Met idul Fitri kasado alahe. Mohon maaf lahir batin.

    Samo2 selamaik lahia batin pulo, semoga puaso kito ditarimo Allah, amien

  119. elfialdi mengatakan:

    Salamaik hari rayo, Malin. Baa kaba kini, lai sehat-sehat sajo.

    Wah, Salamaik Hari Rayo, kaba baik, Alhamdulillah lai singgah konco lamo kito, Hoii Pak Kobex, Pak Zul, Pak Surya, sadoalae.. iko konco kito Elfialdi dari simpang anam alah tibo. A yo sero ota kito koma…..

  120. ary sastra (kobeks) mengatakan:

    Halo Uda Fadh. Baa kaba kawan awak si Elfialdi tuh. Lai bakadai nasi juo di simpang anam tu lai. Kalau lai ambo taragak ikan bakanya. Lai ado nomor HP nyo tolong sms kan ka nomor ambo, 081372255454. Tarimo kasih yo da Fadh

    Wah, lai, iko no HPnyo: 081363453461 atau 08126746259, samo2…

    .

  121. Suryadi mengatakan:

    Aa…talambek mangucapkan salamaik Rayo. Tapi bialah talambek daripado indak samo sakali. Elfialdi, lah lamo kito ndak sobok. Kama Elfialdi?
    Nco…kama Nco? AMbo sms ndak manjawek2?

    Selamat untuk “pengelana dari Pariaman”

  122. Zulmasri mengatakan:

    Ej ajo. alah salasai novel tu?

  123. Suryadi mengatakan:

    Ambo indak pandai manulih novel ko, Zul. Tunjuak’anlah caronyo.

  124. Suryadi mengatakan:

    Kama konco ambo, Drs. Fadlillah Malin Sutan Kayo, M.Hum. ko? Lah lamo baliau indak mancogok. Di-sms indak pulo manjawek2. Ambo kirobaliau sibuk pilkada ko?

  125. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Da zul, ambo ka mangiriman horizin nyo, yo. Tunggu dulu.

    Pak Surya, lah lamo kito indak bakirin kaba. Baa kaba. Ambo liek sosok e tapampang di kota. Iyo lah hanyuik urang piaman di Bulando. Salamaik an taruih carito lamo tu, Pak. Banyak generasi awak nan talupo. Bak kecek Sukarno jo : Jasmerah e, Pak.

    Pak Fadh, Lai baa kaba. Lah lamo lo kita ndak kontak.

  126. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Koreksi: Ambo liek sosok Pak Surya tapampang di Kompas- sorry salah tulih di ateh tua – Elas- tatulih di ateh di kota -

  127. Zulmasri mengatakan:

    oke elas. awak tunggu. paralu ndak nanti di tulih di http://zulmasriwordpress.com ? Judulnyo: Pusako nan alah babaliak.

    he he he
    eh, las. tolong ajo sur mambuek novel tuh. alah kapayahan ajo manulih supayo taraso sero dibaco….

  128. Zulmasri mengatakan:

    oke elas. awak tunggu. paralu ndak nanti di tulih di http://zulmasri.wordpress.com ? Judulnyo: Pusako nan alah babaliak.

    he he he
    eh, las. tolong ajo sur mambuek novel tuh. alah kapayahan ajo manulih supayo taraso sero dibaco….

  129. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    Da zul, alah pilkada urang di pekalongan.
    Ikuik ambo ciek a

  130. lintasmarketing mengatakan:

    Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di Lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk WordPress dengan installasi mudah.
    Kami berharap bisa meningkatkan kerjasama dengan memasangkan WIDGET Lintas Berita di website Anda sehingga akan lebih mudah mempopulerkan artikel Anda untuk seluruh pembaca di seluruh nusantara dan menambah incoming traffic di website Anda. Salam!

  131. manix mengatakan:

    trims, komandan sdh mampir ke blog saya. kalo mampir lagi tinggalkan jejaknya ya…
    sehat dan kreatif selalu…jgn letih..

    salam,
    manix

  132. education info mengatakan:

    ada beasiswa ke luar negeri.
    bagi yg berminat, silahkan kunjungi http://informasi-pendidikan.blogspot.com

  133. MalaM mengatakan:

    kunjungan dengan pesan perdana, Pak.

  134. kabati mengatakan:

    pak fad, numpang main yo. Lun dapek banyak kawan wak di siko lai. Koko seperti biasa, agak susah dibao maota hehe. Urang IAIN ndak lo banyak nan punya rumah di internet. Tapi tamu pak Fad kok laki-laki se? Kama Umil Khalis atau Defina bagai?Sajak jadi pagawai ko uni-uni tu ndak sempat buka internet bagai nampaknyo lai atau memang untuk laki-laki se ndak?
    Kok iyo talongsong wak mah. Semoga tidak begitu yaa dan pastinya tidak
    salam dari Gwangju

    Bulan januari “ambo kirim” Bang Yusuf ka Korea tu jo kelarganyo, bia bisa dapek kawan maota, salam ka Koko, suruah inyo manulis ka Kompas, ala taragak kami mambaco tulisannyo.

  135. willy mengatakan:

    Assalam..
    pak, bilo maaja kami yang 08 pak
    trims

  136. Ed ( Zuhdi Darma ) mengatakan:

    ondeh pak fad lapeh taragak ambo jo pak fad, saraso basobok muko awak kiniko. baa kaba pak fad lai sehat se. Posisi dipadang dima kni, mungkin kalau ambo ka Padang ambo sempatkan batamu jo komandan kito. Kalau ambo masih di Jambi, di nagari kubu kato urang. Pak fad, tatompang salam ambo ka Elasmendri jo pak Suryadi ( masih ingek ndak beiau2 tu joambo) . Klau ka Jambi agaiah tau ambo buliah ambo carian pak fadh minyak Jambi nan paten. Talabiah takurang ambo mohon maaf, ambo mohon diri dulu, Sakian.

  137. elasmendri mengatakan:

    Oi, Da Ed.
    Baa Kaba?
    Iko ambo, Elasmendri.
    Sanang bana ambo basobok lewat blog ko.
    Agiah lah ambo e-mail jo nomor telepon. Kalau ka jambi ambo tokok kawek tu anggak sangenek.
    Kalau ado e-mail, yo kirim-kirim e-mail awak.

  138. kinoi mengatakan:

    siang komandan…ambo kini ado di siko…blog lamo ambo kanai virus…hehehe…salam perjuangan

  139. Zulmasri mengatakan:

    elas, baa kabanyo? alah bakirimkan horison tu? awak tunggu di pekalongan, kok ndak sampai-sampai?

  140. elasmendri mengatakan:

    Ok, Da Zul, Hari Senin tanggal 22 Desember 2008 ambo kirinan. Tunggu jo di Pekalongan, yo.
    Ambo masih sibuk jo proyek pulau ambo. Sorry, yo.

  141. Ed ( Zuhdi Darma ) mengatakan:

    pak Fad Numpang liwaik yo…..
    Elas, baa kaba, ambo lai baiak2 se, kalau ambo baco diwaruang pak fad ko, elas kiniko di bali apo iyo tu?
    Kontak salanjuiknyo ko El….
    zuhdi_lola@yahoo.co.id Hp 081366519234

  142. samsiarni mengatakan:

    pak fad,
    numpang lewat.

    pak kasih komentar ke blok ci ya pak,

    di tunggu.

  143. ucok 97 mengatakan:

    lamlekom ndan…..
    baa kaba nyo komandan kiniko…..ambo la lama ndak suo jo komandan… mungkin kini saatnya kito basuo kembali setelah 6 tahun….
    mungkin ambo dianggap kawan yang kurang ajar selamoko karena tidak pernah beri kaba samo komandan…..tapi karena satu dan lain hal makonyo ambo harus hilang sementara dari peredaran.
    ambo sekarang tingga di kota subulussalam NAD. ambo bekerja sebagai wiraswasta kecil-kecilan yang hasilnyo hanya cukup untuk makan sajo. untuk saat ini ambo jo kawan2 di subulussalam coba membangun sebuah organ di bidang kebudayaan yang namonyo LKP (lembaga kebudayaan Pakpak) Suak Boang. ambo telah menikah dan telah dikarunia seorang anak laki laki bernama Muhammad Din Satrianta Solin. anak yang nantinya akan meneruskan kerja-kerja ayahnya yang belum selesai. Insya allah.
    kalo boleh minta tolong samo komandan….. tolong bantu ambo untuk tato di bimbing dalam melaksanakan kerja2 kebudayaan di wilayah Aceh ini dan dibantu juo masalah buku n info2 tentang kebudayaan. ambo Nurdiansyah Putra Solin/ Bp 97 184 012. Add Jl Panglima Polem no 48 Subulussalam. Hp 081269405678

  144. ilhamyusardi mengatakan:

    Assalamualaikum, Pak …, bilo wak kubak utak Adonis ko Pak?

  145. kinoi mengatakan:

    ass komandan. yo lah lupo jo utang tu yo? atau balupo2 an?la panek ambo manunggu indak juo dapek kaba…ambo mgkn alun bs s2 dlm 5thn ko pak…bos kalera tu alah definitif…nyo skak ambo ndak buliah s2 kecuali ambo amuah manuruikan kecek2 anjiang gadang tu…dan kini ambo sadang menikmati ‘karajo’ ambo 4thn belakangan…memang pahit menyuarakan kebenaran tu yo pak…ambo lillahita’ala se lai nyo…Allah pasti ado mukasuik jo rencana dlm perjalanan hiduik awak…ndak sia2 kan pak?ambo nio curhat jo apak,tp nantik se lah kalau awak lah bersitatap muko…baa kaba keluarga pak?aman?salam utk rang rmh…jo kwn2 di sastra…
    hanya ada satu kata: LAWAN!!

    SALAM RINDU JO KOMANDAN…

  146. il mengatakan:

    salam. pak gabung di facebook pak. mungkin lebih interaktif diskusinya

  147. elasmendri, BP 92, Sasindo Unand mengatakan:

    What kind of world do we have now?

    antalah.
    Eh Slamat la, angku Suryadi alah jadi dotor kini

  148. elasmendri mengatakan:

    Salamaik jadi Doktor, Pak Surya.
    Tingga Profesor lai Pak.
    Gapailah Cito-Cito Satinggi Bintang di Langik, Pak.
    Tapi jan lupo ka lauak di lauik Piaman.

  149. elasmendri mengatakan:

    Pak Fadh, bilo awak basobok di Bali baliak?

    Itulah, alun tau lai do, doakan pulo ambo yo, iyo taragak ka Bali tu Baliak ma.

  150. elasmendri mengatakan:

    Pak Fadh, Bara no HP kini. Nomor nan dulu hilang karano HP ambo masuak mesin cuci.

  151. Defie mengatakan:

    Assalamualaikum, pak fad.
    partamo, mokasi pak. Artikel meramal bahasa Indonesia masa depan dipercayakan masuak buletin apak. ingek2 an juolah wak pak. kok lai ka jadi urang juo.
    soto ciek pak, main-main dumah apak. byk urang pinta kiRo e dumah pak fad ko. sampai an salam wak samo pak suryadi ciek pak. wak salute ka e mah.wak nandak lo ka bulando co e tu. tapi baa caRo e tu yeh..? ko dak dialah,,in may dream i go to keukehoff.liek bungo tulip pak suryadi. Apo je warno tulip tu pak suryadi?
    Pak fad sampaian lo salam wak samo bg agus hernawan yo pak. sebaris puisi e wak kutip dalam cerpen Menuai Rinai.
    Salam kasadonyo uda2, uni2, abg2, angku2, keluarga besar sasindo unand. eh buya fahmi dima kini pak? salam lo ka e pak. mokasi yo pak.
    By: anak ketek nan jolong gadang…(defie)

  152. elasmendri mengatakan:

    Apa yang terjadi seandainya para pahlawan yang telah terdahulu hidup bersama kita kembali.

    Salam Sejahtera

    Dari Pulau

Leave a Reply