Esai Sastra Budaya Dimuat di Koran Padang Ekspres, Minggu 26 April 2009, Halaman 13
“RUMAH JANTAN”, TIKAM TUO DARI SEORANG DATUK
Oleh: Fadlillah Malin Sutan Kayo
Sebagai suatu pembacaan yang nyata atau tersurat (agaknya diperlukan secara tersirat), pada mulanya, terasa sulit untuk memahami naskah Rumah Jantan karya Syuhendri Datuk Siri Maharajo dari KSST Noktah (konon ini naskah pertamanya dari “petarungan” dan malang melintang di hutan belantara dunia teater, mungkin sebuah tesis kemasteran seorang datuk). Terasa sulit untuk memahaminya disebabkan ada yang terputus dalam pembacaan secara tekstual. Hal itu bermula dari pertanyaan yang lama untuk dapat terjawab, yakni mengapa berjudul Rumah Jantan? Apa hubungan atau konteksnya dengan budaya? Rupanya naskah ini bukanlah sebuah jawaban.
Secara kontekstual ternyata dalam budaya Minang tidak ada istilah rumah jantan atau pun rumah betina. Kata jantan agak lebih tertuju tentang dunia hewan, atau terjemahan dari macho (bukan maco dalam bahasa Minang yang berpengertian; ikan asin) untuk dunia laki-laki. Adapun di Minangkabau rumah identik dengan dunia kaum perempuan, bukan dunia kaum laki-laki. Sehingga laki-laki di Minangkabau kalau ditanya dengan pertanyaan; “alah barumah” artinya “apakah sudah punya istri”, atau pertanyaan; “lai baa urang rumah”, artinya “bagaimana keadaan istrimu”. Laki-laki Minang jika sudah beristri tinggal di rumah istri, bukan di rumah suami. Akan terasa janggal dan sumbang dan menantang arus, ketika suami membawa istri tinggal di rumah orang tuanya, kecuali rumah yang dibeli dan dibuat atas hasil mata pencahariannya.Tidak ada perkataan rumah ditujukan untuk laki-laki tetapi untuk perempuan atau istri.
Dengan demikian, laki-laki Minang indentik dengan tidak punya rumah, jika pun dia membuat rumah maka itu diperuntukkan untuk anak perempuannya, bukan untuk dirinya. Jangankan rumah, kamar pun tidak ada untuk laki-laki Minang, terutama dalam tradisi kuno Minangkabau. Akan tetapi dalam perubahan zaman, pada dua dekade belakangan ini, banyak keluarga Minang yang memberikan kamar untuk anak laki-lakinya. Hal itu terjadi sejak periode robohnya tradisi surau, dan hancurnya rumah gadang. Mengingat itu, adapun di rumah gadang sendiri, memang tidak ada kamar untuk anak laki-laki, semua kamar untuk kaum perempuan dan anak perempuan.
Dalam tradisi kuno Minangkabau itu, anak laki-laki ketika ia sudah berumur tujuh tahun, dia sudah wajib ke luar dari rumah gadang, tidak ada lagi tempat untuknya. Tempatnya adalah surau, dididik sampai dewasa, ketika dewasa harus merantau (dikenal sebagai anak dagang), setelah merantau dia beristri dan tinggal di rumah istri, di waktu tua dia kembali ke surau (sebuah siklus yang sufistik, ia merambah dunia seperti belut dengan lumpur atau ikan laut tetapi garam tidak meresap kedalam daging dan hidupnya). Namun ada juga laki-laki Minang yang tidak pulang-pulang (baca; merantau cino), sudah menetap di rantau, dan ada yang membangun rumah sendiri.
Barangkali, inilah salah satu maksud pengertian Rumah Jantan, yakni rumah di rantau yang dimiliki laki-laki Minang. Secara simbolik, pengertian rantau adalah simbol kejantanan dan simbol kejantanan ini bukan identik dengan dunia laki-laki, pengertian ini lebih tertuju kepada keberanian dalam hidup. Dengan demikian perempuan Minang juga banyak yang merantau (tentang perempuan pergi merantau baca Syair si Banso Urai, Aman Dt. Madjo Indo, 1931) , bahkan perempuan Minang diidentikan dengan kejantanan bukan dalam pengertian tomboi (yang berpengertian dangkal). Hal itu tercermin pada karakter tokoh Sabai nan Aluih yang sangat dikagumi di Minangkabau, atau juga tercermin dalam adagium parang tak berulu.
Agaknya, Rumah Jantan, jelas bukanlah sebuah naskah nyata atau tekstual, melainkan sebuah naskah simbolik dan kontekstual, jika tidak maka nampaknya sulit untuk memahaminya. Untuk memahami makna jantan atau rumah disarankan untuk keluar dari teks Rumah Jantan kepada teks budaya (masa lalu dan masa kini) dan kedalaman filosofi. Ketika membaca naskah dan menonton pertunjukannya nanti maka yang diminta tentu adalah kemampuan eksplorasi kontekstual tersebut.
Cerita dimulai dari anak-anak mengaji dengan Sabai (tokoh dari Kaba Sabai nan Aluih), kemudian baru masuk cerita lorong waktu dengan pertemuan tiga tokoh legenda, tokoh Perpatih dari legenda Datuk Perpatih nan Sabatang, tokoh Malin Kundang dari legenda Malin Kundang, tokoh Angun Nan Tongga dari kaba Anggun Nan Tongga Magek Jabang. Mereka bertengkar tentang masa depan generasi Minangkabau. Kemudian ditutup kembali dengan anak-anak mengaji dengan Sabai. Secara nyata terasa cerita biasa saja, yakni sebuah kekhawatiran masa depan satu generasi (baca; Minangkabau) yang akan tercerabut, lengkap dengan ketidakberdayaan menghadapi teknologi, paskamoderen dan globalisasi.
Namun secara simbolik maka cerita menjadi lain dan menikam ulu hati kebudayaan. Cerita begitu sangat satir, ironik, tajam yang tidak berkenampakan, Ketika naskah ini berjudul Rumah Jantan, maka rumah identik dengan laki-laki dan perempuan identik dengan dunia di luar rumah, apakah ini menuju kepada pengertian dunia moderen untuk wanita karir, wah luar biasa. Tentu akan timbul pertanyaan bagaimana kehidupan perempuan-perempuan tanpa rumah, agaknya tertuju kepada perempuan-perempuan lajang, karena perkataan bersuami akan identik dengan berumah, bukankah berumah atau hidup di rumah bagi wanita feminis dan kesetaraan gender adalah identik dengan “penjara” (dalam hal ini -terlepas dari perdebatan panjang tidak berkeruncingan- banyak kaum feminis yang berkilah dan berkedok untuk mengatakan; tidak, note: feminis identik dengan barat sebagai guru dan timur sebagai babar, baca Edward Said, Marx. Note; feminis tidak identik dengan matrilienal).
Perempuan tidak lagi sesuatu yang “home” tetapi sesuatu yang “world” atau “globe”. Sesuatu yang “home” adalah tradisional, kuno, orthodok, penjara, sedangkan sesuatu yang “world” atau “globe” adalah sesuatu yang moderen, maju, global. Dengan demikian Rumah Jantan mempertanyakan, bukan memberikan jawaban, bagaimana kabar perempuan-perempuan Minang tidak lagi identik dengan rumah “home”, sebuah kenyataan yang sudah terbalik, yang barangkali bukan lagi simbolik tetapi sebuah kenyataan pahit dan tragis dari suatu zaman.
Tetapi satiris dari Rumah Jantan bermata dua, karena ketika dia berbicara dunia perempuan maka dia berbicara juga dunia laki-laki yang sudah jadi “home”, maka sesungguhnya laki-laki dalam hal ini tidak lagi jadi laki-laki,, karena pengertian rumah di Minang identik dengan perempuan. Oleh sebab itu ketika laki-laki dalam pengertian rumah (jangan baca berumah) maka dia sudah identik dengan keperempuanan. Maka laki-laki yang keperempuan- keperempuanan (pengertian sosial bukan biologis seperti bujang gadih, bencong atau banci) maka adalah status sosialbudaya yang hina, dan ambruknya suatu budaya laki-laki.
Pengertian Rumah Jantan jatuh kepada cemooh satir dan sarkastik seperti kalimat; “harumnya wc ini”, artinya betapa busuknya wc itu. Dengan demikian Rumah Jantan akan dapat bermakna betapa betinanya laki-laki. Dalam naskah itu bagaimana Perpatih dengan Malin Kundang, dan Anggun Nan Tongga perang mulut dan saling salah menyalahkan, bukankah dunia “perang mulut” sering di identikan dengan dunia perempuan? Apakah laki-laki Minang pada hari ini sudah “jadi perempuan”? Ini pertanyaan yang tajam untuk laki-laki Minang. Kekhawatiran terhadap budaya Minang hanya jadi wacana dan perang wacana, baik di media massa, cetak, audio, visual, sedangkan pada tindakan “tidak ada”. Ya, Rumah Jantan adalah sebuah pertanyaan. Tak ada jawaban di sana, jawaban hanya ada dalam dada, pikiran, dan tindakan kita. Benarkah? Semoga apresiasi ini salah.
*** *) Fadlillah Malin Sutan Kayo, peneliti dan dosen di Pusat Penelitian Sastra Indonesia Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Andalas, Padang, (http://fadlillah.wordpress.com).
Hi, Pak Fadlillah.
How are you today?
Nice to see your photo again
Bantuak koboi.
Tu sia di balakang foto apak tu?
Diskusi apo awak kini nan lamak ko?
Pak fad, carian ambo nomor HP Hendra Efison ciek. Kawan ambo wartawan Padang Ekspress.
Mokasi
Salam Salamaik Tahun Baru.
Salam ka Uni tu ciek.
Renungan Tahun Mancik
Mancik dalam belek
Makin sarik, makin diliek
Mancik di ateh pagu
Makin takapik, makin maju
Mancik di ateh talam
Pitih sarik, ameh badaram
Bantuak ikua mancik
Makin sarik, makin dipacik
Karajo mancik
Manciri ilik-ilik
Bantuak mancik
Ikua ketek, gigi takapik
Parangai mancik
Mancogok di tampek nan sarik-sarik
Nan samo jo mancik
Urang pilik
Main mancik-mancik
Mandok dulu, baru mancicik
Film mancik-mancik
Tom and Jerry
Salam
Elasmendri
assalamualaikum pak….
yo gagah apak kironyo… yo.
salamaik berjuang yo pak
kerikil-kerikil tajam tu pasti ado
baa tu pak….
firmansyah sasindo 07
pak, baa kaba kini?sehat kan pak…amiennnnnnnnnn
pak, cigok2lah adiak apak di internet.hehheheheheh
komandan..baa kok payah bana submit comment ka blog jurusan tu?alah ilang jari ambo ciek, tp indak juo takirim2 doh. tlg cari tau ciek yo komandan..tks
salam taragak jo komandan
Intel Melayu ma….
Pak Fad, lamo awakko mancari tulisan2 Pak Fad. Ndak sangajo batamu blog ko. Wah, makin sukses sajo. Selamat.
O iyo, lah lamo awak ndak manulis. Pas ado lomba cerpen nan diadokan Diknas-majalah Horison akhir 2007, awakko ikuik. Alhamdulillah, dapek 4 jt, juaro 3. Jadi pengen nulis yg banyak.
Cerpennya Kidung Sunyi Seorang Guru ado di blog awak http://masterzulmasri.blog.com
Insya Allah cerpen2 lain nyusul.
Ok, salam kreatif plus salam buat dosen2 Sasindo Unand: bu Yet, p.Yusuf, ni Zur, dll.
Salam…
P.Fad, kok nggak ada lagi catatan/indeks tulisan sastra yg di koran padang di blog ini? Sy tunggu-tunggu lho.
O iya, sesekali jalan-jalan ke http://zulmasri.wordpress.com ya…
Pengen nulis di padang, namun blm sempat, insya Allah nanti. Trims info emailnyo. P.Fad ikut ngelola blog sasindo ya?
Ass p’fad………………
apo kaba………? masih inge ndak jo awak ko ?
assalamualaikum Wr. Wb
pak, dima ambo bisa dapek buku “TUGAS SASTRWAN ISLAM SEBAGAI KHALIFAH ALLAH” PENULISNYO BUYA HASJMY.
ILHAM YUSARDI
Lah batamu Fadlillah jo Zulmasri….sarat ‘rain maker’ di Bali….
gara-gara teknologi internet
Tingga ambo macigok2 dari baliak pintu…
Leiden…manjalang musim bungo..
Salam kenal, saya Jati dari Purwokerto. Saya sedang membuat buletin sastra, namanya kakawin. karena masih baru jadi belum banyak pembaca yang mengirim karya ke saya, sedang sudah ada indikasi mereka mulai ingin membaca karya selain punya saya, karen aitulah maka saya ingin meminta ijin untuk memuat karya anda di buletin saya.. Buletin ini saya rintis sendiri dengan biaya sendiri jadi maaf tidak ada honor selain memberikan buletin gratis. terima kasih, saya tunggu jawabannya.
komandan.masuak an lah blog ambo ka blog sahabat komandan ciek. mksh bnyk komandan hehehe
komandan,ambo tny ciek.apo referensi yg bs ambo lacak ttg inventarisasi sastra modern indonesia?ambo sdg paniang kini ko.tlg ciek komandan.klo ado versi phd rancak bana komandan.tp klo ndak ado,mnt tlg komandan jalehan ka ambo apo kiro2 hal2 yg paralu diinventarisasi:apokah bukunyo,pengarangnyo,genrenyo,atau apo.sblmnyo trmksh komandan banyak2 ko ha.ndak stek ‘alah juo do ha…
jaya komandan
salam taragak bana
Onde… ajo Suryadi di Balando. Yo lah lupo jo pinukuik samo akik maco. Pulang oi, baok noni Balando tuh kamari.
Dima Zulmasri kini ko? Di Batavia atau di Cotta Concordia? Lah bara urang anak? Lah bara urang pulo ‘rang rumah? Kok taragak noni Balando, ambo kirimkan gak tigo. Lah cukuik tu? Tapi lai tagadapang dek Zulmasri? kasa-kasa co bada mudiak..he he…
Nco, alah tarimohonor Kompas kapatang? Makan gulai kambiang awak lai di Pasa Baru. Di ambo galang2nyo samo sayua pucuak parancih jadi juo…he he.
komandan.tlg krimkan namo2 sastrawan di pdg yg bs jadi juri baco puisi. kecuali agus yo komandan?salam angek.mksh komandan
Awakko ado di Pasisia Utara Pulau Jawa da Sur. Pasnyo di Pekalongan. Salah satu sentra batik Indonesia, yang kini juga telah diklaim Malaysia sebagai produk mereka.
Awak salut jo Uda Sur. Tulisan uda Naldi dulu di Kompas sesuatu nan luar biaso. Indak kunjuang diangkek di Unand jo UI, malah sukses di Balando. Salut
Kini awak indak tertarik samo noni Balando. Cukuik urang rumah dari nagari awak sajo. Doakan sajo, indak lamo lai awak dapek momongan. Nanti dikabari.
Ba a, lai acok pulang ka Piaman da Sur? Ingek Kata jo Sunua mananti.
Untuak Pak Fad, tarimo kasih numpang manulih di Ruang Komentar ko.
hahaha
akhir e basobok juo Pak Padil di awak. alah ambo link kan ka blog ambo. link kan pula blog awak pak yo…
si labaimalain
Zulmasri,
Baa pakaian Zulmasri bantuak pakaian Muammar Khdafi tampak dek ambo? Agiah lah ambo alamaik rumah jo nomor HP Zulmasri tu. Urah rumah urang Jawa atau urang Minang? Kalau tapasek ambo ka Pekalongan, mbocari Zulmasri beko.
Pakaian? He he
Alamat gubuk samantaro di Perum Pisma Blok M No.2 (masih nomaden). HP: 085642638639
ha.. rami rumah Pak Fadlillah mah.. basobok jo banyak kawan di siko.. taragak awak dek nyo.. hehehehe salam dari Batam…
Pak Surya, bensin abih di bali. Kirim lah dari bulando seneak.
Pak fadh, manga kini tu.
Tarimo kasih ateh info alamaik hotel Zulmasri. ‘Rain maker’, baa kok lucut bensin di Bali? Minum bensin urang di sinan? Mairi Nandarson, baa kok Mairi tunjuak taruih awak?
Nco…salang ambo topi Konco tu gak sahari…ambo ka pai baburu kondiak…
Bertubi2 ’searangan’ Katrin Bandel ka SAMAN jo AYU UTAMI. Kanai lendo pulo GOENAWAN MOHAMAD. Artikel2 Katrin lengkap di weblog R. Dhamparan. Tanggapilah dek pendekar2 kiritik sastra–Sudarmoko, Fadhlillah, dll.
pak fadh…
salam, pak
berkunjunglah ke blog kami..
http://www.rumahteduh.wordpress.com
assalamualaikum, pak.
komentar ambo dak apak tampilkan?
salam hangat
nurul fahmy
salam bang suryadi.. tunjuak2 tu barek ka awak mah, ka urang ciek nyo.. ka awak ampek hehehehe baa kaba? lamak lo di blog pak fadh ko.. bantuak lapau lo.. takan katiko awak main2 ka Limau Manih, ado lapau di ateh bukik ketek di muko kampus tu.. nan kurang ciek nyo.. minum, kok bagalak-galaknyo lai.. rami malah hehehe salam kasadonyo dari Batam..
Pak, kok lai barakaik doa Apak ambo isuak jadi dosen, ambo batarimo kasih bana ka Apak, tapi alun kini lai Pak, Hiks !!! ambo alun S2 lai, santa lai, kuliah ambo dulu sakali lai. hehehehe.
Sagan ambo kaurang sabalik, kok link blog ambo dilatakan di kategori dosen…
salam
Untuak Zulmasri: Salam batamu baliak. Foto e gagah bana. Lai ingek jo samo ambo lai
Untuak Pak Surya: Kalau ado nan maajak makan gulai kambiang ajak ambo ciek. Tapi gajeboh nan lamak
Untuak Pak Fadh: Pak kok pulang ka Batu Sangka, lalu ka Padang Panjang, Balian ambo gajeboh ciek.
Untuak kawan-kawan nan ado di blog ko, agiah komentar ka puisi ko ciek.
Gajeboh
Di malam perkawinan antara kabut dan perantaranya
Dimanakah kau simpan titik api
Yang hauskan semua pengembara
Dan rindukan semua hujan yang turun
Dari matahari yang semakin mengering
Di depan rumah ibu kita
(Da Zulmasri, Pak Surya, Pak Fadh, komentar lo sengenek yo)
Salam dari ambo dari Pulau kenek.
Elasmendri rang piaman, kini di bali yo? ba a kabanyo? kato ajo suryadi, rang bali lah minum bensin? hah?
indak lupo samo elasmendri. o iyo, bundel majalah horison nan elasmendri pinjam masih disimpan ndak?
Pak Fad, mo kasih numpang nulis di ruang ko
Iyo santiang pulo ‘Rain maker’ Elasmendri mambuek puisi. Aluih katamnyo. Susah ambo maurai kode2nyo. Mbo cari jo knci Inggirih indak cocok. Jo kaktuo indak juo cocok. Mbo bae bamanuang di kebun tulip di Keukenhoof dulu……
Kok Zulamsri alah bakilek pulo kaniang nampak di ambo. Sabanta lai ka jadi professor, ndak?
sia tuh zulamsri, jo?
puisi elasmendri, awak satuju samo ajo suryadi. awakko ndak tahu hubungan gajebo samo malam perkawinan. rasonyo atau apo. tanyo ka pak fad sajo. ba a pak fad?
Da Zulmasri, Maaf pertamo ambo aturkan ko a. Masalah bundel horizon tu antah dima latak e a
Kayaknyo di Piaman. karena wakatu ambo barangkek dari rumah ka pulau tampek ambo tadampa kini ambo tinggaan buku ambo saparo di rumah di pariaman. Antah sia nan mamindahan buku ambo tun ndak basoboak, tamasuak mungkin horison tun. Ambo balian jo horison baru yo.
Kaduo, kayaknyo filsafat adalah pendalaman, filsafat adalah pendalaman dengan beribu pertanyaan, mungkin Pak Surya Jo Da zul bisa komen dengan puisi tu lewat pendalaman dan pertanyaan. Tapi kalau lah dalam bana, beko tabanek lo beko. Pabia an jo lah. Maota Nan Lain Jo lah awak.
Ado usul ciek koa, maota awak tentang satu topik, awak kambangan ota tun, awak kompilasi komentar nan ada, awak jadian satu artikel keroyokan dari ota awak ko, awak tulis, awak kirin kama nan bisa dimuek, atau awak buek buku kenek-kenek tentang ota ko baa nyoah, lai satuju kasadonyo tua. Awak tantuan sia nan jadi editor ota ko beko.
Ambo mulai lah jo pertanyaan ciek lu: Kalau seni ko dibaok bajalan-jalan apo nan tajadi?
(mintak komentar urang lapau kasadonyo tu a.
Pak Surya, lompek an baruak tun sangeneak, lah mancaguik karambia mudo di ateh, Pak.
Pak Fadh, pirik usuak e tu sangeneak.
Da Zul, iyo gagah taruih foto e rang.
Pak Fadlillah, kama nan mancogoak ko baa ko, kama, Pak.
Pak Fadlillah, ko, tamu e banyak. Tapi urang e ndak mancogoak, doah. Ka balaguan cogoak-mancogoak, tun.
Pak Surya, laguan an lah cogoak-mancogoak tun a, ndak kalua mancogoak Pak Fadlillah tun.
Da Zulmasri, bagitar lah sangeneak.
Elasmendri yg baek.
Kok ndak ditulis sajo pikiran Elas itu di blog punyo Elas. Bia nanti diskusi tambah lamak. Indak lamak pakai ladang Pak Fad taruih. Ditunggu
1. Pak Fad apo sadang tajadi di Padang? Awak baco di blog Sasindo yo bakacamuak nampaknyo masalah patamuan penyair. Ado apo sabananyo?
2. Awak penasaran jo anak-anak di Rumah Teduh. Siapo mereka tu?
Elas,
Kalau seni dibao bajalan-jalan, mako seni tu akan ‘lapuak’ di jalan. Ambo liek jarang nagari asiang nan mambao duta seni nyo ka lua nagari. Mereka batindak sabaliaknyo: manyuruah urang asiang maliek seninyo ka nugarinyo sendiri. Jadi, soal seni nan dibaok bajalan2 ko sabananyo kito taparangkap dek mode nan dikembangkan kolonialisme zaman saisuak: ingeklah pameran Hindia Belanda di Amsterdam babarapo kali. Nyo pajang awak di situ, nyo caliak2.
Baa acok bana Limau Manih tu ditembak patuih, Fadh?
nampak dek ambo, iyo lah kayo sutan. Siko sawah siko sawah sawahheeee kasasoalahe… Iyo alah kayobana sutan. Ko sasuai jo lagu ebiet. “aku pernah punya cita-cita, jadi petani kecil, di belakang rumah kupelihara berbagai tanaman…..lanjutkanlah sutan.
Hi, Da Zul : Thanks. Ladang di kebun tetangga, lebih baik dari ladang di kebun sendiri. (bagarah jo nyoh, koa, hihihi)
Baa pandapek Pak Surya tu a?
Salam dari Bali.
Apo nan lamak di Pekalongan, tu Da Zul. Numpang makan ciek sinan.
Urang marayakan hari wapaik Khairil Anwar di Taeh, nan Wannofri manyingkia waknyo ka Bangi Selangor Darul Ehsan. Baa tu Nco? Zulmasri, baokan kain batiak Pakalongan nan gak aluih tu ciek. ‘Rain maker’ Elasmendri, lah pandai mambaco naskah lontar di Gedung Kirtya tu? Lah pandai paggia “Oooommmmmm….oommmmm shanti..shanti…oooommmm!” Nco, kok yo berang Dubalang Pagaruyuang dek tulisan ambo di Padang Ekspres tu, iyo lah ka jadi ‘exile’ pulo ambo ko di nagari urang, padohal ambo ndak tahan kalau sakali sataun indak makan kuah sate Piaman. Sansai wak ambo.
Elas, kalau makanan yo kalah jauh rasonyo dibandiang jo nasi kapau atau simpang raya.
Andalannyo batiak, banyak di siko, baserak-serak. Ajo kalau kamari bisa cari nan paliang aluih bahannyo (sampai ndak taliek) di grosir setono, gamer, pasa santiling, dll. Malampuah, murah-murah hargonyo. Ajo pengen hargo 500 rb atau sajuta, ado barangnyo.
O iyo, cari batiak nan bahannyo aluih untuak apo Jo? Untuak muandok? Kato Pak Fad, ajo dicari-cari urang yo
Awak satuju jo pandapek ajo tantang seni nan bajalan tu. Alun lamo tabatiak kaba: urang awak (Indonesia) jadi duta seni ka lua nagari. Nyatonyo di lua nagari mereka tu dijadikan pambantu, tukang cuci, bahkan ado nan jadi palacua. Menyedihkan.
Zulmasri, ambo mancari batiak Pakalongan nan aluih-aluih gunonyo untuak manapih santan……(ups???). Konco Fadlillah, baa mako Fauzi Bahar suko bana mandoa basamo kini? Nyo kumpuakan urang di tongah lopang–mulai dari anak sakola sampai ka nan gaek agogo–sudah tu nyo suruah ratik tagak jo mandoa basamo. Asmaul Husna lah namonyo…tabligh akbar lah…Fenomena apo pulo ko Nco? Kok di surau saisuak ambolai dapek nasi bungkuih (namonyo nasik samek,dek basamek jo lidih) kalau urang mandoa basamo. Ko, lai diagiah dek Fauzi Bahar urang2 tu nasi samek sasudah disuruah bapaneh2 mandoa basamo? Ka jadi labai ko Fauzi Bahar sasudah baranti isuak jadi Walikota Padang?
Bisa mintak tolong pak Fadh.
Pak Fadh, Carian Ambo Buku Pak Suryadi Ciek di Padang Judulnyo “Syair Sunur”. samo “Madilog” – Tan Malaka. Bara arago buku tu kaduo nyo, jo bara ongkos kirim, ambo tunggu yo.
Konco Fadlillah, iyo batua kecek Nco tu. Hari ko kalua pulo inyo di Padang Ekspres. Bahaso Arab judul tulisan e (Lai pandai wee mangaji ko?) Batua bana, Nco! Nangkodo Baha ko mampagunokan agamo untuak malampok cadiak buruaknyo. Bak kecek Konco, lah bagalemak-peak kota Padang ko dek nyo. Urang gilo baladiang ko ka tapiliah pulo sakali lai? Sia tu nan mamilih? Ha ha…kok ‘maaram’ ko nyeh lai kota Padangko suak lauik.
‘Rain Maker’, di biliak karajo ambo, mbo caliak lai ado juo lai sakapiang buku Syair Sunur tu. Baa? Kama ka ambo kirimkan? Agiah alamat ‘hotel’ tampek ‘Rain Maker’ Elasmendri tingga.
sia tu fauzi bahar? wakatu masih di padang, kok awak ndak tahu jo urangnyo yo. wakatu alah jadi wali kota padang, karajonyo bolak baliak padang jakarta. di jakarta nyo badagang baju di kaki limo. kalau baitu yo la jadi urang bagak di kampuang yo.
ajo bilo pulang? kalau pas ka pilkada, ikuik se. nanti didukuang dari kota batiak. pak fad satuju kan?
Ambo ndak namuah masuak Pilkada doh, Zulmasri, beko ‘bakada-kada’ ambo. Payah pulo beko pi kama-kama, takuik dituduah pakai pitih rakyaik pulo. Padohal ambo urang palala. Bialah konco ambo Fadlillah se nan ikuik. Kito dorong dari balakang.
Dear Pak Surya,
I have sent e-mail to you about the hotel where I stay.
Thanks for the books you would send to me. It would be a great happiness to have your book about the country in the big ocean of west coast of West Sumatera.
Thanks
Untuk Pak Fadh,
Berbahagialah,
Banyak tamu di rumahmu
Jangan pernah suruh mereka pergi
Kalau mereka hanya bercerita
Bahwa hujan tak pernah lagi lewat di rumahmu
Salam perkoncoan.
Ikuit konco-konco ciek yo. Ndak usah maurus Pilkada:
Never talk to stranger
singgah ciek komandan..numpang lalu..
Konco Fadlillah. Apo pulo nan bajangkik di Padang (dan kota2 lainnyo) kini? SMS SANTET? Wah…pakau pula kita ko? Orang Indonesia hebat2. Bisa nggak menyantet Presiden Bush. No hpnyo lai di ambo ko.
Mainkan LEAK Bali tu, Elasmendri.
wah wajah baru pak fad? mudah-mudahan ganti bukan karena gurau rang malaysia, da wansamry.
ajo suryadi, mainkan gasiang tangkurak tu. hebat mano jo sms santet…
Zulmasri, iyo wajah baru tampaknyo ko. Ambo malah sanang maliek pamandangan sawah jo dangau nan dulu. Tabayang dek ambo kami kemping di Rao-rao dulu. Pak Gusdi Sastra kanai kantuik dalam kalumun dek ‘Buya’ Fajri Usman. Baa kok barubah, Konco Fadhlillah. Pengunjung protes nih!
Akan kito mainkan gasiang tangkurak tu, Zulmasri. Bia nak mamanjek2 dindiang paja ko.
Untuak konco-konco:
Sebuah renungan
Sebuah kalimat bijak nan baisi motivasi sangaik gadang nan disampaian dek orang tuo awak, pendiri INS Kayu Tanam: T. Moch. Syafei:
“Lebih baik menjadi raja kecil daripada menjadi budak besar.”
Rasonyo mungkin bisa menjadi renungan bagi kita basamo. Mumpung Mei adalah Kebangkitan Nasional. Marilah kita memotivasi diri.
Tafsirkanlah.
Satuju awak……saratuih persen
Kama tuan rumah (Fadlillah) ko? Lah kembali pula di ke Ranah Sikalawi?
Pak Fad, ajo Sur, Elas, dll. Alhamdulillah, anak awak alah laia. Cek di blog awak. Mo kasih doanyo.
Da Zul,
Salamaik punyo momongan baru. Salamaik bahagia. semoga menjadi anak yang Saleh dan Pintar. Semoga selalu berbahagia.
Salam
Elas
Pak Surya,
Pak Fadh, inyo sadang batarak di ateh Gunuang Marapi tu mah. Mako-nya ndak nampak. Jan digaduah pulo.
Pak Surya, lah tarimo alamat hotel ambo?
Assalammualaikum WW. Sabana lapeh taragak ambo mancaliak foto Da Fadh. Batambah ganteng kini yo… Mudah-mudahan Da Fadh lai takana juo jo ambo. Salam buat keluarga dan Ibu dan Bapak Dosen di Limau Manih. from Kobek….
sehat komandan? komandan, tulisan yg dikirim k ambo tuh (Mengapa Kita Masih Miskin?) ambo posting ke blog ambo yo? boleh kan? bia bnyk nan baco. mokasih. hehehe..
Kama urang-urang ko Pak Fadh,
Agak langang galanggang sengeneak.
Jo Rajo Galanggang ndak nampak doah.
Manga urang di ranah Sikalawi, Pak Surya.
Kepada Zulmasri: selamat untuk kelahiran anaknya. Semoga memberi berkah kepada orang tua. Gelang rambut anarki. Kau lahir waktu pagi, ketika harga minyak sedang melonjak tinggi….
Kepada ‘rain maker’ Elasmendri: Selamat juga atas kembalinya banyak turis mengunjungi Bali. Alamat hotel sudah diterima, namun buku belum sempat dikirimkan. Orang memang agak berduka di Ranah Sikalawi: Tiang Bungkuak meninggal dunia.
Kepada Fadlillah M.St.Kayo: Selamat atas artikelnya yang membuat perut Dekan Fak Sastra Unand mules. Apa yang terjadi? Ambo lai rencana ke Indonesia Juli-Agustus. Ada kerjaan sedikit di Bandung dan Buton. Juni juga mau pergi sebenetar ke Liverpool untuk the 24th ASEASUK Conference. Mau dibawakan apa dari kota the Beatles itu?
trims doa kawan-kawan untuak anak awak. mo kasih banyak.
untuak kobek, batua kato pak fad, susah komentar di blog kobek. apo paralu ganti pakai wordpress sajo.
tapi garembeh di wajah kobek tambah subur, melebihi alm da Al (yusriwal).
salam jabek arek
Ambo suko maagiah komentar di blog Konco Malin St. Kayo ko dek indak ado syarat harus masuak’an password dll. bagai. Payah bana, rancak tabukan bantuak blog Konco ambo ko. Kalau dibuek Fakultas Kebudayaan Minangkabau, ambo usul dekannyo Drs. Fadlilah Malin Sutan Kayo, MSi sajo kito angkek. Gaji gak 15 jut sabulan kan lai cukuik tu?
Jaan comeh bina, Nco. Satinggi2 tabang bangau tantu tinggi juo kapataabang….eh…pulangnyo ka kubangan juo. Kalau lah tadonga Nco jadi Rektor UNAND,ambo kamehan bungkuihsan ambo lai.Mboa pai balayie pulang lai…
Gurambeh
(Puisi salam basobok untuk Da Kobek)
Ku tak mau terkatung-katung di jalanmu
Akhirnya aku keluarkan engkau
Dari dagu dan pipiku
Satuju ambo tu mah, Pak Surya.
Pak Malin Sutan Kayo Jadi Dekan-nyo. Kalau Ndak cukuik 15 juta, ambo tambah nggak sengeneak beko.
Pak Fadh, have a nice weekend!
Pak Surya,
Bulando iyo basansam main e di Euro 2008 mah.
Baagiah capak-capak baruak lo pemain e sabalun ke Swiss ndak?
Have a nice weekend to you and your familiy.
salam motivasi modal insan juara
aminnnnnnnnnnnnn……….
Assalammualaikum. Baa Kaba Da Fadh. Nomor HP Da Fadh yang di blog dosen itu ndak bisa dihubungi doh. Bara nomor HP Da Fadh nan sabananyo. Untuak Zulmasri Salam kompak. Lapeh taragak ambo maliek foto inyo. Sudah tuh Elasmendri. Baa kaba kini. Sudah tuh jo Ajo Suryadi. Mudah-mudahan lai takana juo jo Ambo…
lah ambo posting ke blog ambo, komandan. mokasi atas izinnyo. kalo lah ado iklan nan masuak ka blog, setiap tulisan akan ambo agiah honor. doakan sajo. hahahaha… teruskan perjuangan!!
Pak, iko ambo (azan). jangan lupa link y pak… trims…
assalamualaikum, komandan.
a kbr kini, mudo se taruih nampaknya. salam to bang kobek, juo selamat ke da zulmasri atas kelahiran anaknya.
semoga suatu hari da suryadi benar2 jd rektor unand, komandan jd dekan, dan orang2 seperti koko dll tak perlu pergi, sbb di sana mereka dihargai.
salam,
ah
salam,
aku tinggal di small city, state massachusetts. kamarku berhadapan dgn sebuah taman kota, luas, asri, dan bersih. taman itu jd tempat orang2 mengungkapkan cinta dgn jujur, sublim dan puitis. setiap bangku bertuliskan nama2.. bangku-bangku dengan secarik memento, sejenis obituary untuk apa yang kita cintai. di taman itu, aku paling senang duduk di bangku bertuliskan “berty and burker, from your children”, yang terbuat dari kayu, menghadap ke sepasang pohon oak tua.
mungkin, suatu hari, aku jg mau memesan sebuah bangku kayu, menghadap ke timur, di situ akan kutulis sebuah nama, “indonesia, ……-today”
wah, senang bisa menyemangati kawan2.
di sini aku msh berkutat dgn rasa kehilangan, komandan. memulai dari awal lagi, dan mulai mencari dan menemukan. seperti sebuah keluarga yang tinggal tdk jauh dr tempatku. mereka begitu sedih atas kehilangan kucingnya, mereka bikin pamflet, lengkap dgn foto si kucing and no tlp yang bs dihub.
waw, kubilang ke seorang kawan, di negeriku ribuan orang hilang dan dihilangkan. dalam th 65, nyaris sejuta orang hilang, di peristiwa priok, aceh, di peristiwa 98 dll. dan anehnya kami tak pernah merasa kehilangan. betul, komandan?
e, ambo jd takana pasar baru, membayangkan jejalan ke kampus, dan sebuah ruang yang dikelilingi debu, dengan komandan di situ lengkap dengan topi serdadu. mungkin bisa komandan buatkan sebuah bangku kayu di pojok sastra tu, dengan tulisan “to koko and agus from yours in struggle”…he…he….
salam
wah, terlalu ambo harus melarang sesuatu yang baguno dan baik untuk ambo, komandan dan org lain? silahkan kunjung ke Jambi komandan. Jadi tim monitoring independent ajo bko ndak? hehehehe… kami tunggu kedatangannyo yo?? jgn lupo sedikit oleh2 dari sinan sekadar menjemput memori. makasi, komandan.
salam
komandan, ambo danga berita oleh pantia temu sastrawan nan di Jambi bln Juli tuh. bahwasanyo, komandan diminta menjadi pembicara/pemakalah untuk tematik “Advokasi Sastra”. nah, tuh lah undangan hebat tuh!! segeralah tibo, kami tunggu kedatangannyo. hehehehe…
salam
Dari Amerika, Bali, Jambi, Pantura, Ulando, Betwi, Tobek Patah,…..kita bertemu di sini…mengenang angin sepoi di kampus Limau Manih. Masih terngiang buno cingkariak dan kondiak di malam hari…
Kemaren aku tertahan sebentar di Liverpool John Lennon International Airport, karena ada badai d Laut Utara. Tersandar aku di patung besinya yang dipajang di departure gate. Dua hari bicara dalam the 24 ASEASUK conference, tapi di hari aku ingin cepat pulang. Dimana bisa kucari martabak mesir, sate Piaman, dan lompong sagu bagulo lawang di kota yang penuh gedung2 tua hasil perahan tenaga dan nyawa manusia Afrika Selatan, India, Malaysia, dan Pakistan itu? Di malam yang masih terang aku mendarat kembali tgl. 22 Juni di Schiphol international Airport, Amsterdam. Tak jua kutemukan nasi kapau si Kamba dan Soto Padang di sana. Wahai Toto Sudarto Bachtiar, benar katamu: “Aku telah sampai pada batas tepi dimana aku tak bisa kembali lagi…”
beberapa hari yang lalu, aku diajak makan malam oleh seorang temen, seniman dan seorang guru di high school sini. selain aku, temen itu dan istrinya, ada juga seorang social worker, lecturer, pasangan muda dari brasil yang sdg ngambil doktor dan master, dan satu pasangan lg dari south africa.
yg social worker sdh keliling dunia, termasuk aceh pasca tsunami, yg lecturer punya ducth ancestor, yg dr brasil masing2 punya garis turunan berbeda, suami german, istri itali. menarik pasangan satu lg, dari south africa tp keturunan india. dan, dia bilang, bahwa saudara jauhnya punya suami yang leluhurnya berasal dari indonesia.
aku digigit sunyi. untunglah, kami makan di korea restauran, yang dindingnya dipenuhi graffiti. ada bermacam aksara, bermacam bahasa di dinding itu. dan..waw, ada jg bahasa melayu di situ. “Selamat Datang” ttd sebuah nama indonesia Sanjaya…apa berikutnya..aku lupa..
korea restoran dgn bahasa dan sebuah nama Indonesia,paling kurang bikin aku tidak merasa sendiri. ada Asia yang menemani, sebuah tanah yang sekian lama kubayangkan sebagai identitas, sebagai esensi, yang barangkali sesungguhnya cuma perlambang, sebuah tautan bagi ingatan.
aku coba memahami itu, kini Komandan. jg cb memahami diksi puisi yang dikutip da suryadi, “pada batas tepi di mana aku tak bisa kembali lagi..”
selama ini, “batas itu” begitu pasti, sesuatu yang telah terbentuk, dan bukan sesuatu yang sedang dibentuk. sekian lama, kita terbiasa memahaminya secara ganda: “ruang” yang berarti asal dan “tanda” yang berarti pesan2 identitas. dan kita si “puppet”, si wayang, dan entah siapa si “dalang”.
“jangan berhenti di sini, kata chairil, “kita pejalan larut menembus kabut,”
ah…abis, makan, kami jalan ke Iron house–atau horse–semacam klab musik. malam itu tampil musisik kulit hitam. aku dak begitu tahu jenis musiknya, seperti campuran jazz, reggae, dan entah apa lg. terakhir dia maenkan lagu–kata temen seniman/guru, yang berjudul “deportees”, ditulis oleh Woody Guthrie, penyair, songwriter, and american folk musician.
‘….so, farewell to my friends, good-bye Rosalita/ Adios mis amigos, youse the same Maria/ you won’t have name when you fly the big aeroplane/ all they will call you will be deportees…’
sebuah lagu protes, Komandan. protes atas rasisme terhadap buruh perkebunan, sama dgn TKI ilegal kita di Malaysia. mereka asal mexico yang dideportasi ke tanah “asalnya”, dgn pesawat tua yang kemudian jatuh. lagu ini memprotes perlakuan media, yang tidak menyebut korban dengan nama, tapi dengan sebutan “deportees”.
sama dgn TKI dan kita di malaysia yg tidak disebut dgn nama, tapi cukup dengan sebutan “budak indon…!!!” BEDEBAHHHH…………!!
sorry klu kepanjangan, Komandan.
salam
Salamaik pagi, siang jo malam Pak Fad…..
Ambo sonialis, mahasiswa apak dulu (Sasindo BP 92). Alah lamo Pak Fad ndak bukak blog ko yo….? Pasti sibuk luar biasa yo Pak/
sonialis1173@yahoo.com iko salah mah pak. Nan batuanyo bendank1173@yahoo.com
- kaba sonialis baek2 sajo pak fad. anak surang laki2 jolong gadang 2 tahunan. namonyo avarelzy hafizh efison.
- bara nomor hp si elas pak fad? nan ambo 0819750-8538
- si bagong jadi pak ogah di daerahnyo,kaba dari faisal. si faisal (0818856108) tau mah nomor hp si bagong pak fad.
Halo Da Fadh. Alah hebat-hebat kawan-kawan awak kini ko yo. Ambo baru tau dari blo Da Fadh ko. Salam buat Agus Hernawan nan sadang di Amerika. Tolong sampaikan salam ambo ka Obama. Sudah tuh samo Elasmendri di Bali.
Hendra Efison Ampuang? Dunsanak ambo.
Lai baa kaba Ampuang. Lai Barasok jo Indaruang tu taruih.
Ambo simpan nomor ampuang Dek Ambo. Sayangnyo di Padang ambo sabanta nyoh. Mungkin ampuang sibuk. Jadi mungkin ndak basobok ambo doah.
Lai panjang jo rambuik ampuang lai.
Ambo manulih artikel ka padek ciek yo….
Ambo taragak jo Faisal Tu mah. Si Bagong gai. Pokoke jo Kawan 92.
Kito buek wadah lo ciek baa nyoah.
Sukses Ampuang
Bilo Mandaki awak basamo baliak.
Rain Maker Elasmendri
Urang di Piaman bacokak pakaro asak-maasak ibukota kabupaten. Kito pindahan ibukota kabupaten Padang Piaman ka Pulau Anso baa?
ada dua sejarah yang terjadi di Jambi. yang satu sejarah kali pertama diadakan pertemuan sastrawan dan yang satunya antrean panjang BBM. ya, TSI 1 di Jambi kemarin berbarengan dengan kondisi sosial yang sangat parah. kelangkaan BBM dan pemadaman listrik yang cukup lama setiap hari secara bergantian dan berimbas pada sulitnya air PDAM. sampai hari ini antrean panjang masih terjadi. orang2 dengan rela menunggu berjam-jam bahkan berhari-hari untuk antrean mobil.
pada TSI, pembicaraan dan bisik2 hanya seputar org2 yang bergumul disana. karena kita tahu secara umum tujuannya masih seputar apresiasi. berbicara masalah ruang, penerbitan, masalah perlindungan hukum, dsb2. sementara pembicaran dan bisik2 kelangkaan BBM di Jambi terjadi disetiap sudut, di setiap rumah makan, di warung2, di tempat kongkow2, di jalan2, apalagi ditempat antrean.
TSI selesai, para sastrawan dan kritikus bubar dan pulang ke kampung halaman masing2 dan mungkin membawa cerita. sedangkan antrean panjang tak kunjung bubar. cerita dan bisik2 semakin berdengung. tak ada cawako dan pasangannya yang cuap2 tentang keadaan ini. semuanya diam dan tentu tidak mau merasakan panjang dan lamanya antrean.
lalu, mau apa kita dengan keadaan ini?
terima kasih komandan atas kehadirannya di “rumah kita”.
salam,
ricky manik
Pak Surya, bilo ka kito pindahan. Bara paralu kapa mamindahan, beko ambo kirim dari Gilimanuk.
Kalau ndak cukuik beko kito pinjam kapa cindua mato baa nyo. Mintak izin ka Malin Sutan Kayo di Songka lu.
PAK SURYA, TAKANA JO LAGU LAMO:
ILAN KAPALO ILAN SAKAREK KAPALO NAGO
DI LAUIK ARI LAH HUJAN, DISIKO LAH GABAK PULO,
URANG PAUAH BAKUDO LIMO
NAN SAIKUAH MAMUTUIH TALI
URANG JAUAH BAKIRIN BUNGO
KOK LAYUAH JOA DIGANTI
(LAI MEKAR JO TULIP DI BULANDO TU LAI)
I
TITIAN PAUAH
REL KARETA API
DISINAN KITO MAMADU JANJI
JANJI DIIKEK INDAK KA BAPISAH LAI
DINGIN-DINGIN HARI
LABIAH DINGIN ATI
(dima nyo kini?)
Takana jo si upiak sirabiatun
Pak Fadh,
Manga kini tu?
Bagurau kito sengeneak dulu.
Parintang wakatu
Paubek jariah nan tibo
Parintang wakatu manjalang sanjo
Paubek ati nan luko
Supayo sajuak di dalam kiro-kiro
Namun samantang pun baitu, goreang talatak disantuang juo
Kopi nan angek kito tuangkan
Galaih nan panuah kito angkek
Supayo sanang malam nan datang
Kaniang nan karuik dipaluruih
Supayo basuko kita sadonyo,
Lai baa tu rang banyak
Badaceh pantun Elasmendri,
Iyo gak rumik: Listrik mati di Jambi, tapi kan peserta PSI lai taruih juo baco puisi…
Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miski. Kecek Afrizal Malna di Kompas: “Bunga bateba2 di dalam kota. Afrizal Malna ko taruih mandiskusikan BULAKANG RUMAH JO MUKO RUMAH. Bak kecek Hamsad Rangkuti kapatang di Palangkaraya: bamain2 ndak tantu ojok jo bahaso. Karuik koniang mambaco tulisan e.
Mbo baleh pantun ‘Rainmaker’ Elasmedri ciek lu:
Balaia kapa Tuan Haji,
Mambao rotan saguluangan,
Lai di bawah payuang panji,
Saketek indak kalinduangan
Pak Surya, dima kini ko? Di bulando atau di Padang?
Masih di Bulando, Elasmendri. Taragak anyang taruang, tapi nan ada kantang ulando nyo. Awal Agustus ambo di Batawi, ‘Rainmaker’. Ado mangecek di Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara 12,di Universitas Padjajaran, Banduang, 4-7 Agustus 2008. Kok ka Banduang Elasmendri, sobok kito di sinan.
Halo da Fad. Sasuai saran dunsanak ambo Zulmasri, kini alah ambo ganti menjadi arysastra.wordpress. Tapi ambo masih ndak mangarati baa caro mambuek fitur-fiturnyo doh. Maklumlah awak dulu kuliah di kadai kopi Ni Upik se nyo. Kini ko kabatulan sajo lai bisa mamakai komputer jo internet dek karajo di surek kaba se mah. Salam
Halo Uda Fad. Sasuai saran kawan Ambo Zulmasri, kini ambo baraliah ka wordpress. Tapi sampai kini ambo masih binguang mambuek fitur-fiturnya. Maklumlah awak kan dulu kuliah di kadai kopi Uni Upik se nyo. Mamacik komputer jo main internet ko dek kabatulan karajo di surek kaba se mah. Salam
lapeh taragak awak masuak ka blog pak Fad ko, rami, raso masuak ka kantin sastra Unand.. jauah jalan dari ikip/unp di aie tawa, rasonyo ndak ado latiah, baitu pulo wak masuak blog ko.. sobok awak jo kawan2 lamo (nan kawan antah lai takanan antah indak hehe), kok lai sobok jo kawan awak nan ciek lai, israr, sampaian salam ambo ka beliau pak fad
Da Zulmasri, wakatu ambo pulang kampuang patang ko, horison da Zul lai basobok. Agiah ambo alamat lengkap da Zul, ambo kirinan majalah tu.
Salam
Elasmendri
alamaikkan surek bisa di:
Zulmasri
SMA Al-Irsyad
Jalan Seruni 66A
Pekalongan 51123
Apo mampir sekalian di Pekalongan waktu baliak ka Bali?
Ok, Da Zul
nurul fahmy
samo-samo pak. lah batarimo pakirim ambo. kapado kawan-kawan nan dak mandapek, kacau se kopi tu sagaleh gadang pak, minum barami-rami, kan samo senyo tu, mancubo juo, hhehe.
oyo, samo-samo ambo mohon maaf juo, kok ado kasalahan nan talisan atau nan tatulihkan…
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUSA DI BULAN RAMADAHAN..
Apak-apak, Ibuk-ibuk ambo di Sastra jo Konco-Konco kasadonyo:
Ramadhan adalah keteduhan dari pohon-pohon rindang yang tumbuh di tepian sungai yang bening yang mengalir di tengah padang rumput yang hijau.
Selamat Puasa
Pak Suryadi,
Salamaik Puaso.
Bilo hari rayo di Bulando
Alah babali tiket kapa ka Piaman.
Beko abih beko.
Pak Fadh,
Tiket ka songka tolong di Booking dulu.
Bilo awak basobok di Bali baliak.
Dari Bali taruih ka Australia awak.
assalamualaikum pak, ado nan lupo pak
mintak wak alamaik e-mail surek kaba yo pak. talabiah dahulu tarimo kasih banyak. kiriman ka e-mail awak se pak.ditunggu
Alo Uda Fadh. Kalau bulan puaso ko takana awak jo warung kafir di Barak Vietnam dulu. Tapi kini indak lai Da Fadh. Percuma sajo awak kuliah Bahaso Arab jo Fadhnyo… Fiil Amar jo Mudariak tuh lai masih takana jo awak. Salam buek Dunsanak sadonyo. Salamaik Puaso. Mohon Maaf Lahir dan Batin…..
ajo sur….
taragak awak mambaco tulisan da sur. tapi dalam bantuak cerpen atau novel. tolong buek-an awak ciek carito tantang seorang pribumi nan acok bakunjuang ka lua nagari. mampia di gedung-gedung tuo nan dibangun jo darah samo aia mato di negara jajahan. yo tabayang dek inyo penderitaan rakyat tu.
awak tunggu yo jo. patajam se konfliknyo. endingnyo tasarah.
haha…rancak ide Zulmasri mah. Mbo cubo tulih beko…
Eh…ampia lupo: salamaik puaso kasado alahe. Liek http://www.padangkini.com soal puaso di Nagari Ulando. Elasmendri babuko jo bebek betutu mah, kalau Zulmasri pasti babuko jo rawon…
assalamu’alaykum… pak Fad…..
salam kenal …
http://www.ariex.co.cc
salamaik Ari Rayo. Makasuik ati nak pulang ka kampung. Apo dayo kapa lah panuah. Lewat blog ko silaturahmi kita sambuang. Salam dari kami urang nan jauh. Ary sastra (Kobeks) sekeluarga mengucapkan mohon maaf lahir batin untuk dunsanak kasadonyo. Kalau ado utang piutang mohon direlakan sajo.
Met idul Fitri kasado alahe. Mohon maaf lahir batin.
Salamaik hari rayo, Malin. Baa kaba kini, lai sehat-sehat sajo.
Halo Uda Fadh. Baa kaba kawan awak si Elfialdi tuh. Lai bakadai nasi juo di simpang anam tu lai. Kalau lai ambo taragak ikan bakanya. Lai ado nomor HP nyo tolong sms kan ka nomor ambo, 081372255454. Tarimo kasih yo da Fadh
.
Aa…talambek mangucapkan salamaik Rayo. Tapi bialah talambek daripado indak samo sakali. Elfialdi, lah lamo kito ndak sobok. Kama Elfialdi?
Nco…kama Nco? AMbo sms ndak manjawek2?
Ej ajo. alah salasai novel tu?
Hai apa kabar?
Ambo indak pandai manulih novel ko, Zul. Tunjuak’anlah caronyo.
Kama konco ambo, Drs. Fadlillah Malin Sutan Kayo, M.Hum. ko? Lah lamo baliau indak mancogok. Di-sms indak pulo manjawek2. Ambo kirobaliau sibuk pilkada ko?
Da zul, ambo ka mangiriman horizin nyo, yo. Tunggu dulu.
Pak Surya, lah lamo kito indak bakirin kaba. Baa kaba. Ambo liek sosok e tapampang di kota. Iyo lah hanyuik urang piaman di Bulando. Salamaik an taruih carito lamo tu, Pak. Banyak generasi awak nan talupo. Bak kecek Sukarno jo : Jasmerah e, Pak.
Pak Fadh, Lai baa kaba. Lah lamo lo kita ndak kontak.
Koreksi: Ambo liek sosok Pak Surya tapampang di Kompas- sorry salah tulih di ateh tua – Elas- tatulih di ateh di kota -
oke elas. awak tunggu. paralu ndak nanti di tulih di http://zulmasriwordpress.com ? Judulnyo: Pusako nan alah babaliak.
he he he
eh, las. tolong ajo sur mambuek novel tuh. alah kapayahan ajo manulih supayo taraso sero dibaco….
oke elas. awak tunggu. paralu ndak nanti di tulih di http://zulmasri.wordpress.com ? Judulnyo: Pusako nan alah babaliak.
he he he
eh, las. tolong ajo sur mambuek novel tuh. alah kapayahan ajo manulih supayo taraso sero dibaco….
Da zul, alah pilkada urang di pekalongan.
Ikuik ambo ciek a
Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di Lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk WordPress dengan installasi mudah.
Kami berharap bisa meningkatkan kerjasama dengan memasangkan WIDGET Lintas Berita di website Anda sehingga akan lebih mudah mempopulerkan artikel Anda untuk seluruh pembaca di seluruh nusantara dan menambah incoming traffic di website Anda. Salam!
trims, komandan sdh mampir ke blog saya. kalo mampir lagi tinggalkan jejaknya ya…
sehat dan kreatif selalu…jgn letih..
salam,
manix
ada beasiswa ke luar negeri.
bagi yg berminat, silahkan kunjungi http://informasi-pendidikan.blogspot.com
kunjungan dengan pesan perdana, Pak.
pak fad, numpang main yo. Lun dapek banyak kawan wak di siko lai. Koko seperti biasa, agak susah dibao maota hehe. Urang IAIN ndak lo banyak nan punya rumah di internet. Tapi tamu pak Fad kok laki-laki se? Kama Umil Khalis atau Defina bagai?Sajak jadi pagawai ko uni-uni tu ndak sempat buka internet bagai nampaknyo lai atau memang untuk laki-laki se ndak?
Kok iyo talongsong wak mah. Semoga tidak begitu yaa dan pastinya tidak
salam dari Gwangju
Assalam..
pak, bilo maaja kami yang 08 pak
trims
ondeh pak fad lapeh taragak ambo jo pak fad, saraso basobok muko awak kiniko. baa kaba pak fad lai sehat se. Posisi dipadang dima kni, mungkin kalau ambo ka Padang ambo sempatkan batamu jo komandan kito. Kalau ambo masih di Jambi, di nagari kubu kato urang. Pak fad, tatompang salam ambo ka Elasmendri jo pak Suryadi ( masih ingek ndak beiau2 tu joambo) . Klau ka Jambi agaiah tau ambo buliah ambo carian pak fadh minyak Jambi nan paten. Talabiah takurang ambo mohon maaf, ambo mohon diri dulu, Sakian.
Oi, Da Ed.
Baa Kaba?
Iko ambo, Elasmendri.
Sanang bana ambo basobok lewat blog ko.
Agiah lah ambo e-mail jo nomor telepon. Kalau ka jambi ambo tokok kawek tu anggak sangenek.
Kalau ado e-mail, yo kirim-kirim e-mail awak.
siang komandan…ambo kini ado di siko…blog lamo ambo kanai virus…hehehe…salam perjuangan
elas, baa kabanyo? alah bakirimkan horison tu? awak tunggu di pekalongan, kok ndak sampai-sampai?
Ok, Da Zul, Hari Senin tanggal 22 Desember 2008 ambo kirinan. Tunggu jo di Pekalongan, yo.
Ambo masih sibuk jo proyek pulau ambo. Sorry, yo.
pak Fad Numpang liwaik yo…..
Elas, baa kaba, ambo lai baiak2 se, kalau ambo baco diwaruang pak fad ko, elas kiniko di bali apo iyo tu?
Kontak salanjuiknyo ko El….
zuhdi_lola@yahoo.co.id Hp 081366519234
pak fad,
numpang lewat.
pak kasih komentar ke blok ci ya pak,
di tunggu.
lamlekom ndan…..
baa kaba nyo komandan kiniko…..ambo la lama ndak suo jo komandan… mungkin kini saatnya kito basuo kembali setelah 6 tahun….
mungkin ambo dianggap kawan yang kurang ajar selamoko karena tidak pernah beri kaba samo komandan…..tapi karena satu dan lain hal makonyo ambo harus hilang sementara dari peredaran.
ambo sekarang tingga di kota subulussalam NAD. ambo bekerja sebagai wiraswasta kecil-kecilan yang hasilnyo hanya cukup untuk makan sajo. untuk saat ini ambo jo kawan2 di subulussalam coba membangun sebuah organ di bidang kebudayaan yang namonyo LKP (lembaga kebudayaan Pakpak) Suak Boang. ambo telah menikah dan telah dikarunia seorang anak laki laki bernama Muhammad Din Satrianta Solin. anak yang nantinya akan meneruskan kerja-kerja ayahnya yang belum selesai. Insya allah.
kalo boleh minta tolong samo komandan….. tolong bantu ambo untuk tato di bimbing dalam melaksanakan kerja2 kebudayaan di wilayah Aceh ini dan dibantu juo masalah buku n info2 tentang kebudayaan. ambo Nurdiansyah Putra Solin/ Bp 97 184 012. Add Jl Panglima Polem no 48 Subulussalam. Hp 081269405678
Assalamualaikum, Pak …, bilo wak kubak utak Adonis ko Pak?
ass komandan. yo lah lupo jo utang tu yo? atau balupo2 an?la panek ambo manunggu indak juo dapek kaba…ambo mgkn alun bs s2 dlm 5thn ko pak…bos kalera tu alah definitif…nyo skak ambo ndak buliah s2 kecuali ambo amuah manuruikan kecek2 anjiang gadang tu…dan kini ambo sadang menikmati ‘karajo’ ambo 4thn belakangan…memang pahit menyuarakan kebenaran tu yo pak…ambo lillahita’ala se lai nyo…Allah pasti ado mukasuik jo rencana dlm perjalanan hiduik awak…ndak sia2 kan pak?ambo nio curhat jo apak,tp nantik se lah kalau awak lah bersitatap muko…baa kaba keluarga pak?aman?salam utk rang rmh…jo kwn2 di sastra…
hanya ada satu kata: LAWAN!!
SALAM RINDU JO KOMANDAN…
salam. pak gabung di facebook pak. mungkin lebih interaktif diskusinya
What kind of world do we have now?
Salamaik jadi Doktor, Pak Surya.
Tingga Profesor lai Pak.
Gapailah Cito-Cito Satinggi Bintang di Langik, Pak.
Tapi jan lupo ka lauak di lauik Piaman.
Pak Fadh, bilo awak basobok di Bali baliak?
Pak Fadh, Bara no HP kini. Nomor nan dulu hilang karano HP ambo masuak mesin cuci.
Assalamualaikum, pak fad.
partamo, mokasi pak. Artikel meramal bahasa Indonesia masa depan dipercayakan masuak buletin apak. ingek2 an juolah wak pak. kok lai ka jadi urang juo.
soto ciek pak, main-main dumah apak. byk urang pinta kiRo e dumah pak fad ko. sampai an salam wak samo pak suryadi ciek pak. wak salute ka e mah.wak nandak lo ka bulando co e tu. tapi baa caRo e tu yeh..? ko dak dialah,,in may dream i go to keukehoff.liek bungo tulip pak suryadi. Apo je warno tulip tu pak suryadi?
Pak fad sampaian lo salam wak samo bg agus hernawan yo pak. sebaris puisi e wak kutip dalam cerpen Menuai Rinai.
Salam kasadonyo uda2, uni2, abg2, angku2, keluarga besar sasindo unand. eh buya fahmi dima kini pak? salam lo ka e pak. mokasi yo pak.
By: anak ketek nan jolong gadang…(defie)
Apa yang terjadi seandainya para pahlawan yang telah terdahulu hidup bersama kita kembali.
Salam Sejahtera
Dari Pulau
El Gabuang di FB Ell
lapeh sumbu e, Pak. Lah baroyak lo di Padang.
Baa kampus.
Pak Suryadi, kabanyo pulau Angso di Piaman, lah takalabuang lo dek gampo. Pai lah caliak pulang dulu, kok ado kabek e nan lapeh ndak.
Ajo Surya ala di kampuang kini, Ajo Elasmendri nan alun lai, El banyak maaf ka masuak puaso ko.
Fadlillah MSK
Samo-samo Pak Fadh.Bulan puaso ko iyo lamak mandanga lagu malayu di kejauahan. Gamaik jo tikam tuo. Mantap.
Talabiah ka sahur tu a. Taraso puaso raso e.
Ingek kampuang, seneak.
Pak Surya, Pacik an bana tagok-tagok Pulau Angso tu.
Salam maaf banyak-banyak Pak Fad. Takana di awak zaman di Padang dulu. Salamaik bapuaso!
Sutan, iko blog bagus sekali, banyak penggemarnyo.
Nomor satu di Ranah Minangkabau hehehe.
Salam untuak Syukri Datasan Al-Pauhi. Takan Tahun 1987, puisi-puisi kito saling beriring.
WNS
semoga selalu dalam keadaan baik pak fad. salam…